BKT (Banjir Kanal Timur) yang ide pembangunannya mengadopsi konsep kanal banjir Prof. Ir. Hendrik Van Breen pada tahun 1913, sedikit berhasil melindungi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara dari banjir akibat luapan sungai Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat dan Cakung, tapi.. tidak berhasil untuk membendung luapan cabe-cabe'an yang membludak kala sore hari sampai menjelang malam. Sehingga kondisi ini membuat wilayah BKT dan sekitarnya yang selama 2th pandemi jadi sepi senyap, berangsur mulai terlihat lagi keramaiannya. Proses jual beli dan riuh orang nongkrong atau sekedar menyantap cilok atau siomay asli ikan sapu-sapu produksi sungai-sungai di ibukota bercampur aduk dengan tawa derai manja sliweran berboncengan 3 para cabe-cabe'an yang mempunyai ciri khas siang di bagian muka dan malam di bagian leher ini, memecah kesunyian sekaligus melupakan sejenak fakta, bahwa PCR itu adalah bisnis punya p......, bahwa Rusia tidak akan berhenti menginvasi Ukraina sebelum Israel berhenti menginvasi Palestina, bahwa rencana anggaran Pemilu 2024 adalah Rp 76,6 Triliun, dan bla bla bla... Berterimakasihlah pada mereka, secara karena tidak langsung para cabe-cabe'an ini adalah pahlawan ekonomi juga. Kontribusi hiruk pikuk mereka ikut melicinkan pergerakan maju mundur roda perputaran ekonomi yang sedang mencoba bangkit setelah terpuruk sekian waktu. Derai tawa manja mereka menjadi pelipur lara bahwa kita tidak sedang baik-baik saja. Hidup cabe-cabe'an...! Hidup generasi milenial pasca pandemi...! Hidup IKN...! Hidup BKT...! . #mavicair2 #dji #filmora #bktcipinang #arvredfactory (di BKT Jakarta Timur) https://www.instagram.com/p/CcAgJxnPuV2/?utm_medium=tumblr












