Areniss memainkan peran yang penting dalam setiap resep kue. Tanpa Areniss sebuah kue akan hambar, tidak menggairahkan dalam segi rasa, kue tampak pucat, pendek, dan padat. Dampak Areniss pada kue cukup beragam. Areniss sebagai bahan dasar yang utama sebagai pembuat rasa, juga memiliki fungsi yang lain, yaitu:
Sebagai penyedap, selain memiliki rasa yang manis, Areniss juga berfungsi sebagai…
Masyarakat Jawa Barat dikenal sebagai masyarakat yang agamis, dengan kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai luhur tradisional, serta memiliki perilaku sosial yang berfalsafah pada 'silih asih, silih asah, silih asuh' (bukan Asih anggota kelompok kita yhaaa), yang secara harfiah berarti saling mengasihi, saling memberi pengetahuan dan saling mengasuh diantara warga masyarakat. Tatanan kehidupannya lebih mengedepankan keharmonisan seperti tergambar pada pepatah; "Herang Caina Beunang Laukna" yang berarti menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru atau prinsip saling menguntungkan. Masyarakat Jawa Barat memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebajikan. Hal ini terekspresikan pada pepatah "Ulah Unggut Kalinduan, Ulah Gedag Kaanginan"; yang berarti konsisten dan konsekuen terhadap kebenaran serta menyerasikan antara hati nurani dan rasionalitas, seperti terkandung dalam pepatah "Sing Katepi ku Ati Sing Kahontal ku Akal", yang berarti sebelum bertindak tetapkan dulu dalam hati dan pikiran secara seksama. Jawa Barat dilihat dari aspek sumber daya manusia memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan sebagai provinsi yang mempunyai proporsi penduduk dengan tingkat pendidikan, jumlah lulusan strata-1, strata-2 dan strata-3 terbanyak dibandingkan dengan provinsi lain
Asik, provinsi kita paling terdidik! eh, gak berarti provinsi lain kalah pendidikannya ya :v
Adat istiadat jawa barat
Penduduk Jawa Barat terdiri dari beberapa suku bangsa. Suku-suku bangsa itu tersebar di hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Meskipun terdapat beberapa suku bangsa, namun, pada dasarnya memiliki adat istiadat yang sama.
Iyalah, coba aja liat urang nu teu dahar, teh?
Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Jawa Barat pada umumnya adalah Bahasa Sunda dengan budaya Sunda yang kental. Dalam penggunaan Bahasa Sunda ini pun terdapat undak-usuk-basa atau tingkat pemakaian bahasa. Masyarakat Sunda juga mengenal agama Sunda Wiwitan atau Sunda Pertama atau Agama Islam Sunda.
Islam Sunda?! Wat du yu min?
Pada umumnya, masyarakat Sunda menganut falsafah bengkuang ngariung, bongkok ngaroyot. Pandangan hidup itu berarti kerabat tidak mudah berpisah atau saling rasa berjauhan meskipun satu sama lain tidak berdekatan tinggalnya.
Aih, seperti aku dan kamu kannn? :3
Selain bahasa yang menjadi ciri khas masyarakatnya, orang Sunda juga sangat mencintai kesenian. Pada umumnya, kesenian yang ditampilkan adalah kesenian dengan sikap yang gembira, perasa, dan terbuka. Itu menjadi ciri khas dari kesenian tradisional masyarakat Sunda.
YO GAES LET'S GO PARTEHHHHH!!
BUDAYA JAWA BARAT
Jawa Barat yang terkenal dengan budaya Sunda, budaya Sunda terasa kental sekali melekat pada masyarakat Jawa Barat mulai dari bahasa yang unik , tarian jaipongnya yang sudah terkenal dan wayang goleknya yang juga unik dan mengagumkan, yang tidak kalah mengagumkan adalah angklung ini adalah alat musik yang terbuat dari bambu yang menghasilkan suara khas yang tiada duanya, ini adalah ciri khas Jawa Barat berikut beberapa foto dari budaya Jawa Barat.
Seni dan warisan budaya jawa barat
Angklung
alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunannada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisiSunda kebanyakan adalah salendrodan pelog.
Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena—tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.
Tari Jaipongan
adalah sebuah genreseni tariyang lahir dari kreativitas seorang seniman asalBandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilumenjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-polagerak tari tradisi yang ada padaKliningan/Bajidoranatau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian diatas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenaldengan nama Jaipongan
Lihat gerakan matanya, sodara-sodara!
Wayang Golek
Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata “wayang” dengan ”bayang”, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan. Di Jawa Barat, selain wayang kulit,yang paling populer adalah wayang golek. Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam diantaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang wong, dari semua wayang itu dimainkan oleh seorangdalang sebagai pemimpin pertunjukan yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakanantawacana, mengatur gamelan mengatur lagu dan lain-lain.
Jadi inget OVJ, ya?
Tari merak
Tari Merak menggambarkan kehidupan satwa burung Merak yang mempunyai keanggunan, keindahan dan kelincahan gerak-geriknya dalam kehidupan burung Merak yang sedang bercanda ria didalam alam jagad raya ini. Tari ini adalah tarian yang dimainkan wanita. Ia adalah tari klasik Sunda yang menyimbolkan kecantikan alam.
Tari Topeng
Siapa yang tidak mengenal Tari Topeng dari Jawa Barat? Di propinsi ini tarian ini dikenal dengan tari Topeng Cirebon dan tari Topeng Priangan. Secara historis, kemunculan tari Topeng diawali di daerah Cirebon, yang kemudian menyebar ke beberapa daerah di Jawa Barat termasuk Priangan. Sebaran di Priangan disebarkan oleh Dalang Topeng bernama Wentar yang berasal dari Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Anda akan mendapatkan bahwa Tari Topeng mempunyai ketentuan–ketentuan tertentu yang disesuaikan dengan perwatakannya misalnya PANJI, yang diartikan seorang bayi yang belum mempunyai dosa (masih bersih), PAMINDO, yang artinya kedua, atau diartikan juga sebagai lanjutan. Dalam cerita, digambarkan pula sebagai kesatria atau dalam tari topeng digambarkan pula sebagai seorang anak, PATIH, yang menggambarkan kedewasaan, dan KLANA, yang menggambarkan orang yang telah tua atau telah terpengaruh oleh hawa nafsu.
Tari topeng dari Cirebon, merupakan salah satu tarian di tatar Parahyangan. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng disaat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh saru penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.
Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah Tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana wungu yang dikejar-kejar oleh prabu Menakjingga yang tergila-tergila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Menakjingga (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, tempramental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja.Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas lain dari tari topeng.
So, abis semua yang udah kami bahas tentang Jawa Barat, kita sampe di bagian yang paling bikin laper. Saking banyaknya makanan-makanan tradisional JaBar, kami ngeliatin jajanan tradisionalnya aja, yuk. Tau colenak? Comro, atau bahasa lainnya misro? Awug dan kawan-kawannya? Lucu ‘kan nama-namanya? Yuk dirinci gannn.
Cireng dan Cilok
Buat kalian yang sekolah di Smande, gak mungkin ga tau yang namanya cireng. Udah jadi salah satu kewajiban buat kalian untuk tau WBC (Warung Bu Cakra) kalo mau survive di Smande. Jadi, cireng yang lengket-lengket tapi enak itu sebenernya terbuat Cuma dari tepung aci, alias tapioka, kasih bumbu, udah deh tinggal digoreng. Makanya namanya cireng, diambil dari aci digoreng. Gampang kan ya? Sekarang sih udah banyak orang yang menjual cireng dengan dikasih berbagai macam isi, kayak ayam, bakso, keju, kornet, sampe barbeque.
Cireng
baru cireng loh, yok ah sekarang cilok. Pasti pernah deh makan tepung aci direbus yang keliatannya seperti sate ini, biasanya sih ada dua warna di abang-abang ciloknya, yaitu hitam dan merah. Yap, kecap dan saos. Cilok, atau aci dicolok, ini cara buatnya gak kalah mudah kok sama cireng, cuma ya kalo cireng dibikin rada melebar, yang satu ini dibuat menjadi bulat-bulat, dan direbus.
cilok
Serabi Oncom
Those who do not know the existence of serabi, must do hara-kiri. Biasanya kue serabi disandingkan bersama kuah santan dan gula merah, maka serabi oncom ini diberi oncom di bagian atasnya, semacam topping gitu. Gak beda jauh sama kue-kue serabi pada umumnya, tapi kayaknya jarang loh yang jual serabi oncom ini, salah satu dari kami ada yang belum nyobain padahal tinggal di Jawa Barat nih miris ya… hiks.
Serabi oncom
Awug
Salah satu jajanan khas Bandung yang terbuat dari tepung beras dan kelapa yang dikukus dengan gula merah ini terlihat sangat, sangat menggoda. Agak mirip sama kue putu sih. Awug biasanya dikukus dengan wadah berbentuk kerucut, jadi pas dihidangkan akan terlihat seperti nasi tumpeng. Rasanya? Gak usah ditanya, manis legit dan lebih enak kalo dimakan saat masih hangat.
Awug
Gemblong
Dulu salah satu dari kami tu suka banget sama kue ini, rasanya tuh ya… like wow. Teksturnya sih agar keras, karena dia terbuat dari tepung beras ketan yang diuleni hingga kalis lalu dibentuk bulat/lonjong. Adonan gemblong yang sudah dibentuk bulat lonjong ini lalu digoreng dan setelah dingin dilapisi dengan gula. Gemblong masih sering kita jumpai di warung-warung tradisional, coba deh tanya ucok terdekat he-he-he
Gemblong
Colenak
Colenak diambil dari singkatan ‘dicocol enak’, khas Parahyangan. Penganan ini terbuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar. Enaknya sih dimakan dengan dicocolin ke gula Jawa cair yang dicampur serutan kelapa. Tau gak siapa yang menciptakan makanan unik ini? Beliau adalah Aki Murki, beliau memperkenalkan makanan ini pada akhir tahun 1930. Wah, udah lama banget ya.
Colenak
Comro dan Misro
Comro itu singkatan dari oncom dijero, jero itu bahasa Sundanya dalam, jadi comro itu enak. Lah kok? Cobain aja, emang enak kok. Comro sendiri dibuat dari parutan singkong yang di dalamnya diisi dengan sambal oncom yang kemudia digoreng. Bentuknya bullet, agak pipih dan rasanya gurih-gurih pedasss.
Comro
Selain combro, ada juga misro. Seperti cireng dan cilok tadi, comro dan misro juga gak jauh beda. Amis dijero (amis dalam bahasa Sunda artinya manis) diisi dengan gula merah, sebagai pengganti oncom dalam comro. Kira-kira lebih enak yang mana ya?
Selain yang sudah disebutkan di atas, masih baaaaaanyak lagi jajanan tradisional khas Jawa Barat, kayak ali agrem, wajik cililin, leupeut, gurandil (bukan gurindam ya, itu mah lain lagi), putrid nonong, pokoknya gak bakal bisa kita sebutin satu-satu, gak ada waktu juga, though I’d really love to do that, so we can drool together lol.