Diterjemahkan dari The Prophet. Alfred A. Knopf, Inc., New York, 1923. Karya Kahlil Ghibran
Cetakan Pertama, April 2017
Penerjemah: Sapardi Djoko Darmono
Diterbitkan oleh Penerbit Pustaka.
Jumlah Halaman: vii + 120 hlm. 18 cm.
Almustafa, pandangan pertama pada buku ini adalah tertuju pada nama besar kahlil Ghibran dan Sapardi Djoko Darmono sebagai penerjemah.
Maka bingung saja diriku akan memuji Kahlil atas karyanya yang indah ini, atau pada Sapardi Djoko atas reprentasi cerdasnya melalui terjemahan yang sangat indah dan baik ini. (karna ku yakin tidak semua orang bisa menerjemahkannya sesuai dengan apa yang kahlil ingin sampaikan pada pembaca).
buku ini berisi 26 esai puitis.
kerangka naratif disusun ketika sang tokoh bersiap naik ke kapal yang akan membawanya pulang ke negri asalnya setelah 12 tahun berada di negeri asing. ia dihentikan oleh sekelompok masyarakat yang masih rindu dengan hikmahnya. lalu turunlah percakapan-percakapan dan nasihat-nasihat berbagai maslahat.
setiap topik yang ingin disampaikan kahlil begitu halus sampai pada kita, begitu pula sindiran-sindiran halusnya pada berbagai problema takkan terasa sebagai skeptisme.
dengan Almustafa ia tidak mendoktrin pembaca pada apa yang ia inginkan dari nasihatnya. ia membiarkan pembaca mencari makna dari setiap kata dalam kalimat, lalu meresapinya pada hikmat yang dituju. dan ini tentu hasil dari karya tangan baik pada penyusunan kata dan perancangan alur besar cerita.
kuberi sedikit gambaran yang kumaksud :
ini baru satu halamannya.
sebagai penutup, buku ini manis. tak ada kesan buruk yang bisa kudapatkan.
sangat disarankan bagi yang ingin mengenal Kahlil dan bercengkrama dengan karyanya. walaupun sudah banyak bertebaran hasil copy tulisan-tulisannya pada wattpad atau website-website internet, namun memegang buku ini sungguh terasa berbeda.
karena fisiknya yang kecil dan ringan, buku ini sangat tepat berada dalam tas daily; menjadi teman baca ketika sedang menunggu suatu atau sedang perjalanan jauh (foto diatas pun ketika aku sedang berada di bus).
btw, masih ada karya kahlil : Sayap-sayap patah dan Yesus Anak Manusia yang diterjemahkan juga oleh sapardi Djoko.
boleh setuju,boleh tidak atas review singkat ini.