Wah Sudah mulai musim BC seperti ini lagi saudara² ku :
Assalamualikum.. mohon maaf mengganggu sejenak. Puasa rajab di mulai 9 april.
puasa 1 hari seperti puasa setahun .
puasa 7 hari ditutup pintu² neraka jahannam .
puasa 8 hari dibuka pintu 8 surga .
puasa 10 hari dikabulkan segala permintaannya .
Dan barang siapa yg mengingatkan tentang ini seakan ibadah 80 tahun. yuk puasa \=D/ O:) wassalamualaikum🙏
Umm. gimana sih cara kita menasehati seseorg yg nge BC seperti yang diatas
💡maka jawablah seperti ini :
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
Saudaraku sayang, apa yg dirimu sampaikan melalui bc barusan, tidaklah diteladani oleh Rasulullah.
Beberapa orang yang tidak baik memalsukan hadits utk landasan amalan tersebut.
Maka sebagai muslim yang baik sudah sepatutnya kita tidak turut serta dalam amalan tersebut. Apalagi faidah ² yang tertuliskan tersebut adalah palsu.
Maafkan diri ini membantu mengingatkanmu...
Karena Rasulullah memberi teladan bahwa sebagai muslim kita harus saling mengingatkan dlm kebaikan dgn cara yang ahsan(baik) juga.
Dan amal di bulan rajab akan diberi pahala 70 kali lipat. Adakah anjuran secara khusus puasa awal Rajab?
Hadits Tentang Puasa Rajab
Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits yang menunjukkan keutamaan puasa Rajab secara khusus tidaklah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 213). Ibnu Rajab menjelaskan pula, “Sebagian salaf berpuasa pada bulan haram seluruhnya (bukan hanya pada bulan Rajab saja, pen). Sebagaimana hal ini dilakukan oleh Ibnu ‘Umar, Al Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq As Sabi’iy. Ats Tsauri berkata, “Bulan haram sangat kusuka berpuasa di dalamnya.” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 214).
Ibnu Rajab kembali berkata, “Tidak dimakruhkan jika seseorang berpuasa Rajab namun disertai dengan puasa sunnah pada bulan lainnya. Demikian pendapat sebagian ulama Hambali. Seperti misalnya ia berpuasa Rajab disertai pula dengan puasa pada bulan haram lainnya. Atau bisa pula dia berpuasa Rajab disertai dengan puasa pada bulan Sya’ban. Sebagaimana telah disebutkan bahwa Ibnu ‘Umar dan ulama lainnya berpuasa pada bulan haram (bukan hanya bulan Rajab saja). Ditegaskan pula oleh Imam Ahmad bahwa siapa yang berpuasa penuh pada bulan Rajab, maka saja ia telah melakukan puasa dahr yang terlarang (yaitu berpuasa setahun penuh).” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 215).
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Setiap hadits yang membicarakan puasa Rajab dan shalat pada sebagian malam (seperti shalat setelah Maghrib pada malam-malam pertama bulan Rajab, pen), itu berdasarkan hadits dusta.” (Al Manar Al Munif, hal. 49).
Penulis Fiqh Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata, “Adapun puasa Rajab, maka ia tidak memiliki keutamaan dari bulan haram yang lain. Tidak ada hadits shahih yang menyebutkan keutamaan puasa Rajab secara khusus. Jika pun ada, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan dalil pendukung.” (Fiqh Sunnah, 1: 401).
Sebagaimana dinukil oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah (1: 401), Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Tidak ada dalil yang menunjukkan keutamaan puasa di bulan Rajab atau menjelaskan puasa tertentu di bulan tersebut. Begitu pula tidak ada dalil yang menganjurkan shalat malam secara khusus pada bulan Rajab. Artinya, tidak ada dalil shahih yang bisa jadi pendukung.”
Syaikh Sholih Al Munajjid hafizhohullah berkata,“Adapun mengkhususkan puasa pd bln Rajab, mk tdk ada hadits shahih yg menunjukkan keutamaannya atau menunjukkan anjuran puasa saat bln Rajab. Yg dikerjakan oleh sebagian org dgn mengkhususkan sebagian hari di bln Rajab u puasa dgn keyakinan bahwa puasa saat itu memiliki keutamaan dari yg lainnya, mk tdk ada dalil yg mendukung hal tersbt.” (Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 75394)
Puasa Hari Tertentu dari Bulan Rajab
Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya, “Diketahui bahwa d bulan Rajab dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Apakah puasa tersbt dilakukan di awal, di tengah ataukah di akhir.”
Jawaban dari para ulama yg duduk di komisi trsebut, “Yg tepat, tdklah ada hadits yg membicarakan puasa khusus di bulan Rajab selain hadits yg dikeluarkan oleh An Nasa-i dan Abu Daud, hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari hadits Usamah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tdklah prnh melihatmu berpuasa yg lebih bersemangat dari bulan Sya’ban.” Beliau bersabda, “Bln Sya’ban adlh waktu saat manusia itu lalai, bulan trsbt terletak antara Rajab dan Ramadhan. Bulan Sya’ban adlh saat amalan diangkat pada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karnanya, aku suka amalanku diangkat sedangkan aku dlm keadaan berpuasa.”
(HR. Ahmad 5: 201, An Nasai dalam Al Mujtaba 4: 201, Ibnu Abi Syaibah (3: 103), Abu Ya’la, Ibnu Zanjawaih, Ibnu Abi ‘Ashim, Al Barudi, Sa’id bin Manshur sebagaimana disebutkan dalam Kanzul ‘Amal 8: 655).
Yg ada hanyalah hadits yg sifatnya umum yg memotivasi untuk melakukan puasa tiga setiap bulannya dan juga dorongan untuk melakukan puasa pd ayyamul bidh yaitu 13, 14, 15 dari bulan hijriyah. Juga dalil yg ada sifatnya umum yg berisi motivasi untuk melakukan puasa pd bln haram (Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Begitu pula ada anjuran puasa pd hari Senin dan Kamis. Puasa Rajab masuk dlm keumuman anjuran puasa tadi. Jika engkau ingin melakukan puasa di bulan Rajab, mk pilihlah hari-hari yg ada dari bulan tersbt. Engkau bisa memilih puasa pada ayyamul bidh atau puasa Senin-Kamis. Jika tidak, mk waktu puasa pun bebas tergantung pilihan. Adapun pengkhususan bulan Rajab dgn puasa pada hari tertentu, kami tdk mengetahui adanya dalil yg mensyari’atkan amalan tersebut. Hanya Allah yg memberi taufik. Shalawat dan salam kpd Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya
Rajab dipercaya sebagai tanggal terjadinya Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ternyata, ada sebagian orang yang berpuasa khusus di hari itu dengan alasan bahwa hari itu adalah hari Islam, di mana Allah SWT memberi anugerah besar kepada Rasulullah dengan Isra’ Mi’raj yang terjadi pada hari itu.
Bagaimana sesungguhnya puasa 27 Rajab itu, adakah dalilnya? Berikut jawaban Syaikh Dr Yusuf Qardhawi yang beliau tulis dalam Fiqih Puasa:
Semua ini tidak ada dalilnya dalam syariat puasa. Allah SWT telah memerintahkan kaum muslimin untuk mengingat nikmat besar yang dianugerahkan kepada mereka, sebagaimana nikmat dalam Perang Ahzab.
Ingatlah nikmat Allah kepada kalian, ketika datang pasukan-pasukan kepada kalian, maka Kami utus angin dan pasukan tak terlihat untuk menghancurkan mereka” (QS. Al Ahzab : 9)
Meskipun demikian, mereka tidak pernah mengingat hari-hari ini. Semua melupakan nikmat ini, tenggelam oleh nikmat syawal dan lain-lain.
Dalam Zaadul Ma’ad, Ibnu Qayyim Al Jauziyah berkata, “Para sahabat dan tabiin tak pernah mengkhususkan malam isra’ dengan amalan tertentu, tidak pula memperingatinya dengan acara tertentu. Oleh karena itu, tidaklah malam isra’ dianggap sebagai malam yang paling utama bagi Rasulullah.”
“Tak ada dalil yang diketahui tentang bulannya (terjadi isra’ mi’raj), tentang sepuluh harinya, apalagi hari H nya. Bahkan nukilan tentang itu semua terputus riwayatnya dan saling berselisih. Tak ada yang qath’i tentangnya dan tak ada syariat bagi umat Islam untuk mengistimewakan malam (27 Rajab) itu dengan shalat atau lainnya.” Dengan demikian, meskipun malam 27 Rajab telah termasyhur sebagai malam Isra’ dan Mi’raj, sesungguhnya tak ada dalil tentang itu. Jadi, demikianlah puasa 27 Rajab atau puasa Isra’ Mi’raj. Syaikh Dr Yusuf Qardhawi telah menerangkan bahwa puasa itu tak ada dalilnya
Afwan bagi saudara2ku yang tak sependapat dengan postingan diatas, kembali kepada pemahaman masing2.. Karena ini berhubungan dengan fiqh kelompok2 yg memang ada dalam Islam..
Tp, mohon jgn jadikan perbedaan tsb sbg pemecah persaudaraan kita, yaa .. 😊😊 kalo niatnya mengingatkan untuk memicu agar berlomba2 mencari pahala dibulan Rajab yang jatuh pada tanggal 9 April 2016, itumah gapapa. Tapi jangan jadikan patokan jika hari ke satu, hari ketiga, hari kesepuluh dan seterusnya punya keistimewaan tersendiri. Puasa pas yaumul bidh dan puasa senin-kamis pada bulan Rajab sangat dianjurkan 😊🙏🏻🙏🏻😊
Wallaahu'alam bis shawab ...
Doa Nabi Muhammad SAW ketika memasuki bulan Rajab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya'baana wa ballighnaa Ramadhaan”
(Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami dengan bulan Ramadan)