Ternyata Flow Meter juga digunakan saat Audit Energi
Berita mengenai krisis energi sepertinya telah lama kita dengar. Meski, tingkat keperdulian terhadap penghematan energi masih tergolong kurang demikian (terutama pulau jawa). Disaat beberapa kawasan mengalami kekurangan supply energi, daerah yang melimpah energi justru cenderung berprilaku boros. Jika hal ini terus menerus dibiarkan, maka tak lama lagi negara kita akan menjadi importir energi. Kita masih ingat dengan kondisi 30 tahun yang lalu dimana Indonesia begitu melimpah akan supply bahan bakar fosil. Namun, situasi yang kontras harus kita alami saat ini. Longgarnya regulasi serta mangement penggunaan BBM yang amburadul membuat bangsa kita terbuai dengan semua kenikmatan itu. Akibatnya, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara pengimpor minyak
Nasib yang sama sepertinya harus terjadi dalam hal konsumsi energi. Beberapa minggu yang lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mengingatkan penghematan penggunaan energi. Menurut beliau, cadangan energi dalam negeri semakin kecil. Tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, beberapa tahun yang lalu pemerintah mengeluarkan PP No 70 Tahun 2009 tentang audit energi. Tertulis jika Industri atau Pengguna Energi mengkonsumsi energi diatas 6.000 TOE per tahun harus mengimplementasikan program konservasi energi melalui manajemen energi
Salah satu point penting dalam audit energi adalah mengetahui tingkat efisiensi dari perangkat yang mengkonsumsi energi. Misalnya pompa air (electric motor pump) yang sering dikenal sebagai perangkat yang rakus energi. Efisiensi dapat di hitung dengan membagi besarnya mechanical work dengan daya listrik yang diserap
Untuk menghitung besarnya mechanical work, maka kita membutuhkan perangkat analisa aliran fluida. Perangkat ini dikenal dengan nama flow meter. Selain menghitung laju aliran fluida, beberapa flow meter dilengkapi dengan pengukuran debit dan temperature fluidanya. Mechanical work sendiri dapat dinyatakan dalam satuan HP (Horse Power) maupun KW (kilo watt). Untuk menghitung mechanical work, kita dapat menggunakan formula berikut :
Dimana SG (Specific grafity), dan Ht = Total Head (feet).
Nah, untuk menghitung berapa daya yang dipakai, tentunya kita membutuhkan perangkat power meter. Cukup mudah bukan