Cerita dari Cibungur (day 2)
Anak-anak kampung Cibungur yang sedang disuruh foto candid oleh ibu Wakil Ketua AMB 3 di Taman Baca Masyarakat Kampung Cibungur.
Kesan hari kedua : hectic. Semua persiapan rasanya sudah matang, semua barang sudah dipersiapkan dari Bandung, tapi tetap saja namanya di lapangan semua jadi kacau.
kira-kira ini percakapan di TBM pukul 8 pagi : ‘ih ini kertas dimana’ ‘itu lab kit yang minjem disimpen dimana ya?’ ‘materi udah siap belum?’ ‘nanti teknisnya gimana? mau pake kelas apa?’
Semua pengajar menyiapkan bahan ajarnya, dan yang paling hectic kelas puisi. Rina, pengajar puisi, baru ditunjuk H-1 kami pergi ke Cibungur. AJdi Rina pagi-pagi masih mencari materi untuk kelas puisi. Keren emang,dengan jangkauan sinyal yang naudzubillah (percayalah, jika Anda memiliki ponsel android, Anda puasa sinyal).
Kiri ke kanan : Sri (kelas 11), saya (kelas 12; mohon maaf kondisi muka saya yang tidak terkondisikan), Hilma (kelas 3 SD)
Seperti yang saya katakan sebelumnya, kelas gambar penuh. Penuh dan saya hampir kelabakan menyiapkan kelasnya seperti apa. Krayon hanay disiapkan untuk 12 anak, dan yang datang ada 20 anak, belum lagi ada yang rebutan, alhamdulillah Sri mengondisikan anak-anak supaya tidak thowaf (lari-lari berputar-putar di kelas) dan bisa duduk melingkar dengan tertib.
Say memutarkan video tentang cita-cita. Kenapa? Karena setelah ditelusuri, banyak anak-anak SMP di sini belum tau ingin apa ke depannya. Jangankan SMP, anak SMA pun masih bingung ke depannya ingin seperti apa.
Maka saya harap setelah saya berikan motivasi kepada adik-adik unyu ini, mereka akan menjalani kehidupan mereka di Cibungur dengan tujuan yang jelas.
Kelas sains Gerakan Membangun Desa. Yang dikacamata namanya kang Romi, yang sumringah namanya Iqbal. Duo ini pengajar kelas sains.
Saya senang ada kelas sains, karena mereka menggunakan peralatan laboratorium dasar dan memang seharusnya diajarkan. Jadi jika kelak mereka menggunakan laboratorium mereka tidak akan canggung lagi.
Maaf hanya kelas gambar dan kelas sains yang dipajang fotonya. Yang lainnya saya tampilkan di Cerita dari Cibungur day 3











