Senja
-
Sore kemarin, seperti biasa, langkah kaki menuntun saya untuk beranjak dari kursi ruang tengah menuju halaman belakang rumah, seperti gerakan refleks tiap kali saya mendengar kaset lantunan syahdu seorang qori’ yang selalu diputar masjid seberang, menandakan waktu maghrib segera tiba. Mata seakan tak mau kalah oleh langkah kaki, terus menengadah tak sabar ingin melihat lautan gradasi warna. Senja di belakang rumah, yang akan muncul sebelum maghrib tiba, selalu begitu damai dan menenangkan, selalu akan membuat saya rindu tiap kali berutinitas kembali di luar Bantaeng.
Rabbi, mengapa ciptaanMu yang satu ini selalu membuat insan yang memandanginya jatuh?
Selalu ada rasa syukur yang terselip saat memandangi siluet objek yang berada di depan mata, selalu ada rasa kagum yang mengawang tiap kali mata menelusuri warna-warna awan yang mentari munculkan saat ia mulai tenggelam.
Senja, satu dari banyak ciptaanNya yang siap membuat mata mu terbelalak karena kagum.










