Akhirnya ke UK
Bagian 1 dari 3 Tulisan
Sebenarnya udah agak males ya buat nulis blog perjalanan beginian. So last decade banget nggak sih? Tapi akhirnya ditulis juga karena katanya kan, “verba volant, scripta manent” alias kata-kata itu sementara, tetapi tulisan itu abadi. Tsailah. Apalagi, bisa dibilang ini adalah perjalanan terpenting buat gue pribadi; perjalanan lintas benua pertama sejak 2014 dan perjalanan lintas benua pertama yang gue keluar biaya sendiri.
Perjalanannya sendiri udah selesai lebih dari dua minggu lalu, tapi beneran baru sempat buat nulis sekarang. Awalnya malas, lalu ketabrak agenda ngetrip ke Semarang juga. Lame excuses, but now, let’s do this!
Persiapan
Gue udah memutuskan buat pergi ke UK sejak akhir tahun 2021. Gue merasa ini waktu yang tepat karena restriksi Covid-19 sudah banyak dilonggarkan. Masuk ke UK udah nggak perlu karantina dan waktu pulang kembali ke Indonesia juga udah nggak ada karantina.
Selain itu, dengan ultimate goal gue adalah nonton Manchester United, maka menurut gue ini adalah momen yang tepat karena musim depan bakal ada pelatih baru dan Cristiano Ronaldo kemungkinan masih bertahan. Meski jadwal baru akan keluar di bulan Juli 2022, tekad gue udah bulat. Apa pun jadwalnya, siapa pun pelatih barunya, gue harus jalan.
Hal pertama yang gue pikirkan adalah tiket pesawat. Jadilah, mulai awal 2022 itu gue udah mulai pasang alerts di Skyscanner buat rute Jakarta-Heathrow. Selain itu juga mulai mengamati agenda-agenda promo app tiketing kaya Traveloka dan Tiket.
Beberapa minggu, berbilang bulan, harga tiket terbilang masih sangat masuk akal. Lalu di sekitaran Maret (kalo nggak salah), jumlah orang travelling mulai picking up. Gue mengamati terjadinya revenge travel; sebuah fenomena yang wajar karena selama dua tahun, manusia terkungkung larangan bepergian. Makanya, setelah pelarangan udah banyak dilonggarkan, banyak yang buru-buru buat bepergian.
Bulan April 2022, momennya datang. Gue memutuskan beli tiket buat tanggal 9-17 Oktober. Waktunya ideal karena masih musim gugur di mana cuaca udah nggak panas tapi juga belum terlalu dingin, serta cahaya matahari juga masih cukup lumayan panjang alias gelap nggak datang terlalu cepat. Saat itu pas banget lagi ada promo dari Tiket.com, jadi tiket Turkish Airlines Soekarno Hatta-Heathrow vv seharga Rp9,5 juta bisa gue tebus dengan harga Rp8 juta pas!
Oiya, seperti yang gue udah singgung di atas, gue berangkat tanpa tahu jadwal MU main kapan, di mana dan lawan siapa. Gue cuma taunya minggu itu nggak ada jeda pertandingan internasional. Nah, kebetulan banget tiket yang gue beli itu ternyata kategori yang bisa di-reschedule. Jadi gue pikir, kalo misalnya di tanggal-tanggal itu nggak ada pertandingan MU di Old Trafford, gue bisa ganti tanggal aja.
Paspor dan Visa
Di atas, gue belum cerita bahwa paspor gue habis masa berlakunya di bulan Agustus 2022. Hanya saja, urusan paspor ini gue cukup santai karena meski saat beli gue input nomor paspor lama, gue tau gue bisa ganti nomor paspor di Tiket. Maka di bulan Mei, abis Lebaran, gue mengurus paspor baru di Imigrasi Jakarta Selatan. Dalam seminggu, paspor udah jadi. Cukup cepat walau pun dalam proses pembuatannya bisa dibilang nggak lancar-lancar amat karena banyak banget printilan syarat-syarat yang ngerepotin dari Imigrasi.
Setelah paspor jadi dan gue berhasil meng-update nomor paspor yang terdaftar di Tiket, gue mulai riset buat ngurus visa UK sendiri. Ada sih yang nawarin jasa agen buat ngurusin visa, tapi ngeliat tarifnya yang Rp2,5 juta, sayang juga duitnya ya kan. Bisa buat beli tiket pertandingan. LOL.
Di bawah ini beberapa poin penting yang harus disiapin kalo ngurus visa UK sendiri:
1. Visa diajukan paling cepat 3 (tiga) bulan atau 90 hari sebelum tanggal perjalanan.
2. Pengajuan visa dilakukan melalui agensi mereka, yakni VFS Global.
Untuk pengajuan visa, dokumen yang diperlukan sebenarnya nggak banyak ya.
1. Paspor yang masih berlaku
2. Rekening koran dari bank selama tiga bulan terakhir
3. Surat keterangan kerja dari kantor yang menyatakan bahwa pemohon bekerja di sana dan dijamin akan pulang setelah kunjungannya berakhir. Surat ini harus dalam bahasa Inggris.
4. Fotokopi akta kelahiran
5. Foto terbaru, berwarna, latar belakang warna putih, ukuran 4,5cm x 3.5cm sebanyak 2 (dua) lembar.
Semua dokumen dan permohonan diajukan melalui halaman resmi Pemerintah UK di sini. Biaya yang harus dibayar adalah £100 untuk visa kunjungan multiple entry dengan durasi 6 bulan. Nanti setelah semua proses di website di atas terpenuhi, pemohon akan dibawa ke website VFS Global untuk membuat janji temu dan wawancara. Ada beberapa tempat yang bisa dipilih, kalo gue memilih wawancara di VFS Kuningan City, Jakarta Selatan.
(btw, foto di atas sebenarnya salah karena itu VFS Global untuk permohonan visa Schengen, bukan UK)
Sebagai catatan, karena UK sedang kebanjiran aplikasi pengungsi dari Ukraina, maka proses pengurusan visa jadi lebih lama, yakni jadi sekitar 7 (tujuh) minggu. Nah itung aja tuh kira-kira mepet apa nggak dengan jadwal keberangkatan. Jangan sampai permohonan visa baru diajukan kurang dari tujuh minggu sebelum berangkat (meski sebenarnya ada rute fast track tapi karena gue nggak coba jadi gue kurang paham detailnya).
Gue sendiri membuat janji untuk wawancara pada tanggal 19 Agustus 2022. Sebenernya ini udah terlalu mepet sih. Tapi gue agak kerepotan pas ngurus cetak rekening koran karena harus ke kantor BCA (yang mana sebenarnya bisa lho dilakuin lewat klikbca) jadi baru sempat bikin janji di tanggal itu. Gue itung-itung, tujuh minggu dari 19 Agustus akan jatuh di tanggal 6 atau 7 Oktober 2022. Padahal, gue berangkat tanggal 9 Oktober. Mepet banget ya? Banget. Gue sendiri juga deg-degan pol.
(Bersambung ke bagian 2)














