jika ada satu hal yang berjalan baik hari ini, maka hal itu adalah terjebak bersama ratusan buku dalam sergapan hujan di bumi Matraman

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Israel
seen from United States
seen from China

seen from Netherlands

seen from T1
seen from Martinique

seen from United Kingdom
seen from Poland

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from France

seen from Malaysia
seen from Belgium

seen from Canada
seen from Uruguay
seen from United States

seen from Netherlands
jika ada satu hal yang berjalan baik hari ini, maka hal itu adalah terjebak bersama ratusan buku dalam sergapan hujan di bumi Matraman
Matahari dan Bulan
kau tahu, langit hari ini menahan sendu. pucat dan gelap. seakan seluruh kesedihan dunia yang selama ini menggelayutinya tak sanggup lagi ditampung. langit siap meledak —menumpahkan hasil presipitasi indah bernama hujan.
kau tahu, awan hari ini begitu kompak. ia berarak pelan dan tenang, meski semua orang tahu ia menyimpan murka. kau tak lihat gradasi gelap yang melingkupi gugusan cumulonimbus itu? suram dan misterius. ia begitu pekat seolah tanpa dasar. menutup segala akses —menghalangi terjangan cahaya surya.
tapi entah bagaimana, kau bisa hadir di sini. kau —dengan cara misteriusmu— berhasil menghalau awan kejam dari atap rumahku. kau selalu bisa menemukan celah diantara rapatnya barikade kegelapan, lantas menghantarkan cahayamu menuju relung hatiku yang membatu.
dengan cahayamu, kau selalu bisa mencairkan bongkahan es itu. kau bisa menghangatkan hatiku yang membeku, membuka lagi lubang jendela yang sedari dulu ingin kukunci rapat-rapat.
kau —masih dengan cara misteriusmu— selalu berhasil menarikku dari lubang tak berdasar, lantas menghantarkanku menuju dunia mimpi tak berbatas.
aku merindukanmu. aku merindukan setiap jengkal pertemuan kita di masa itu. aku —merindukan segala hal tentangmu.
tapi kemudian, seperti halnya sebuah poros yang kembali diputar, aku menyadarinya. kita hanyalah dua orang yang dipertemukan di tempat dan kondisi yang salah.
kau seperti matahari dan aku adalah bulan. kau tahu, keduanya saling mengagumi —tapi tak akan pernah bisa bersatu.
cukuplah kau menjadi matahari yang selalu menerangi setiap jengkal kehidupanku. cukuplah kau menjadi penghangat di kala air langit menerpa keras tubuhku. cukuplah aku menjadi bulan yang akan memantulkan sinarmu ke penjuru angkasa —menghadirkan bintang lain yang siap menghangatkanmu dengan terangnya.
Berantakan
waktu berjalan begitu cepat belakangan ini. terlalu cepat malah. rasanya 24 jam takkan pernah cukup untuk menampung seluruh kegiatan yang harus saya lalui.
minggu ini adalah minggu yang sibuk bagi saya. banyak tugas menumpuk, sementara deadline sudah di depan mata. salahkan kebiasaan saya yang 'terlalu baik' mau menampung tugas-tugas yang seharusnya menjadi konsumsi khalayak (mohon interpretasikan sendiri maksud tulisan saya). pun salahkan kebiasaan saya yang (masih) suka menunda pekerjaan :(
kemarin dulu, ketika saya memutuskan untuk 'total' dalam bidang ini, saya berjanji untuk menjadi pribadi yang baru. pribadi yang lebih baik dan mau membuka diri terhadap perubahan. saya bahkan memutuskan untuk menjadi Riana yang aktif, yang mau berkarib dengan hal-hal baru dan belajar berorganisasi.
but in fact, im not ready enough for such things. see, segalanya berantakan. jadwal kacau balau, tugas terbengkalai, dan bahkan jadwal makan saya pun menjadi tak karuan.
saya sadar semuanya membutuhkan proses. saya masih perlu banyak belajar untuk beradaptasi. saya masih perlu banyak latihan dalam mengatur jadwal.
geezzz ... i think i gonna explode or something ... *deep breath*
berpikir positif, Ri. everythin' gonna be alright! ingat, setelah ini kamu bisa balik ke jogja *mencoba-mensugesti-diri*
== ^^==
PS.
umm... well, saya tahu saya sudah lama tidak mampir di blog ini. jujur, bukannya saya bermaksud menelantarkan ini blog atau apa, tapi saya memang lagi kering ide belakangan ini. mungkin akibat tugas yang terlalu banyak? *mencoba mencari kambing hitam* atau memang saya saja yang terlalu malas? *sindrom-penelantaran-akun sedang kambuh*
baiklah. lupakan saja postingan random saya ini. LOL
sleep tight, folks ^^
have no passion of writing ... :((
Jungkir Balik
demi apa, mood saya tiba-tiba kembali membaik di penghujung hari ini *nyengir gaje*.
well, seharian ini —umm lebih tepatnya sejak kemarin, mood saya memang random gitu —naik-turun ekstrem mengalahkan ke-ekstreman grafik kekontinuan fungsi floor ditambah diferensial-nya *akibat stress pengamat*.
bangun tidur pagi ini dengan muka tertekuk akibat susah tidur pada malam sebelumnya *yeah, got lil bit insomnia just because ate three pieces of cookies with coffe flavour?! #dying 1st*. dilanjutkan dengan kenyataan bahwa saya kehabisan air minum, padahal rutinitas wajib setiap pagi saya adalah mengkonsumsi minimal dua gelas air putih #dying 2nd. dan yang paling menjengahkan adalah saya mendapati kenyataan bahwa saya tidak mendapatkan tiket untuk pulang ke jogja *padahal sudah mengantre hampir satu jam di tempat panas, sumpek, dan penuh asap rokok bernama stasiun* #dying 3rd.
sampai di kampus pun, mood saya tak kunjung membaik. rasanya ingin menghilang saat itu juga or at least find a place where i can be alone. rasanya ingin mencaci-maki setiap orang yang lewat sambil teriak 'kenapa saya gak dapat tiket pulang ke jogja?!!' *okay, relax ... i'm going crazy or something*. rasanya ingin bilang 'go away!!!' pada setiap orang yang mendekat dan mencoba meminta pertolongan.
yep. yang ada di pikiran saya sepanjang hari hanyalah harapan agar hari ini segera berakhir.
but finally, saya bisa meng-handle emosi labil saya itu. everything'll be ok if you think positively. yes, i did it. dan semua itu terbukti. semua yang ada di sekitar saya perlahan mulai membaik.
wajah saya tak lagi kusut karena semangat yang diberikan teman-teman sepanjang hari ini. galon air saya sudah kembali terisi penuh *oke, yang ini gak begitu penting*. and the biggest one is —i got the ticket *wohoooo*.
saya bisa pulang. saya bisa pulang. saya bisa pulang. saya bisa pulang. saya bisa pulang. saya bisa pulang. saya bisa— #plakkk
see, think positively ... and everything'll be better ^^
thanks pikiran positif. kamu telah berhasil men-jungkirbalik-an hidup saya hari ini dengan begitu indah ...
P.S. another random-ness
Area Menggambar Bebas
oke. berhubung minggu depan saya akan menghadapi uts, maka dari itu hari ini saya akan memuaskan diri 'bermain' di blog yang sedang diambang tahap gak keurus ini.
well, saya pengen cerita tentang kegiatan saya hari sabtu kemarin. jadi waktu itu saya mengikuti open recruitment salah satu ukm di STIS. sebuah klub bahasa jepang bernama Nihongo Bu. eits, jangan salah sangka dulu. saya masih setia dengan korea kok dan jepang hanyalah cemilan singkat ditengah ketiadaannya klub bahasa korea di sini *jadi pengen mengajukan pendirian ukm baru -__-*
awalnya pede banget. nyengar-nyengir gaje. pede tingkat dewa pasti lolos. tapi setelah nyampe ke ruang 'audisi' dan disodori kertas ujian, nyali langsung mengkeret. ngek! baru tau kalau or ini ada ujian tertulisnya juga. kirain cuma wawancara doang. mana pake huruf hiragana gitu soalnya *mana eke ngerti???*
untungnya tes dibagi dalam dua gelombang. dan saya masuk ke gelombang pertama: wawancara. gak susah-susah banget sih. cuma ditanya-tanyain seputar jepang —teknologi, kebudayaan, kaizen (prinsip hidup), blablablabla. sempet juga ditanyain tentang sejarah Nihongo Bu. pertanyaan ini bisa saya lalui dengan cukup lancar *malamnya udah sempet baca-baca sekilas tentang riwayat hidup ini ukm sih ^^*
nah, sesi wawancara pun usai. kami ada waktu sekitar setengah jam-an untuk istirahat. di waktu rehat itu cepet-cepet deh saya googling tentang huruf-huruf jepang gitu. mencoba menghafalkan dan mengerti sebisanya.
entah ini faktor gugup atau apa, pas menghadapi soal tiba-tiba semua ukiran yang mirip cacing melingker itu lenyap semua dari otak. dan saya pun hanya bisa memandang nanar kertas soal di hadapan saya.
waktu itu senpainya sempet nulis 'kerjakan se-kreatif mungkin' di papan tulis. yaudah, daripada garing melototin kertas selama satu jam, saya pun memutuskan untuk menggambari setiap sudut kosong dari kertas tersebut.
gak ngerti deh gambar apa. anime-anime labil kayaknya. i don't care. sampai-sampai dilihatin tuh sama pengawasnya. mungkin mereka berpikir 'ini anak ngapain yak??? temennya pada ngukir ulet-ulet melingker di kertas, ini malah bikin wajah-wajah orang mules ... ToT'
gezzz ... entahlah. gak ngerti. yang penting udah usaha ini. diterima ya syukur, gak diterima ya entar bakar basecamp-nya *Loh -___-
oya, diakhir gambar saya juga menambahkan pesan singkat permintaan maaf atas 'ketidakniatan' saya dalam mengerjakan soal yang disediakan. well, bukan maksud gak mau ngerjain juga sih, tapi emang dasarnya gak bisa ...
so, harap maklum ya para senpai yang budiman ... ^^v
Ababil
postingan ini sebenernya udah ada dalam draft dari kemarin, cuma karena mood nulis lagi jelek, jadinya baru bisa saya selesaikan sekarang.
sumpah ya! kemarin sabtu jadi hari yang super duper sibuk buat saya. well, tiga kali bolak-balik ke kosan. belajar pengamat dan alin yang sungguh ih wow sejak pagi hingga sore. dan ditutup dengan jalan-jalan gaje ala 'sembilan abg labil'.
hmmm ... sesuatu banget gak sih???
pagi hari, sekitar jam 9 pagi, saya udah tergopoh-gopoh menuju kos-kosan alkohol *jangan salah sangka dengan namanya, kos-kosan dan kontrakan di daerah sini emang punya nama yang aneh-aneh* yang letaknya nyempil gaje masuk gang dan —err entah kenapa sangat minim sinyal te*komsel itu, dengan beberapa tumpukan buku setebal kamus lengkap dengan berlembar-lembar naskah soalnya. yup, pagi itu kegiatan pertama yang saya lalui adalah mengikuti ksm himada barengan sama temen-temen dan kakak tingkat yang kesemuanya berasal dari jogja *—err, demi apapun, setiap jadi satu kayak gini, 'jawa'nya pada keluar semua. persetan deh dengan bahasa persatuan, bahasa Indonesia* #kidding
next, karena sudah terlalu siang, saya pun segera menuju ke lokasi kegiatan selanjutnya : mentoring. kali ini masih masuk (banget) gang melalui kelokan-kelokan sempit mirip uler yang lagi melingker di pager *ckk ... baru sadar, kok gang di jakarta banyak banget yak???* sebelumnya, saya lari-lari (dalam arti sebenarnya karena udah nyaris telat) dulu menuju kosan. cuma bentar (gak ada setengah jam) buat bongkar muatan dan mengganti isi tas dengan buku lain *di mentoring juga bakal ada ksm (yang sayangnya) materinya berbeda dari ksm sebelumnya* #menyekakeringetcapek
kali ini saya tidak mengikuti mentoring hingga akhir karena masih ada kegiatan lain. padahal saat itu lagi heboh-hebohnya bahas soal yang saya bawa. terpaksa deh tuh soal saya ambil karena saya (kembali) nyaris telat menghadiri pertemuan selanjutnya.
honestly, kegiatan terakhir ini gak penting-penting banget. cuma acara nonton film bareng anak-anak. tapi karena udah janji dan saya jadi salah satu pelopor acara ini, maka dengan seluruh tenaga yang tersisa, saya menyempatkan waktu untuk pergi. kami memutuskan nonton breaking dawn di blok M. saya sih terima-terima aja. secara belum pernah ke blok M juga. tapi, setelah dijalani, sumpah ya ... tau gitu mending ke Semanggi aja. blok M itu ... jauuuuuhhhnya minta ampun. hampir dua jam perjalanan kayaknya. gak heran kita telat dapat shift yang jam 7 dan terpaksa nonton yang jam 9 malem *kadung capek sih.
mirisnya, perjuangan kami —atau saya lebih tepatnya terasa agak sia-sia. udah jauh, capek, nunggu lama, dan voila —kami disuguhi film yang menurut saya terlalu —ehem— vulgar. bener-bener gak suka! kalau bukan gegara ada abang Jake, gak mau deh saya nonton film ini. serasa lagi nonton 'film biru' atau semacamnya *kayak pernah nonton aja -____-*.
kami selesai nonton jam 11.30 malam. keluar dari gedung bioskop, langsung disuguhi deretan toko yang udah tutup. kayaknya kamilah (dan penonton lainnya) penghuni blok M square terakhir malam itu *miris*. setelah berdebat singkat tentang gimana cara pulang dan sempet dimarahin supir taksi gegara bikin macet jalan *kami terlalu lama mikir 'ini siapa aja yang mau naik taksi duluan?'*, akhirnya kami bisa pulang juga dengan selamat sampai di depan kampus STIS.
mau tau jam berapa sodara-sodara? jam 12 malam. teng! kalau ketahuan mumu, bisa gak dikirimin duit bulanan saya *mumu, maafkan anakmu ini ... #sembah-sungkem*
nyampe kosan langsung tepar sampai pagi. gak peduli deh sama keadaan kamar yang amburadul dan badan yang bau apek. yang pasti malam itu saya super capek dan ingin segera beristirahat.
hahaha ... hari yang melelahkan, tapi ditutup dengan sangat menyenangkan. thanks to you all guys, sembilan ababil gaje ... ^^v
Seragam Baru ...
mendadak auditorium STIS sore ini berubah menjadi warna biru terang. anak-anak tingkat satu sibuk berpose ria di depan kamera, mencoba menemukan angle yang sesuai untuk mengabadikan momen berharga. puluhan blitz dan tawa renyah yang beradu dengan deretan gigi 'putih' seolah turut meramaikan suasana. dan semuanya itu dapat terjadi hanya karena sebuah hal sederhana tapi sangat mengena —seragam baru (akhirnya) selesai.
yeah! setelah sekian lama menanti, akhirnya kami mendapatkan si biru-terang yang selalu terlihat ih wow itu. okay, pertama kali mengenakannya memang terasa agak janggal —terutama untuk saya. u know lah, dari jaman bahula sampai sekarang, seragam yang saya terima itu selalu gak beres. ada aja masalahnya, mulai dari kepanjangan lah, kedodoran lah, etc, etc, etc. dan ketika memakai si ih-wow-biru-terang hari ini, saya merasa seakan kembali ke jaman SD lagi. it's so 'cupu'! rok saya terlalu panjang dan hal ini sangat mengganggu. annoying!
but ... ummm ... well gak masalah lah. yang penting seragam sudah di tangan *tinggal nunggu duit id keluar nih. so, gak lagi deh merasa seperti orang asing di kampus sendiri. gak perlu lagi merasa canggung setiap ketemu kakak tingkat. dan yang terpenting, gak lagi ada rasa gue-anak-lama, lo-anak-baru di kampus *kecuali terlihat dari tanda pangkat kami. —umm, we wear the same uniform, dude ... #sokeksisbanget
damn! gak perlu takut-takut lagi deh kalau mau 'nongkrong' di perpus sendirian #asyikkkk
hahahaha ... another postingan gaje bin absurd ...