AppSheet Is Now Available With Predictive Machine Learning
AppSheet, the no-code application is going to extend its skill set by adding predictive machine learning capabilities and optical character recognition to its platform. This would be assisting users in making more intelligent business applications.
keterangan lebih lanjut akan ditambahkan segera orz
Nama: Arai (berasal dari bahasa Dayak, yang artinya senang/bahagia)
Nama Asli: (locked, akan diberitahukan sesuai perkembangan RP)
Usia: 16 tahun
TTL: Balikpapan, 12 Maret
Jenis Kelamin: Perempuan
Tinggi/Berat Badan: 158 cm/ 40 kg
Golongan Darah: A+
Akademi: -
Elemen: Petir(Attack) & Air (Deffense/Minor)
Special Skill:
LS: teknik andalan Arai
Yang Disukai:
main air, berenang di laut, mancing
ketenangan
alam, hujan
nyanyian kembarannya
nyetrumin orang (sado)
Yang Tidak Disukai:
alas kaki (tidak suka memakai alas kaki kecuali saat dibutuhkan)
pelanggar aturan, keributan
perang
tsunami
harus kehilangan orang yang disayanginya lagi
Personaliti:
Arai bukanlah orang ceria seperti saudaranya. Ia cenderung tegas dan disiplin. Mimik mukanya hampir tak berubah karena selalu memasang tampang cemberut atau pokerface. Meskipun tegas dan disiplin, bukan berarti dia juga mudah marah.
Ia lebih tenang dan memilih untuk menakut-nakuti dengan kekuatan elemennya agar oorang itu diam/menuruti aturan. Kalau sudah keterlaluan barulah ia menyambarkan gledek orang tersebut. Dibalik ketegasannya, ia anak yang kurang pandai bersosialisasi dengan orang lain sehingga dianggap kurang ramah. Ia juga bukan tipe orang yang terbuka, cenderung memendam perasaannya sendiri dan tidak ingin orang lain tahu apa yang dirasakan dan dipikirkannya.
Selain itu dia orang yang peduli dan suka berbagi, tapi karena sifatnya yang dianggap kurang bersahabat, orang lain jarang menyadari sisinya yang lain.
Latar belakang:
Arai sebenarnya bukanlah nama asli gadis ini. Ia merubah namanya semenjak kehilangan saudara kembarnya karena tak ingin teringat dengan sosok saudara kembarnya dan terlalu lama larut dalam kesedihan.
Ia berasal dari keluarga biasa yang tinggal di Balikpapan dan merupakan keturunan suku Dayak. Keluarga Arai terdapat garis keturunan orang yang memiliki kekuatan petir dan air. Ayah Arai mempunyai kekuatan petir dan hanya menurun pada Arai, tidak pada saudara kembarnya juga. Waktu usia 6 tahun Arai sudah mampu menggunakan kekuatan petirnya(untuk menyuburkan tanah dalam skala kecil) dan sering mendapatkan pujian dari orang sekitarnya, termasuk saudaranya. Meskipun berbeda dari saudaranya, ia paling menyayangi saudara kembarnya. Mereka berdua berjanji akan selalu bersama dalam keadaan apapun.
Namun, hidup tak seindah yang mereka pikirkan. Di saat mereka menginjak usia 8 tahun, tsunami dan gempa menyerang kampung halaman Arai. Ia terseret arus dan terdampar di pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat. Gadis itu masih bertahan hidup karena tanpa sadar kekuatan elemen airnya muncul dan menyelamatkannya hingga terdampar begitu jauh dari kampung halamannya. Arai pun dipungut oleh kakek nenek penggendali air yang tinggal di pulau itu. Selama setengah tahun Arai sempat koma dan diambang kematian. Terlebih lagi lengan kirinya terpaksa diamputasi karena terluka parah dan tak bisa digerakkan lagi. Setelah ia sadar dari tidur panjangnya, Arai mengalami depresi berat dan hampir tak ingin hidup begitu mengetahui kalau di sampingnya saat itu hanyalah pasangan kakek nenek yang tak ia kenali. Ia kehilangan orang yang ia sayangi, nasib saudara kembar dan orangtuanya tidak diketahui dan terbersit pikiran bahwa keluarganya mati. Arai menganggap sang Hyang Tunggal tidak adil karena membiarkan dia hidup sendirian. Gadis ini selama satu setengah tahun terkurung dalam kesedihannya, berkali-kali mencoba mati namun berhasil digagalkan oleh penyelamatnya(kakek nenek yang baik hati itu).
Dan suatu ketika Arai disadarkan oleh suatu kejadian yang merubah sudut pandangnya. Lalu ia memutuskan untuk tetap hidup. Ia pun mengubah namanya menjadi Arai, salah satu kata dari bahasa Dayak memiliki arti 'senang/bahagia' yang menyimbolkan sosok saudaranya di mata Arai. Sekaligus kontradiksi baginya, yang sesungguhnya tidak bahagia tanpa kembarannya itu. Ia membuang nama aslinya untuk melupakan masalalu, sekaligus mengenang masalalu dari nama baru.
Arai pun mempelajari elemen petir lebih dalam dan mampu(juga baru menyadari) mengendalikan elemen air di usia 14 tahun setelah menolong warga setempat saat tsunami melanda pulau Moyo.
Di usia 15 tahun, Arai dipanggil ke Pusaka Nusantara oleh Karuna untuk membantu mengawasi keadaan sekolah-sekolah Pusaka Nusantara. Gadis itu merasa tidak pantas dan masih terlalu muda untuk mengemban tugas itu. Setelah diyakinkan bahwa kekuatannya berguna dan dibutuhkan, barulah ia mau mengikuti Karuna dan bekerja di bawah pimpinannya.
Trivia:
Di tangan kanannya terdapat tanda lahir menyerupai hati jika disatukan dengan tanda lahir di tangan kiri saudara kembarnya.
Taika, one of the Queen's two advisors, now has an app sheet up for viewing in our group! Click through the image to take a gander at one of the Masters of Ceremony for the Queen's Tournament of Champions!