Day 24, quick sketch of Analisa.
An modified AresAthena no.6 model with parts of the 7th and 8th model.
Optimised for transforming into rotorwinged aircraft
seen from United States

seen from United States
seen from Denmark

seen from United States
seen from Denmark
seen from China

seen from Germany
seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Argentina
seen from Yemen
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from South Korea

seen from Singapore
seen from United States
Day 24, quick sketch of Analisa.
An modified AresAthena no.6 model with parts of the 7th and 8th model.
Optimised for transforming into rotorwinged aircraft
Ana’s birthday
[prev]
I hope Lionel doesn’t mind that we’re having a party outside his tent.
No es solo vivir, es sentirse vivo
sad-thoughts-532
analisa and babs! some newish ocs
Menganalisa Efektifitas Bantal Tidur di Kereta Api
Kereta api merupakan salah satu transportasi yang paling banyak diminati sekarang ini. Apalagi setelah pergantian branding KAI beberapa tahun belakangan ini. Diawali dari perubahan logo yang kaku menjadi lebih dinamis, kemudian semuanya pun ikut berubah ke arah yang lebih baik. Jadwal yang lebih jelas dan on time, fasilitas yang semakin meningkat, dan sebagainya (kalo kalian sering naik kereta pasti tahu perubahannya apa saja).
Tapi kali ini saya gak membahas soal perubahan-perubahan itu. Saya ingin membahas satu hal yang sangat fundamental dalam hidup ber-kereta api-an. Yaitu, bantal kereta api. Fyi, jangan dibayangkan bantal ini literally kayak bentuk bantal yang biasa kamu pake tidur ya, yang empuk dan gemuk. Bukan, bukan kayak gitu. Bantal disini tuh bentuknya kotak persegi panjang, rata, gak gemuk seperti bantal kebanyakan. Mau disebut bantal, tapi kok gak nyaman. Mau disebut ganjel, kok ya kesannya kayak jelek banget. Atau lebih kayak bantal-bantal yang biasa didudukin supir biar duduknya makin empuk itu lo. Ya kayak gitu.
Bantal di kereta api ini disewakan buat para penumpang untuk membantu tidur mereka menjadi lebih enak, nyaman, dan nyenyak. Itu harapannya. Tapi kenyataannya?
Banyak yang bingung gimana seharusnya memposisikan si bantal ini biar membantu tidur kita. Saya sendiri malah lebih banyak menghabiskan waktu untuk mencari posisi yang pas buat si bantal dan kepala saya agar bisa rukun sampai terlelap dengan nyenyak. Sekali waktu, bantalnya saya sandarkan di jendela dan kepala saya bersandar di sampingnya. ah, cuma bertahan 30 menit. Posisi punggung dan bokong yang miring akhirnya membuat saya usrek-usrek karepe dewe. Ganti lagi. Bantalnya dipeluk di depan, anggap saja itu kayak guling meskipun bentuknya kotak, bukan panjang. Bantalnya berfungsi buat penyangga kepala, biar gak jatuh dan bikin sakit tulang leher. Tapi juga gak bertahan lama. Ganti lagi. Bantalnya ditaruh di belakang buat senderan punggung. Eh ternyata gak cukup sampe kepala, hasilnya kepalanya malah ndangak ke atas. Leher sakit. Gak sampe 5 menit, ganti posisi lagi. Sekarang bantalnya ditaruh di bawah. Dibuat duduk. Malah aneh. Ganti lagi. Bantalnya ditaruh di depan, ditekuk jadi dua buat penyangga kepala. Eh lakok gak enak. Ganti lagi. Ganti lagi. Gitu terus deh.
Ya gitu emang kenyataannya siklus tidur di Kereta Api. Itu kalo pas duduknya di sebelah jendela ya. Bayangin betapa ribetnya kalo duduknya gak di pinggir jendela tapi di pinggir jalan tengah itu. Apa iya bantalnya mau ditaruh di samping disandarin di penumpang sebelah kita? So sweet banget sih. Yang ada malah dianya risih sambil ngomel-ngomel gak jelas. Mau negur kok ya kasihan anak ini ngantuk, mau gak ditegur malah nyusahin diri sendiri. :))
Eh tapi bantal yang bentuk kotak gak jelas ini cuma buat kelas bisnis dan ekonomi aja ya. Kalo buat kelas eksekutif, udah otomatis dapet bantal, tapi kecil. Bentuknya lebih bantal banget daripada bantal yang disewakan. Penggunaannya sih, masih sama agak bikin bingung sih sebenernya, tapi masih mending lah ya. Hehe.
Yah, begitulah sekelumit analisa saya. Kalo kalian, posisi favoritnya kayak gimana?
ice cavern near the hoosac tunnel. north adams, mass
Bersama Erdogan, Turki Menjelma Jadi “Negara Berkemanusiaan”
Bersama Erdogan, Turki Menjelma Jadi “Negara Berkemanusiaan”
Pada akhirnya, seruan Erdogan untuk melindungi umat Islam di seluruh dunia tetap menjadi momen penting dalam perjalanan kepemimpinan diplomatik Turki. Jika pun kemudian negara-negara Islam lainnya mengikuti jejak itu, maka standar Turki adalah “Negara Berkemanusiaan”.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2wq1nRK