aldz - 5
Bungkus2 Seserahan.
Setelah seserahan lengkap, kira-kira 2 bulan sebelum hari H, gw dan Mik ke Cikini buat bungkusnya. Sekalian disana kita mau grafir cincin kawin (yang udah jadi sejak berapa bulan yang lalu. Sesampainya di Cikini, kita ke gedung yang berbeda dengaan toko cincin. Kata orang-orang, bungkus disana lebih banyak pilihannya dan lebih murah daripada di tempat lain. Okelah kita kesana!
Saat sampai di gedung, gw baru browsing-browsing ke toko apa seharusnya gw pergi supaya lebih terpercaya. Dan ternyata nemu wedding blog yang katanya dia buat di toko yang nama depannya... gw lupak. Nah pada saat sampai, ternyata 1 lantai itu dipenuhi sama jasa-jasa pembungkus seserahan dan mahar. Ga 100% penuh sih, cuma lumayan banyak pilihannya. Dan sayangnya, toko yang direkomendasikan oleh wedding blog tadi rameee banget. Mik malas menunggu, jadi kita keliling-keliling untuk nyari yang kira-kira pilihan kotaknya banyak dan seni menghiasnya bagus.
Soalnya setiap toko pasti cara menghiasnya beda. Ada yang bunganya meliuk-liuk, ada yang gapake bunga, dll dll. Nah akhirnya ketemulah toko yang orang penjualnya ramah, mau menyarankan kotak-kotak bagus, dan available. Sayangnya gw lupa berapa ongkos bungkusnya. Kalau ga salah 35-50rb per kotak. Bahkan ada yang 70rb. Tapi jangan khawatir, di setiap toko juga gitu kok kecuali ditawar.
Setelah milih-milih kotak yang cukup lama (banget), karena lagi-lagi gw orangnya pemilih banget, kita kelaparan dan keluar dari sana. Rencananya kita ke toko cincin dulu sebelum mereka tutup. Setelah grafir cincin, kita mulai berputar otak mau makan apa.
Seperti biasa, Zomato jadi acuan. Setelah melihat nilai paling tinggi di area sekitar sana, akhirnya kita putuskan untuk makan masakan Arab, di Al Jazeerah. Dengan kuatnya gw bilang ke Mik, kalau lebih baik kita jalan kaki aja daripada pindah-pindah mobil. Jaraknya 1-2 km, kecil lah apalagi gw baru dari Singapur, masih kerasa lah hawa pedestrian nya. Akhirnya kita jalan kaki ke Raden Saleh.
Ok call me cheesy, or hopeless romantic. Gw ngerasa momen jalan kaki di Jakarta siang-siang bersama calon suami itu, romantis. Ga pegangan, ga sebelahan, karena jalanannya juga ga seluas itu. Ngobrol juga sekenanya karena itu Jakarta siang hari alias ribut. Tapi tetep aja rasanya beda haha.
Saat sampai di Al Jaazeerah, kita makan heboh. Nasi briyani, kambing bakar, huhah semua dilahap. Enak banget! Oh iya, tempatnya juga ga kayak restoran biasa, dengan beruntungnya kita dapet spot yang bisa ngampar/bersila. seolah-olah banget deh kayak di Arab, padahal belom pernah. Nice resto to have lunch!
Kami kongkow cukup lama, sampai sore, karena nungguin orang bungkusin seserahan lebih baik di tempat lain daripada duduk di kursi plastik di tokonya. Setelah gatau lagi mau ngapain, akhirnya kita balik ke tempat bungkus seserahan tadi, jalan kaki lagi.
Sesampainya disana, ternyata bungkusan kita belum selesai. Dan lagi, kotaknya ga sesuai sama pilihan. Haadooh selalu aja ada deh yang kayak gini.. Gw protes dan tetep kekeuh dengan kotak pilihan gw. DIgantilah semua kotak yang udah terbuat, dan kami terus menunggu sampai selesai. Ogah dong bolak balik cikini demi seserahaan..
Well, bungkus seserahan ini relatif terlalu cepat bagi rata-rata capeng. Kira-kira 2 - 3 bulan sebelum nikah kita udah siap terjejer seserahannya, dihinggapi oleh debu-debu tentunya. Tapi gapapa, yang penting ceklis nikahannya satu-satu beres, dan ga ribet di akhir tentang hal yang berkaitan dengan orang lain yang belum tentu bisa diandalkan.
Saran gw: dateng pagi, sebelum para capeng bergerilya membungkus-bungkus barang mereka. Bungkus gapapa di Cikini aje, ga usah yang mahal-mahal macem nyewain kotak dll. Ga guna serius. Di foto juga yaudah gitu weeh.
Selanjutnya gw akan kasih tau betapa ga terlalu bergunanya tuh seserahan didekor niat-niat.
Key, Bye!









