Dermaga itu dibuat tenggelam.
Tersisa tuk menjelang,
Bukan tuk menghilang.
Pe-RAYA-an per-JALAN-an itu pun mulai terkesima,
Mendukung tanpa permisi.
Menghilang dgn ambisi.
seen from Russia

seen from Maldives

seen from China
seen from Germany
seen from China

seen from China
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from China

seen from United Kingdom
seen from China
seen from China
seen from China
seen from China
seen from China
seen from China
seen from China

seen from China
seen from China
Dermaga itu dibuat tenggelam.
Tersisa tuk menjelang,
Bukan tuk menghilang.
Pe-RAYA-an per-JALAN-an itu pun mulai terkesima,
Mendukung tanpa permisi.
Menghilang dgn ambisi.
Jika aku mau
Terlaksana dari tantangan yg merajut
Membina menjulurkan hingga memendam
Menangkis tersirat nya kalbu
Bisa saja
Menarik ujung ego terkeras
Tantang kembali pirasat halus yg sudah membatu
Tapi,
Buat apa ?
Andai merasa
Andai melebur
Andai dapat membina dgn baik
Tuan,
Kadang berpikir, kau terlalu mudah terelakkan.
Hahahaha
Tak sedang ku mencari
Tak mengapa
Hanya saja
Ku ingin dicari
Oleh mu
Pemikat yg memikat ikatan terkuat.
Kecup(an) Hangat
Hangat nan dingin sekaligus menepi angan halusinasiku.
Terekam memori, terbesit asa.
Tak terhiraukan space.
Tak terbebani massa.
Tapi alangkah baiknya tuk memutar waktu.
Dekat sementara, bual memekik.
Hey kau...
Kemana saja?
Aku rindu.
Melihat matamu yg tersembunyi dibalik pipi.
Memang, waktu itu hanya alibi belaka.
Tapi membekas melewati relung nadir.
Ah, kau ...
Alinea jingga memesan 1 untuk mu.
Tolong,
Mendekat dan jangan pergi kemana-mana.
Tanpa tersadari,
Ternyata memory nya sudah hilang.
Tentu dgn tanpa ketersengajaan.
Malam itu seketika semua hilang,
Oleh org yg menyapa tak terkenali pasti.
Part 1 ~ Judul : GAK MAU !
Terlintas memory yg sudah lama hilang,
Tentang ego, kebutuhan dan firasat yg membuyar.
AKU GA MAU, ASAL PILIH ORANG !
Banyak pemikiran orang-orang yg menepi.
Tertutup atau terlalu terbuka, itu benar adanya.
Dengan konteks yg berbeda pula.
Untuk orang, aku sgt pemilih untuk memilih,
Mengajak untuk yg terajak,
Melepas untuk yg terlepaskan.
Dan tentunya,
Menghubungi untuk yg berhubungan.
Lainnya.
Yaaa, itu fitrah nya manusia bukan?
Aku ga mau salah tuk memilih -lagi-
Semua terekam dlm memory.
-lain cerita-
Banyak orang-orang di sekitar kita ambil langkah mengakhiri untuk mengawali sebuah perawalan baru.
Tapi pada tahap kenyataannya, dlm kehidupan mereka, mengakhiri -lagi- untuk perawalan baru dgn subjek yg berbeda.
Sungguh, tak punya hati jika harus ku bilang.
Setelah ikatan suci terucap, seharusnya mereka lebih mendominasi, tapi nyata nya?
Hanya bualan manis, jijik !
Tak terpikirkah kalian,
Seberapa lama, kami, wanita, memikirkan-memilih untuk penantian hingga alam Mahsyar nanti?
Egois untuk kewibawaan mu, tuan !!
Keplinplanan yg ceroboh.
Tak berkomitmen untuk harga diri, malah untuk harga mati yg selalu tak konsisten.
-lain cerita-
Dalam malam, tangisan itu tersedu iramanya.
Penyebab yg sama, akhir yg tak habis pikir.
Tuan,
Jika kau sudah lakoni sebuah peranan,
Haruskah riset dilakukan?
Berperan lah dgn apik,
Hingga alam mendukung mu,
Atau bisa jadi,
Alam kan membumi balikan dirimu ke dalam setiap acuan yg kamu ambil.
-pikir saja-
Semakin menakutkan,
Aku berpikir ttg mu, Tuan
Lain cerita dari cerita-cerita yg lain
Membuat fatamorgana melukis dgn indahnya.
Sungguh
AKU GA MAU SEMUA INI HANYA MAMPIR !
Jika memang iya,
Semoga kan terkabul apa yg disemogakan.
Jika kau sempat membaca ini, dan tak mengerti,
Itu wajar,
Karena dirimu hanya "topeng" yg apik
Jadi, tak kan mengerti.
Terimakasih,
Sebelum berikrar, ku inginkan kau meraih komitmen hidup yg sempat membayang.
Tolong ambil alih dimensi peranan mu dgn benar.
Hangat Bak Sengatan
Jika ditelisik lebih dalam,
Ruangan mu mungkin sudah penuh,
Tentu dengan buaian indah merayu.
Jika diselami lebih jauh,
Ingatan mu akan membuyar,
Bagai tumpahan cat merah muda jatuh dari langit-langit biru tangga.
Jika dilalui lebih intens,
Mungkin larangan itu terlalui,
Itu pun jikalau kau tak memegang kunci yg benar.
Jika diralat langsung,
Mungkin akan terperangah,
Menoleh ke arah berlawanan dari sudut berdiri mu, wahai temaram remang.
Dan
Jika diperingati tuk menepi,
Mungkin akan berontak,
Kala ribuan penglihatan dihalangi belukar liar yang tumbuh sembarangan.
Sekali lagi,
Jika diusik,
Goresan nya akan melepuh,
Terlebih oleh orang-orang di sekitar mu.
Wahai sosok pembangkit dahaga,
Sudah kah menyadari ?
Itu semua omong kosong,
Yang dilakukan oleh bagian kepintaranmu,
Yaaaa
Tentu dapat meredam tapi akan tersibak.
Jika hal itu benar adanya,
Haruskah ia atau dia ?
Sebagai pelerai imajinasi mu .
Sadarlah
Rengkuhlah
Menepi lah di penghujung doa
Teruntuk tinta darah yg membekas.
Jika mengunjungi,
Kan kau dapatkan peluru nadir,
Yg sudah sekian lama terjerembab.
HANGAT MENDIDIH