aldz - 1
So what is my story? Kenapa tiba-tiba kecantol sama lelaki ini? Siapakah dia?
Just call him Mi’. Haha, keliatannya sok imut banget ya kalau cowok dipanggil Mi’. Tapi nama panggilan itu juga ada ceritanya. Seawal-awalnya cerita kami, kami adalah temen kantor. Waktu itu, gw pindah ke kantor dia, seruangan, seunit, se-subunit, dan mejanya super dekat. Awalnya kami berdua masih punya pasangan masing-masing. Sampai akhirnya suratan berkata lain, kami berdua menjadi single. Awalnya cuma curhat-curhatan, becanda-becanda, dan seru-seruan sebagai teman. Eh, ternyata ada rasa yang tersimpan dari si Mi’.
Dulu gw sering denger mbak-mbak se-subunit kami suka mangil dia Mi, karena nama panggilannya Zulmi. Nothing’s wrong with that, I know, tapi gw ngerasa ni bocah imut amat sih dipanggil Mik. Sejak saat itu, dari gw yang biasanya manggil dia Zul, jadi meleset-melesetin manggil dia Mi’ dengan nada super jijik. Tau kan, Miiiiii’ jijik gitu :P. Itu pas udah deket aja sih, dulunya mah boro-boro, chat dia aja suka gw bales singkat-singkat muahaha. Eeh terus keterusan, gw jadi manggil dia Mi’ terus. Yah seperti panggilan sayang tapi bisa diucapkan bebas dimana-mana haha.
Akhirnya, setelah beberapa saat berteman super dekat, gw diajak ke kondangan saudaranya. Yang bakal ketemu dengan orangtuanya of course. Kondangannya Minggu, sedangkan gw harus ke Bandung Sabtu. Gw lupa harus apa, kayaknya perpanjang STNK atau apa, yang gw inget pokoknya itu ada hubungannya dengan mobil. Jadi karena kondangannya Minggu malam, gw berangkat ke Jakarta Minggu pagi, dan ngemall salon bla3.
Pulang dari kondangan, dia nemenin gw pulang, dan pas deket rumah dia ngajak pacaran yang serius. Karena gw ngeh, gw pun rela ke Jakarta Minggu pagi (woy biasanya kan lama-lamain aja di Bandung) demi dia, akhirnya gw setuju. Dan kami berbahagia, saat itu haha.
Itu baru cerita pacaran, belum ngelamar. Dan memang ga ada romantis-romantisnya. Ga ada bunga, coklat, atau apapun itu. Dia emang gitu.
Kemudian, cerita lamaran. Dengan suasana yang ga jauh berbeda, bahkan gw ga inget kapan dimana, yang jelas di dalem mobil, perjalanan gatau kemana. Tiba-tiba Mi’ ngajakin gw merit. Bahkan kata-katanya aja lupa gw gimana. Meen.. Tapi waktu itu gw seneng, dengan ke gak romantis nya dia, tanpa persiapan apa-apa, dan kespontanan dia.
Dan sejak itulah, setelah koordinasi dengan orang tua, akhirnya kami merencanakan tanggal. Ya, rencanain tanggal ga berdasarkan primbon, atau perhitungan apapun. Yang tiba-tiba tercetus tanggal sekian. Yang kira-kira masih lama, tanggalnya masih setelah Mas nya Mi’ nikah, dan beda tahun, dan masih bisa direncanakan matang-matang.
Bismillah!











