Yang Tulus Memintamu Bersabar
Cinta sejati tak ubahnya perasaan ragu yang lambat laun menjadi yakin. Karena, di masa muda, kita berharap semua jawaban itu ada di depan. Tapi makin dewasa, kita memahami bahwa perasaan itu dibangun perlahan, bersama-sama.
Melewati berbagai macam cobaan di atas kesepakatan. Melakukan tata ulang setelah terhantam berbagai realita.
Jangan dulu merasa sia-sia padahal kamu belum berjuang. Hanya mengharapkan semuanya telah matang sebagaimana kamu harapkan. Kamu harus memasaknya sendiri. Marahmu rasa agar tepat sesuai dengan yang kamu ingin rasakan.
Sebuah refleksi tentang cinta sejati yang berkembang lambat, membutuhkan kesabaran, proses "memasak" perasaan sendiri melalui cobaan dan realita, bukan instan, serta mengajarkan bahwa perjuangan itu perlu sebelum berharap matang.
Semua itu bukan tidak mungkin, tapi maukah kamu bersabar?









