Kecup(an) Hangat
Hangat nan dingin sekaligus menepi angan halusinasiku.
Terekam memori, terbesit asa.
Tak terhiraukan space.
Tak terbebani massa.
Tapi alangkah baiknya tuk memutar waktu.
Dekat sementara, bual memekik.
Hey kau...
Kemana saja?
Aku rindu.
Melihat matamu yg tersembunyi dibalik pipi.
Memang, waktu itu hanya alibi belaka.
Tapi membekas melewati relung nadir.
Ah, kau ...
Alinea jingga memesan 1 untuk mu.
Tolong,
Mendekat dan jangan pergi kemana-mana.






