#review1: Problem Solving Skill [Book: Problem Solving 101-Ken Watanabe]
Excited banget saat tau cerita dibalik penulisan buku ini. Ken Watanabe namanya penulis dari buku ini. Ken ini adalah salah satu konsultan di McKinsey, salah satu perusahaan agency bergengsi kelas internasional. Ken kerja buat menyelesaikan tantangan bisnis perusahaan-perusahaan di dunia dengan seperangkat alat yang nanti bakal kita kupas “problem-solving tool”. Setelah enam tahun bekerja disana, tepatnya tahun 2007 Ken dapet kabar kalo di Negara asalnya yaitu Jepang perdana mentrinya menjadikan pendidikan sebagai agenda nasional yang fokus pada perbaikan sistem pendidikan. Isu utama yang lagi dibahas adalah perombakan system pendidikan dari “memorization-focused” ke “problem solving-focused”. Ken bilang “I felt compelled to do my part” Sejak saat itu Ken resign dari McKinsey buat ngajarin anak-anak dan nulis buku ini.
Preface buku ini ngejelasin gimana pentingnya gimana buat keputusan diantara pilihan-pilihan yang selalu ada selama manusia masih hidup. Terlepas dari usia, profesi, tingkat pendidikan, suku, agama, ras dan hal lain yang sangat subjektif.
"Whether the issue big or small, we all set goals for ourselves, face challenge, and strive overcome them” -Ken Watababe
Buat muslim tujuan dari penciptaan manusia itu adalah buat mengabdi (QS.51:56), tapi gimana kita mengabdi itu banyak caranya. Menurut QS.17:83-84 manusia bisa mengabdi sesuai dengan potensinya masing-masing. Pelajaran itu yang aku dapet dari Ken. Upaya kita buat optimalin potensi yang udah Allah kasih kita tentunya gak bisa sembarangan. Potensi ini pun gak berarti sempit bukan cuma talenta atau bakat, tapi setiap kejadian yang ada dan datang di hidup kita yang bakalan jadi flatform kita buat mengabdi. “Upaya” ini yang mau aku bagi berdasarkan bukunya Ken ini. Gimana caranya kita bisa buat keputusan efektif dan memuaskan dari ragam masalah yang kita hadapi.
Buku ini ditulis dengan gaya story telling khas anak-anak, tapi aku bakalan coba tulis konsep dasarnya. Bab awal buku ini ngejelasin tipe-tipe orang dalam menyelesaikan masalah. Ada lima tipe penyelesaian masalah menurut Ken:
1. Tipe pesimistis, menilai dirinya gak mampu buat menyelesaikan masalah akhirnya blunder dan gak bikin progress apapun buat menyelsaikan masalah.
2. Tipe kritikus, punya banyak ide buat nyelesain masalah, bahkan sempet juga mngkritik cara orang lain buat nyelesain masalah. Tapi idenya ini berhenti sampai di kepala, ga ada aksi nyata buat menyelesaikan masalah.
3. Tipe pemimpi, iya mimpi dia udah bercita-cita buat menyelesaikan masalah dan membayangkan gimana indahnya masalah itu bisa selesai. Tapi itu cuma mimpi.
4. Tipe “Go-Getter” (hiperaction), kebalikan dari tipe pesimis dia selalu optimis dan gak pernah nyerah buat nyelesain masalah. Dia selalu mau nyoba banyak cara untu mencapai goals nya, dia gak peduli apakah usahanya ini berada dijalan yang makin dekat sama tujuan atau malah menjauh. Sekalipun menjauh itu gak jadi masalah dia akan cari cara lain dan terus bergerak. Semangat! Tapi tipe ini paling capek, karena langkahnya belum strategic rawan nyasar. Lebih banyak aksi daripada mikirin cara aksi yang efektif.
5. Tipe “problem-solving kids”, tipe ini yang ingin dibentuk oleh Ken & diajarin ke anak-anak di Jepang sana. Tipe ini punya kecepatan eksekusi yang sama kayak “Go-Getter” tapi langkahnya sangat strategic. Tipe ini sangat tau dimana dia berada, sedang di tahap apa, mau kemana, dan langkah didepannya udah terencana dan terkontrol. Saat tipe lain blunder atau nyasar, tipe ini bakalan mencapai goal-goal kecilnya disetiap langkah menuju goal utamanya.
“if you never take action, you’ll never get any feedback from your attemps, and without feedback, you’ll never grow as problem solving kids”-Ken Watanabe
Nah disini dikasih contoh kasus seorang anak yang nilai matematikanya turun, selanjutnya tahapan diatas dibuat diagram akar masalahnya seperti ini:
Sekarang bisa diliat kan cara efektif apa yang bisa dilakukan? Meskipun masalahnya terlihat kompleks tapi kita bisa memecah masalah itu bagian demi bagian dan menyelesaikan dari akar masalahnya secara efektif.
Lalu tools kit kaya gimana yang dipakai oleh Ken? Kombinasi thinking & acting ini persis metode penelitian di TA atau skripsi. Ini basic banget tapi sering di skip karena dianggap ribet. Menurut Ken ada empat tahapan:
1. Iqra Situasi & Kondisi
Ditahap ini yang perlu dilakukan adalah buat list akar masalah yang potensial manjadi penyebab masalah.
2. Kaji Akar Masalah
Tahap ini adalah membuat uraian yang menjawab pertanyaan “why” yang menjadi hipotesis akar masalah. Setelah hipotesis nya dibuat lakukan test terhadap hipotesis itu, tujuannya buat memastikan apakah itu beneran akar masalah atau bukan. Jangan sampai menyimpulkan hanya berdasarkan dugaan subjektif.
3. Buat rencana aksi efektif
Di tahap ini yang dilakukan adalah merencanakan rancangan penyelesaian masalah. Buat list solusi yang variatif untuk menyelesaikan akar masalah. Selanjutnya buat skala prioritas aksi yang akan dilakukan. Terakhir buat rencana implementasi, buat step terinci supaya aksi yang direncanakan bisa benar-benar terimplementasi.
4. Eksekusi dan modifikasi sampai masalahnya selesai
Problem Solving Tool Box
Tool kit apa aja yang bisa dipakai buat merinci setiap tahapan supaya lebih jelas?
Logic Tree
Yes/No Tree
Plan Design Box
Pros & Cons
Beberpa catatan hikmah dari tiga cerita yang di tulis Ken:
1. Berhenti menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan sesuatu, lebih baik perbanyak habiskan waktu untuk berpikir tentang aksi yang bisa dilakukan.
2. Minta nasihat. Kita gak perlu menemukan jawaban itu sendiri, kita bisa cari & minta nasihat dari orang lain yang dianggap bisa kasih insight atau informasi, untuk ngebantu membuat keputusan terbaik dalam waktu yang ada.
3. Tantang diri kita dalam proses berpikir dan membuat kesimpulan.
Terakhir buat menguji kebenaran langkah yang sudah dibuat kita bisa uji dengan pertanyaan dibawah ini:
What are the pros and cons? Do I have the full list? Which option looks more attractive considering both the pros and the cons? Are the pros and cons really pros and cons? What actions could I take to enhance the pros and to minimize or eliminate the cons?
What are the specific criteria I should be using? Do I have the right ones? Am I weighting each criterion the right way?
Is my evaluation correct? What information am I basing my evaluation on? Is it accurate, up-to-date, and unbiased? What actions could I take to improve the attractiveness of my options?
"If you make problem solving a habit, you’ll be able to make the most of your talents and take control of your life. You can solve not only your own problems, but the problems of your school, your business, and your community—and maybe even the world." -Ken Watanabe
Sumber gambar: screenshoot e-book














