#review2: Sumpah & Kiamat [Youtube Video: Tafseer An-Naziat Section 1 & 2 ]
Semakin banyak kita belajar, nonton video di Youtube, baca buku, diskusi, dengerin podcast atau apapun bentuknya, saya merasa kalo semua proses itu punya benang merah. Semua benang merah ini bermuara pada Al-Qur’an. Semoga Allah izinkan kita supaya terus mempelajari, menghidupi, dan menghidupkan Al-Qur’an.
Saya ingin rutin dengerin lectures nya ustadz Nouman, buat yang belum tau recommended buat subscribe bayyinah institute, worth pisan pokoknya. Penjelasannya make sense & deep tapi dikemas dengan bahasa yang ringan jadi bisa gampang dicerna.
Next inspirasi disurat ini ngejelasin tentang “sumpah & kiamat”, ustadz Nouman ngambil referensinya dari tafsir-tafsir predominant yang jumlahnya tidak sedikit beliau mempelajari 30-50 tafsir untuk memahami ayat ini. Pas awal lecture nya ustadz Nouman juga ngejelasin bahwa banyak banget presepsi dalam mentafsir Al-Qur’an, even pendapatnya beda-beda itu gak jadi masalah dan perdebatan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena ilmu Allah itu amat luas. Satu hadits menjelaskan kalo ilmu Allah dibandingkan dengan apa yang kita tahu di dunia ini, bagaikan air di lautan dan setetes air yang menetes di jari sesaat setelah kita celupin satu jari ke lautan, meskipun itu Albert Enstein, Nabi Sulaiman, atau Rasulullah SAW sekalipun, masyaAllah.
Bedanya kita dengan umat Rasulullah adalah, yang reciting ayat Allah pada saat itu adalah Rasulullah langsung. Jadi setelah dibacakan ayat Rasulullah tidak menjelaskan bahwa pengertian dari ayat ini adalah begini-begini dst. Rasulullah membiarkan para sahabat untuk mencerna ayatnya masing-masing, namun tetap dalam base yang sama menuju ridha Allah. Bahkan Rasulullah sering mengupulkan para sahabat buat diskusi, meminta pendapat mereka tentang suatu masalah, dan pastinya pendapatnya beda. Kita tahu bagaimana karakter Umar dan Abu Bakar itu saling bersebrangan tapi Rasulullah tidak pernah mempermasalahkan itu. Hikmahnya adalah Ilmu Allah itu luas dan manusia terbatas, tapi Allah jamin semua hambaNya itu akan mengerti tentang Al-Qur’an by theirselves, by their ownway asalkan masih dalam base yang sama. Karena Al-Quran itu mudah (QS.54:17). Kebenaran itu hanya ada pada Allah, kita manusia berusaha kearah itu sekemampuan yang kita punya (QS.2:147).
Hari ini kita lihat banyak perbedaan pendapat tentang tafsir pun itu tidak harus jadi masalah, menurut saya itu membantu kita untuk diving into deep conclusion. Kalo kata ustadz Nouman yakini apa yang membuat kita yakin dan jangan permasalahkan perbedaan.
Subsequences, masuk ke ayat pertama di surat ini Allah bersumpah tentang malaikat yang mencabut dengan keras dan lemah lembut. Kalo transliterationnya bahasa Indonesia disitu ada penjelasan dalam tanda kurung (nyawa), jadi yang dicabut itu adalah nyawa, kalo kamu yakinnya itu ya yakini aja gak masalah. Tapi agak berbeda dengan tafsir-tafsir yang dibaca ustadz Nouman, saya gak akan bahas satu-satu karena kalo ditulis gak akan muat satu post, jelasnya bisa langsung ke TKP nonton langsung video nya.
Biasanya, Allah membuat sumpah di awal ayat tujuannya supaya manusia aware dengan apa yang Allah akan katakan di ayat selanjutnya. Uniknya di ayat ini setelah Allah bersumpah, Allah gak nyampein apa-apa. Maksudnya apa yang dijadikan sumpah itu gak nyambung dengan apa yang Allah firmankan setelahnya. Terus maksud Allah apa? Allah jamin kalo Al-Qur’an ini mudah dan itu pasti benar, pasti ada jawabannya.
Surah An-Naziat, Verse 1-5:
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا
By those (angels) who pull out (the souls of the disbelievers and the wicked) with great violence;
وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا
By those (angels) who gently take out (the souls of the believers.
وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا
And by those that swim along (i.e. angels or planets in their orbits, etc.).
فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا
And by those that press forward as in a race (i.e. the angels or stars or the horses, etc.).
فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا
And by those angels who arrange to do the Commands of their Lord, (so verily, you disbelievers will be called to account).
Via iQuran
Setiap Allah bersumpah atas sesuatu bisa dipastikan kalo apa yang disumpahkan itu sudah diketahui oleh semua manusia. Misalnya Allah bersumpah akan waktu, matahari, waktu dhuha, dsb. tentunya kita gak asing dengan itu semua, kita bisa observasi pada apa yang Allah jadikan sumpah. Tapi berbeda di ayat ini Allah bersumpah dengan sesuatu yang kita perlu mikir dulu untuk tahu apa yang sedang Allah sumpahkan.
Conclusionnya di lecture ini ayat 1-5 adalah perumpamaan kuda dan pengedali kuda. Dijelaskan bahwa pengendali kuda yang mencabut/menarik tali pengendali kuda kebelakang. Dikatakan disitu caranya bisa dengan dengan keras dan dengan lemah lembut, kalo secara Arabic artinya mencabut sampai batas maksimum. Setelah kuda itu ditarik kebelakang melalui tali, apa yang kamu bayangkan setelah pengendali melepas talinya? Ya, selanjutnya kuda itu berlari amat sangat kencang.
Surah An-Naziat, Verses 6-14
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ
On the Day (when the first blowing of the Trumpet is blown), the earth and the mountains will shake violently (and everybody will die),
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ
The second blowing of the Trumpet follows it (and everybody will be raised up),
قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ
(Some) hearts that Day will shake with fear and anxiety.
أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ
Their eyes cast down.
يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ
They say: "Shall we indeed be returned to (our) former state of life?
أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً
"Even after we are crumbled bones?"
فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ
But only, it will be a single Zajrah [shout (i.e., the second blowing of the Trumpet)].
فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ
When, behold, they find themselves over the earth alive after their death,
Via iQuran
Next di ayat 6-14 dijelaskan topik yang berbeda yaitu tentang huru-hara hari kiamat dan reaksi orang-orang yang mengingkari adanya hari kiamat. 1-5 & 6-14 itu sepintas emang gak nyambung ya, kebayang kan? Jadi 1-5 nyeritain kuda dan pengendali, sedngkan 6-14 nyeritain kiamat.
Jadi kenapa begitu? Penjelasannya adalah kalo ayat 1-5 itu adalah perumpaam bagaimana Allah menahan dan menjaga bumi ini seperti pengendali kuda. Pengendali kuda menahan kudanya dengan menarik tali kendalinya kebelakang sehingga kuda itu diam dalam kendalinya. Alllah menahan bumi dan alam semesta ini supaya tidak bergoncang dalam kendalinya. Kemudian pada saatnya nanti akan Allah lepaskan tali kendali ini sehingga bumi dan alam semesta bergoncang dengan hebat, sebagaimana kuda tadi berlari kencang dengan sendirinya. Disini Allah tidak menjelaskan bahwa Allah akan menggoncangkan bumi, tapi bumi dan alam semesta ini akan bergoncang dengan sendirinya. Bisa dibayangkan bagaimana bumi ini selalu menahan beban dan kesakitan setiap kali manusia berbuat dosa. Relate sama sebuah postingan di timeline ig, kalo lautan itu selalu minta sama Allah untuk menhancurkan manusia dengan ombaknya, tapi Allah selalu meyuruh laut buat menahan keinginnanya sampai batas waktu yang Allah tentukan.
Bencana-bencana sekarang, dulu, dan yang akan terjadi itu bisa dipastikan akibat dari dosa manusia. Lebih-lebih lagi bencana hari kiamat kubro yang bencananya datang over and over sampai benar-benar gak ada lagi yang tersisa. Mungkin kalo bencana sekarang kita masih mikir kalo kita bisa menyelamatkan diri, ketemu tim rescue, dievakuasi ke panti penampungan dan seterusnya. Tapi hari itu manusia sangat takut dan tunduk. Grasp with they did in past, recognized that what they did was sin but they cant doing anything that day, except their eyes cast down. Kemudian di ayat 10-14 manusia mencoba menyangkal bahwa hari yang selalu mereka dustakan benar-benar terjadi. Mereka pengen setelah kejadian itu berhenti, mereka bisa hidup kembali seperti biasa. Seperti bencana hari ini yang bisa berlalu dan kembali normal lagi, tapi tidak di hari itu. Allahu’alam. Ya Allah lindungi kami, sekarang & nanti. Aamiin.
Sumber gambar: canva









