Pengaruhnya Perekonomian Jawa Barat terhadap Nasional
Pertanian Padi di Provinsi Jawa Barat
Menurut riset dari dunia maya yaitu Data Badan Pusat Statistik Jabar mencatat luas lahan sawah pada 2006 sebesar 926.782 hektare, naik 0,86% menjadi 934.845 ha pada 2007, kemudian naik lagi 1% menjadi 954.073 ha pada 2008, dan menjadi 949.914 ha atau naik 0,51% per akhir 2009. Data BPS Jabar menunjukkan alih fungsi lahan terbesar pada 2009 terjadi di Kabupaten Indramayu, yaitu menyusut 1.089 ha disusul oleh Sukabumi yang berkurang 1.051 ha. Peningkatan luas lahan sawah terbesar pada periode itu hanya terjadi di Kabupaten Karawang yang bertambah 3.218 ha menjadi 97.529 ha per akhir 2009.
Tahun 2011, Dengan baku lahan sawah seluas 919.914 hektar, terdiri atas irigasi teknis 374.156 hektar, setengah teknis 131.674 hektar, irigasi sederhana 104.077 hektar, irigasi non-PU 104.488 hektar, dan tadah hujan seluas 183.691 hektar, Jawa Barat memiliki keunggulan dibandingkan dengan provinsi lain. Sampai saat ini, Jawa Barat masih merupakan sentra produksi padi andalan nasional, dengan kontribusi padi terhadap nasional sebesar 17,56 persen.
Sentra produksi padi Jawa Barat terutama di daerah pantura, seperti Kabupaten Indramayu, Karawang, Subang, dan Cirebon.
Sebagian persawahan teknis di daerah itu dapat diolah hingga tiga kali dalam setahun karena jaminan pasokan air dari Waduk Ir H Djuanda di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, yang mengairi sekitar 240.000 hektar sawah. Dari sisi luas lahan yang diairi, itu merupakan daerah irigasi terbesar di Indonesia.
Jika melihat luasan sawah di jawa barat, maka kita bisa menghitung lebih dari 4 juta keluarga bergantung pada pertanian padi. Hal ini tentu menjadi potensi sekaligus tantangan mengingat hingga saat ini kehidupan petani padi masih jauh dari harapan. Sempitnya lahan dan rendahnya harga terutama saat panen raya masih menjadi masalah klasik di daerah ini.
Perindustrian di Jawa Barat
Dari salah satu media berita online kami menemukan data yang sangat waw banget lah. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian menunjukkan jika Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah industri terbanyak di Indonesia.
Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Barat, Agung Suryamai Sutisno di Bandung mengatakan bahwa Provinsi Jawa Barat masih menjadi jantung industri secara nasional karena mampu mengendalikan lebih dari 50 persen kontribusi sektor industri terhadap perekonomian nasional.
Dari 74 kawasan industri yang tersebar di Indonesia, diantaranya disumbang dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 40 industri. Jika dilihat dari sisi luas wilayah yang mencapai 31.000 hektar luas industri di dalam negeri maka 23.000 hektar diantaranya berada di Provinsi Jawa Barat. Berkat sektor industri ini pula yang membuat Jawa Barat menjadi penyumbang produk domestik bruto (PDB) ketiga terbesar mencapai 14,07 persen setelah Jakarta sebesar 16,40 persen dan Jawa Timur sebesar 14,88 persen.
Namun begitu masih terdapat kendala atau bahkan ancaman yang dinilai dapat melumpuhkan aktivitas industri di Jawa Barat, salah satu masalahnya yaitu mengenai infrastruktur yang masih minim di Jawa Barat . Infrastruktur memang menjadi isu klasik di Indonesia dinilai masih minim pembangunannya, akan tetapi pemerintah sigap untuk melakukan pembangunan demi memfasilitasi potensi yang dimiliki oleh Jawa Barat.
Pembangunan infrastruktur ini juga ditujukan agar kendala yang ada dapat diminimalisir sehingga Jawa Barat bisa terus memberikan sumbangan dari sektor industri kepada perekonomian nasional. Menurut Agung belum adanya pelabuhan laut dan darat (bandara) sangat mempengaruhi gerak distribusi produk dan komponen pendukung dunia usaha.
Belum lagi terkait masalah krisis energi, sistem teknologi pada industri yang masih didominasi oleh penggunaan teknologi rendah dan juga industri perakitan yang tidak mengalami perubahan negara tujuan ekspor. Kendala lainnya yaitu terkait perkembangan industri penyedia barang antara sehingga kebergantungan pada impor (termasuk impor bahan baku) nantinya dapat dikurangi.
Kendala-kendala itulah yang menyebabkan perkembangan di sejumlah lapangan usaha sektor industri mengalami penurunan pada awal tahun 2014. Sektor industri yang mengalami penurunan diantaranya yaitu industri percetakan yang turun 10,8 persen, industri tekstil yang turun 8,3 persen, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menurun 2,2 persen, industri peralatan listrik yang turun 2,2 persen dan industri barang galian bukan logam yang menurun 2 persen.
Persoalan tersebut harus dapat dipecahkan oleh pemerintahan terpilih mendatang sehingga dapat memperkuat sektor industri di Jawa Barat. Hal tersebut agar dapat mengoptimalkan kontribusi Jawa Barat terutama sektor industri terhadap perekonomian nasional.
Tidak hanya Jawa Barat, namun semua daerah yang memiliki potensi besar bagi perekonomian nasional harus didukung yang salah satunya adalah melalui pembangunan infrastruktur. Hal ini sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi MEA pada tahun 2015 mendatang.
Jangan ngaku orang indonesia kalo belum tau tentang Jawa Barat. Nah, di sini kami bakal belajar tentang masyarakat Jawa Barat mulai dari suku, bahasa, norma yang ada di Jawa Barat. Oke cekidot
Suku
Jawa Barat adalah salah satu provinsi dari 33 provinsi di Indonesia, sama seperti provinsi lainnya loh Jawa Barat juga memiliki suku yang bermacam-macam, yaitu:
Suku Sunda
Pada tau yaa Suku Sunda teh kaya apa lagi kami tuh disekolah ada loh pelajaran bahasa sunda #ganyambung. Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dengan istilah Tatar Pasundan yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung dan wilayah barat Jawa Tengah (Banyumasan). Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia. Sekurang-kurangnya 15,2% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda.
Suku Betawi
Suku Betawi adalah sebuah suku bangsa di Indonesia yang penduduknya umumnya bertempat tinggal di Jakarta. Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Tionghoa. Nah gimana sama penjelasan suku Betawinya ternyata Betawi itu blasterannya banyak loh.
Suku Baduy
Urang Kanekes, Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.
Suku Banten
Suku Banten adalah penduduk asli di Tatar Pasundan yang mendiami bekas daerah kekuasaan Kesultanan Banten di luar Parahiyangan, Cirebon dan Jakarta. Menurut sensus BPS tahun 2000, suku Banten populasinya 2,1% dari penduduk Indonesia. Orang Banten menggunakan bahasa Banten. Bahasa Banten adalah salah satu dialek bahasa Sunda yang lebih dekat kepada bahasa Sunda kuna yang pada tingkatan bahasa Sunda modern dikelompokkan sebagai bahasa kasar.
Suku Cirebon
Orang atau Etnis Cirebon atau Suku Bangsa Cirebon adalah kelompok etnis yang tersebar di sekitar Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka sebelah utara atau biasa disebut sebagai Wilayah "Pakaleran", Kabupaten Kuningan sebelah utara, Kabupaten Subang sebelah utara mulai dari Blanakan, Pamanukan, hingga Pusakanagara dan sebagian Pesisir utara Kabupaten Karawang mulai dari Pesisir Pedes hingga Pesisir Cilamaya di Provinsi Jawa Barat dan di sekitar Kec. Losari di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Berjumlah sekitar 1,9 juta. Masyarakat Suku Cirebon memeluk agama Islam. Bahasa yang dituturkan oleh orang Cirebon adalah gabungan dari Bahasa Jawa, Sunda, Arab dan China yang mereka sebut sebagai Bahasa Cirebon. Mereka juga memiliki dialek Bahasa Sunda tersendiri yang disebut Bahasa Sunda Cirebon.
Gimana udah ngerti belum sama suku Jawa Barat? ok kalau udah kita lanjut yaa
Agama
Majoriti penduduk di Jawa Barat memeluk agama Islam (97%). Selain itu provinsi Jawa Barat memiliki bandar-bandar yang menerapkan syariat Islam, seperti Cianjur, Kabupaten Tasik Malaya, serta Kota Tasikmalaya diperlakukan kepada sebahagian besar warganya yang menganut agama Islam. Agama Kristian banyak pula terdapat di Jawa Barat, terutama dianut oleh Orang Tionghoa dan sebahagian Orang Batak. Agama minoriti lainnya yang terdapat di Provinsi Jawa Barat adalah Buddha, Hindu dan Konfusianisme. Agama di Jawa Barat
Bahasa
Bahasa Sunda, Bahasa Cirebonan, Bahasa Cirebon dialek Indramayu, Bahasa Melayu dialek Betawi (Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat (Perda Prov. Jabar) No. 5 Tahun 2003). Bahasa adalah identitas seseorang,suatu bangsa,dan negara. Bahasa Sunda dianggap sebagai bahasa baku (bahasa lulugu) yang berlaku di tatar priangan ini,bahkan digunakan mayoritas masyarakat suku Sunda dan diterapkan pada pelajaran-pelajaran di sekolah-sekolah. Selain bahasa Sunda lulugu, juga terdapat bahasa Sunda wewengkon (dialek setempat), seperti bahasa Sunda Banten, Cirebon, Bogor, dan berbagai daerah lainya yang meiliki perbatasan dengan kawasan Sunda.Mengapa sebagai orang Sunda,terutama masyarakat Garut harus melestarikan Budaya Sunda?
Sebagai orang JaBar, sudah jarang tentu kita mencintai kearifan budaya lokal yang memiliki banyak nilai estetika,etika dan norma-norma yang berlaku didalamnya. Era Globalisasi sudah masuk kekawasan lokal dan hal tersebut sangat dikhawatirkan terutama dampak negatif dari pengaruh globalisasi tersebut.Gaya hidup masyarakat Indonesia termasuk orang Sunda yang berada di JaBar sendiri lambat laun mulai berubah, mengikuti trend yang sedang berlaku dari pengaruh global tersebut.Cara berpakaian,berbahasa,berperilaku dan memperlakukan orang lain pun sudah berbeda.
Norma
Provinsi jawa barat memiliki filosofi yang patut di acungi jempol, diantaranya adalah
Silih Asah Silih Asih dan Silih Asuh
Ketiga filosofi tersebut merupakan filsafat hidup yang di pegang penduduk asli Jawa barat. Dan kebudayaan Jawa Barat lebih kita kenal sebagai Sunda yang ber ibukota di Bandung. Untuk norma kami tidak bisa menjelaskan semua, maka itu kami bakal jelasin beberapa.
Daerah Tasik Malaya, Jawa Barat
Kekhasan dari Kampung adat Naga di Tasikmalaya ialah arsitektur bangunannya yang membedakan arsitektur bangunan pada umumnya.ketentuan yang digariskan leluhurmulai dari letak, bentuk, arah rumah, bahan-bahan pembuat rumah, pola perkampungan, sampai kepada perilaku kehidupan sehari-hari. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dianggap sebagai pelanggaran adat yang dapat membahayakan bukan saja bagi si pelanggar, tetapi juga bagi seluruh isi Kampung Naga dan bagi orang-orang sa-Naga.
Selain bentuk, arah dan letak rumah disesuaikan dengan keaadaan lingkungan, maka pola perkampungan disesuaikan dengan keadaan tanah yang ada. Kampung Naga terletak pada suatu areal tanah yang tidak sama ketinggiannya. Karena keadaan tanah yang demikian itu maka rumah-rumah di Kampung Naga didirikan pada ketinggian tanah yang berbeda-beda.
Daerah Bangun Harja, Jawa Barat
Pada saat panen padi, petani membakar gabahnya pada hari itu juga, karena untuk menghindari hal yang buruk.
Jawa Barat sebagai sebuah Propinsi di Indonesia, terletak di bagian barat dari Pulau Jawa. Nah, Dimana Jawa Barat berbatasan dengan Laut Jawa dan Propinsi DKI Jakarta di sebelah utara, dengan Samudera Indonesia di sebelah selatan, Propinsi Banten di sebelah Barat dan Propinsi Jawa Tengah di sebelah timur. Itu keadaan geografis nya Jawa Barat gimana Strategis kan?
Secara Astronomis
Propinsi Jawa Barat terletak di 5050'Lintang Utara dan 7050' Lintang Selatan serta 104048' Bujur Timur. Setelah pemisahan Banten sebagai sebuah propinsi terpisah dari Propinsi Jawa Barat, luas Jawa Barat sekitar 34.816,96 Km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 39.140.812 jiwa (berdasarkan BPS tahun 2005).
Di Jawa Barat itu ada lempeng sabuk gunung api, keren kan namanya nah itu bisa terjadi karena Landscape Jawa Barat merupakan salah satu bagian dari busur kepulauan gunung api baik gunung api aktif maupun gunung api mati. Yang membentang mulai dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujung utara Pulau Sulawesi.
Di Jawa Barat itu banyak loh gunung apalagi gunung api yang masih aktif, kami mendapat beberapa gunung api aktif diantaranya : Gunung Ciremai (3078 m/dpl) yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat; Gunung Gede (2958 m/dpl); Gunung Galunggung (2.618 m/dpl) dan Gunung Tangkuban Parahu (2.084 m/dpl).
kalo soal gunung di Jawa barat aja gimana sungainya yaa udah pasti banyak buanget lah. Daratan Jawa Barat itu dialiri beberapa aliran sungai utama seperti Sungai Citarum (268 Km); Sungai Cimanuk (258,4 Km); Sungai Cidurian (181,5 Km), Sungai Cipunegara (148 Km); Sungai Ciujung (147,2 Km); Sungai Cisadane (144 Km); Sungai Citanduy (130 Km); dan Sungai Ciliwung (118,5 Km).
Jawa Barat itu juga punya banyak danau yang sangat bermanfaat tau. Beberapa danau yang terdapat di Jawa Barat diantaranya Situ bagendit di Garut; Situ Gede di Tasikmalaya; Situ Panjalu di Ciamis;Danau jatiluhur di Purwakarta; Waduk darma di Kuningan; Waduk Rentang di Indramayu; Situ Cileunca di Pengalengan Bandung; Situ Patenggang di Ciwidey; Situ Lembanh di Lembang Bandung.
Produktif
Berdasarkan data dari Indonesia Sekretaris Negara, total luas sawah di Provinsi Jawa Barat adalah 9.488.623 km yang menghasilkan 9.418.882 ton padi, yang terdiri dari 9.103.800 ton padi sawah dan 315.082 ton padi ladang. Palawija (non-beras makanan) produksi, mencapai 2.044.674 ton dengan produktivitas 179.28 kuintal per ha.
Jawa Barat juga menghasilkan hortikultura terdiri dari 2.938.624 ton sayuran, buah-buahan 3.193.744 ton, dan 159.871 ton tanaman obat / bio farmakologi. Hutan di Jawa Barat mencapai 764,387.59 hektar atau 20,62% dari ukuran total provinsi. Ini terdiri dari hutan produksi 362,980. 40 hektar (9,79%), hutan lindung 228,727.11 hektar (6,17%), dan hutan konservasi 172.680 ha (4,63%). Hutan mangrove mencapai 40,129.89 Ha, dan tersebar di 10 kabupaten di mana pantai yang tersedia.
Sumber daya alam mentah termasuk kapur, ladang minyak lepas pantai beberapa di Laut Jawa, dan kayu. Sebagian besar provinsi ini sangat subur, dengan campuran pertanian kecil dan perkebunan besar. Ada bendungan tenaga air, termasuk Jatiluhur, Saguling, dan Cirata.
Kekayaan Alam Fauna Jawa Barat
Sebenarnya kekayaan alam fauna di Jawa Barat itu banyak tapi karena kami ga mungkin menulis semuanya disini jadi secara garis besarnya aja ya yaitu ada Macan Tutul (Panthera pardus), Bajing (Calcoselurus notatus), Kera (Macaca fascicularis), Owa (hybolates moloch), Kijang (Muntiacus Muntjak), Lutung (Trachypitechus auratus), Surili (Presbytis comata), Burung Dederuk (Streptopelia bilorquata), burung perkutut (Geopelia striata), Ular Sanca (Phyton sp) dan lain-lain.
Masyarakat Jawa Barat dikenal sebagai masyarakat yang agamis, dengan kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai luhur tradisional, serta memiliki perilaku sosial yang berfalsafah pada 'silih asih, silih asah, silih asuh' (bukan Asih anggota kelompok kita yhaaa), yang secara harfiah berarti saling mengasihi, saling memberi pengetahuan dan saling mengasuh diantara warga masyarakat. Tatanan kehidupannya lebih mengedepankan keharmonisan seperti tergambar pada pepatah; "Herang Caina Beunang Laukna" yang berarti menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru atau prinsip saling menguntungkan. Masyarakat Jawa Barat memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebajikan. Hal ini terekspresikan pada pepatah "Ulah Unggut Kalinduan, Ulah Gedag Kaanginan"; yang berarti konsisten dan konsekuen terhadap kebenaran serta menyerasikan antara hati nurani dan rasionalitas, seperti terkandung dalam pepatah "Sing Katepi ku Ati Sing Kahontal ku Akal", yang berarti sebelum bertindak tetapkan dulu dalam hati dan pikiran secara seksama. Jawa Barat dilihat dari aspek sumber daya manusia memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan sebagai provinsi yang mempunyai proporsi penduduk dengan tingkat pendidikan, jumlah lulusan strata-1, strata-2 dan strata-3 terbanyak dibandingkan dengan provinsi lain
Asik, provinsi kita paling terdidik! eh, gak berarti provinsi lain kalah pendidikannya ya :v
Adat istiadat jawa barat
Penduduk Jawa Barat terdiri dari beberapa suku bangsa. Suku-suku bangsa itu tersebar di hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Meskipun terdapat beberapa suku bangsa, namun, pada dasarnya memiliki adat istiadat yang sama.
Iyalah, coba aja liat urang nu teu dahar, teh?
Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Jawa Barat pada umumnya adalah Bahasa Sunda dengan budaya Sunda yang kental. Dalam penggunaan Bahasa Sunda ini pun terdapat undak-usuk-basa atau tingkat pemakaian bahasa. Masyarakat Sunda juga mengenal agama Sunda Wiwitan atau Sunda Pertama atau Agama Islam Sunda.
Islam Sunda?! Wat du yu min?
Pada umumnya, masyarakat Sunda menganut falsafah bengkuang ngariung, bongkok ngaroyot. Pandangan hidup itu berarti kerabat tidak mudah berpisah atau saling rasa berjauhan meskipun satu sama lain tidak berdekatan tinggalnya.
Aih, seperti aku dan kamu kannn? :3
Selain bahasa yang menjadi ciri khas masyarakatnya, orang Sunda juga sangat mencintai kesenian. Pada umumnya, kesenian yang ditampilkan adalah kesenian dengan sikap yang gembira, perasa, dan terbuka. Itu menjadi ciri khas dari kesenian tradisional masyarakat Sunda.
YO GAES LET'S GO PARTEHHHHH!!
BUDAYA JAWA BARAT
Jawa Barat yang terkenal dengan budaya Sunda, budaya Sunda terasa kental sekali melekat pada masyarakat Jawa Barat mulai dari bahasa yang unik , tarian jaipongnya yang sudah terkenal dan wayang goleknya yang juga unik dan mengagumkan, yang tidak kalah mengagumkan adalah angklung ini adalah alat musik yang terbuat dari bambu yang menghasilkan suara khas yang tiada duanya, ini adalah ciri khas Jawa Barat berikut beberapa foto dari budaya Jawa Barat.
Seni dan warisan budaya jawa barat
Angklung
alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunannada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisiSunda kebanyakan adalah salendrodan pelog.
Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena—tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.
Tari Jaipongan
adalah sebuah genreseni tariyang lahir dari kreativitas seorang seniman asalBandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilumenjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-polagerak tari tradisi yang ada padaKliningan/Bajidoranatau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian diatas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenaldengan nama Jaipongan
Lihat gerakan matanya, sodara-sodara!
Wayang Golek
Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata “wayang” dengan ”bayang”, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan. Di Jawa Barat, selain wayang kulit,yang paling populer adalah wayang golek. Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam diantaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang wong, dari semua wayang itu dimainkan oleh seorangdalang sebagai pemimpin pertunjukan yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakanantawacana, mengatur gamelan mengatur lagu dan lain-lain.
Jadi inget OVJ, ya?
Tari merak
Tari Merak menggambarkan kehidupan satwa burung Merak yang mempunyai keanggunan, keindahan dan kelincahan gerak-geriknya dalam kehidupan burung Merak yang sedang bercanda ria didalam alam jagad raya ini. Tari ini adalah tarian yang dimainkan wanita. Ia adalah tari klasik Sunda yang menyimbolkan kecantikan alam.
Tari Topeng
Siapa yang tidak mengenal Tari Topeng dari Jawa Barat? Di propinsi ini tarian ini dikenal dengan tari Topeng Cirebon dan tari Topeng Priangan. Secara historis, kemunculan tari Topeng diawali di daerah Cirebon, yang kemudian menyebar ke beberapa daerah di Jawa Barat termasuk Priangan. Sebaran di Priangan disebarkan oleh Dalang Topeng bernama Wentar yang berasal dari Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Anda akan mendapatkan bahwa Tari Topeng mempunyai ketentuan–ketentuan tertentu yang disesuaikan dengan perwatakannya misalnya PANJI, yang diartikan seorang bayi yang belum mempunyai dosa (masih bersih), PAMINDO, yang artinya kedua, atau diartikan juga sebagai lanjutan. Dalam cerita, digambarkan pula sebagai kesatria atau dalam tari topeng digambarkan pula sebagai seorang anak, PATIH, yang menggambarkan kedewasaan, dan KLANA, yang menggambarkan orang yang telah tua atau telah terpengaruh oleh hawa nafsu.
Tari topeng dari Cirebon, merupakan salah satu tarian di tatar Parahyangan. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng disaat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh saru penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.
Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah Tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana wungu yang dikejar-kejar oleh prabu Menakjingga yang tergila-tergila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Menakjingga (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, tempramental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja.Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas lain dari tari topeng.
So, abis semua yang udah kami bahas tentang Jawa Barat, kita sampe di bagian yang paling bikin laper. Saking banyaknya makanan-makanan tradisional JaBar, kami ngeliatin jajanan tradisionalnya aja, yuk. Tau colenak? Comro, atau bahasa lainnya misro? Awug dan kawan-kawannya? Lucu ‘kan nama-namanya? Yuk dirinci gannn.
Cireng dan Cilok
Buat kalian yang sekolah di Smande, gak mungkin ga tau yang namanya cireng. Udah jadi salah satu kewajiban buat kalian untuk tau WBC (Warung Bu Cakra) kalo mau survive di Smande. Jadi, cireng yang lengket-lengket tapi enak itu sebenernya terbuat Cuma dari tepung aci, alias tapioka, kasih bumbu, udah deh tinggal digoreng. Makanya namanya cireng, diambil dari aci digoreng. Gampang kan ya? Sekarang sih udah banyak orang yang menjual cireng dengan dikasih berbagai macam isi, kayak ayam, bakso, keju, kornet, sampe barbeque.
Cireng
baru cireng loh, yok ah sekarang cilok. Pasti pernah deh makan tepung aci direbus yang keliatannya seperti sate ini, biasanya sih ada dua warna di abang-abang ciloknya, yaitu hitam dan merah. Yap, kecap dan saos. Cilok, atau aci dicolok, ini cara buatnya gak kalah mudah kok sama cireng, cuma ya kalo cireng dibikin rada melebar, yang satu ini dibuat menjadi bulat-bulat, dan direbus.
cilok
Serabi Oncom
Those who do not know the existence of serabi, must do hara-kiri. Biasanya kue serabi disandingkan bersama kuah santan dan gula merah, maka serabi oncom ini diberi oncom di bagian atasnya, semacam topping gitu. Gak beda jauh sama kue-kue serabi pada umumnya, tapi kayaknya jarang loh yang jual serabi oncom ini, salah satu dari kami ada yang belum nyobain padahal tinggal di Jawa Barat nih miris ya… hiks.
Serabi oncom
Awug
Salah satu jajanan khas Bandung yang terbuat dari tepung beras dan kelapa yang dikukus dengan gula merah ini terlihat sangat, sangat menggoda. Agak mirip sama kue putu sih. Awug biasanya dikukus dengan wadah berbentuk kerucut, jadi pas dihidangkan akan terlihat seperti nasi tumpeng. Rasanya? Gak usah ditanya, manis legit dan lebih enak kalo dimakan saat masih hangat.
Awug
Gemblong
Dulu salah satu dari kami tu suka banget sama kue ini, rasanya tuh ya… like wow. Teksturnya sih agar keras, karena dia terbuat dari tepung beras ketan yang diuleni hingga kalis lalu dibentuk bulat/lonjong. Adonan gemblong yang sudah dibentuk bulat lonjong ini lalu digoreng dan setelah dingin dilapisi dengan gula. Gemblong masih sering kita jumpai di warung-warung tradisional, coba deh tanya ucok terdekat he-he-he
Gemblong
Colenak
Colenak diambil dari singkatan ‘dicocol enak’, khas Parahyangan. Penganan ini terbuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar. Enaknya sih dimakan dengan dicocolin ke gula Jawa cair yang dicampur serutan kelapa. Tau gak siapa yang menciptakan makanan unik ini? Beliau adalah Aki Murki, beliau memperkenalkan makanan ini pada akhir tahun 1930. Wah, udah lama banget ya.
Colenak
Comro dan Misro
Comro itu singkatan dari oncom dijero, jero itu bahasa Sundanya dalam, jadi comro itu enak. Lah kok? Cobain aja, emang enak kok. Comro sendiri dibuat dari parutan singkong yang di dalamnya diisi dengan sambal oncom yang kemudia digoreng. Bentuknya bullet, agak pipih dan rasanya gurih-gurih pedasss.
Comro
Selain combro, ada juga misro. Seperti cireng dan cilok tadi, comro dan misro juga gak jauh beda. Amis dijero (amis dalam bahasa Sunda artinya manis) diisi dengan gula merah, sebagai pengganti oncom dalam comro. Kira-kira lebih enak yang mana ya?
Selain yang sudah disebutkan di atas, masih baaaaaanyak lagi jajanan tradisional khas Jawa Barat, kayak ali agrem, wajik cililin, leupeut, gurandil (bukan gurindam ya, itu mah lain lagi), putrid nonong, pokoknya gak bakal bisa kita sebutin satu-satu, gak ada waktu juga, though I’d really love to do that, so we can drool together lol.
Haii, pada Kepo ya sama sejarahnya Jawa Barat kita tertjintah ini? Yok cekidot~
Katanya temuan Akeolog di Anyer sih, perunggu dan besi udah ada budayanya sebelum milenium pertama. JaBar di abad ke-5 jua bagian dari Kerajaan Tarumanegara, prasastinya banyak tersebar di Jawa Barat. Ada tujuh prasasti yang ditulis dalam aksara Wengi (yang digunakan dalam masa Palawa India) dan bahasa Sansakerta yang sebagian besar menceritakan para raja Tarumanagara.
Prasasti Pasir Awi
Setelah runtuhnya kerajaan Tarumanagara, kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Kali Serayu dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda. Salah satu prasasti dari zaman Kerajaan Sunda adalah prasasti Kebon Kopi II yang berasal dari tahun 932. Kerajaan sunda beribukota di Pakuan Pajajaran (sekarang ganti nama jadi kota Bogor, sang kota hujan yang selalu ngirimin banjir ke Jakarta lol).
Pada abad ke-16, Kesultanan Demak tumbuh menjadi saingan ekonomi dan politik Kerajaan Sunda. Pelabuhan Cerbon (kelak menjadi Kota Cirebon) lepas dari Kerajaan Sunda karena pengaruh Kesultanan Demak. Pelabuhan ini kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Cirebon yang misahin diri dari Kerajaan Sunda. Pelabuhan Banten juga lepas ke tangan Kesultanan Cirebon dan kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Banten.
Untuk menghadapi ancaman ini, Sri Baduga Maharaja, raja Sunda saat itu, meminta putranya, Surawisesa untuk membuat perjanjian pertahanan keamanan dengan orang Portugis di Malaka untuk mencegah jatuhnya pelabuhan utama, yaitu Sunda Kalapa, kepada Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak. Pada saat Surawisesa menjadi raja Sunda, dengan gelar Prabu Surawisesa Jayaperkosa (oke, namanya emang aneh, mari kita skip aja bagian itu...), dibuatlah perjanjian pertahanan keamanan Sunda-Portugis, yang ditandai dengan Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal, ditandatangani di tahun 1512. Sebagai imbalannya, Portugis diberi akses untuk membangun benteng dan gudang di Sunda Kalapa serta akses untuk perdagangan di sana. Untuk merealisasikan perjanjian pertahanan keamanan tersebut, pada tahun 1522 didirikan suatu monumen batu yang disebut padrão di tepi Ciliwung.
Kenapa sampe segitunya ya? Padahal cuma kerajaan baru doang. Pikiran orang jaman dulu emang sulit dimengerti /kok/ masih ada lanjutannya btw
Meskipun perjanjian pertahanan keamanan dengan Portugis telah dibuat, pelaksanaannya tidak dapat terwujud karena pada tahun 1527 pasukan aliansi Cirebon - Demak, dibawah pimpinan Fatahilah atau Paletehan, menyerang dan menaklukkan pelabuhan Sunda Kalapa. Perang antara Kerajaan Sunda dan aliansi Cirebon - Demak berlangsung lima tahun sampai akhirnya pada tahun 1531 dibuat suatu perjanjian damai antara Prabu Surawisesa dengan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon.
Harus banget apa ya perang dulu baru damai? Huehue kasian tentaranya kan ninggalin anak bini demi perang, mending kalo satu kerajaan menang, ini mah ujung-ujungnya damai juga. Eh tapi mendingan damai dari pada ada yang kalah... Huuu, paling baik emang gak ada peperangan sih. Titik.
Dari tahun 1567 sampai 1579, dibawah pimpinan Raja Mulya, alias Prabu Surya Kencana, Kerajaan Sunda mengalami kemunduran besar dibawah tekanan Kesultanan Banten. Setelah tahun 1576, kerajaan Sunda tidak dapat mempertahankan Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda, dan akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Banten. Zaman pemerintahan Kesultanan Banten, wilayah Priangan (Jawa Barat bagian tenggara) jatuh ke tangan Kesultanan Mataram.
Kuasamu sudah hilang Kerajaan Sunda!!
Nah, bagian kerajaan-kerajaan princess Disn*y udah abis. Sekarang langsung ke Jawa Barat resminya saja~
Jawa Barat sebagai pengertian administratif mulai digunakan pada tahun 1925 ketika Pemerintah Hindia Belanda membentuk Provinsi Jawa Barat. Pembentukan provinsi itu sebagai pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922, yang membagi Hindia Belanda atas kesatuan-kesatuan daerah provinsi. Sebelum tahun 1925, digunakan istilah Soendalanden (Tatar Soenda) atau Pasoendan, sebagai istilah geografi untuk menyebut bagian Pulau Jawa di sebelah barat Sungai Cilosari dan Citanduy yang sebagian besar dihuni oleh penduduk yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu.
Bestuurshervormingwet? Ribet amat, pak. Soendalanden? Lumayanlah gampang diucapinnya. Mari ulangi bersama kami. Soendalanden. Soendalan den. Soendal anden. Soendal Swall*w.
Pada 17 Agustus 1945, Jawa Barat bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia.
Pada tanggal 27 Desember 1949 Jawa Barat menjadi Negara Pasundan yang merupakan salah satu negara bagian dari Republik Indonesia Serikat sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB.
Mantap, Indonesia Serikat. Berapa berapa? 1 Rupiah 14.000 Dollar ya? Bhak
Jawa Barat kembali bergabung dengan Republik Indonesia pada tahun 1950.
Nah, itu dia sejarah Jawa Barat. Sebenernya masih banyak, tapi ya kali kita jelasin satu-satu? No way. Yak, sekian dari kamiiii tunggu kami di episode berikutnya dalam dibawahnaungansutet.tumblr.com
Jadi gini gue bingung nih mau nyebutnya “gue” apa “kami” tapi karena diawal kalimat udah nyebut “gue” jadi nyebutnya adalah…
“Kami” karena kita kelompok walaupun yang nulis cuma seorang kan gamungkin yang nulis satu kelompok gitu mau dibagi berapa nih keyboard, haha jayus..skip.
Perkenalkan, kami adalah kelompok 3 PLH dari kelas 12 IPS 2 SMA NEGERI 8 DEPOK. Kami terdiri dari 3 manusia yaitu Asih Kartika, Ericca Nindya Regita, Nolly Liviani. Kami bisa terbentuk jadi kelompok karena Pa Lilik Saputra Guru PLH dikelas 12IPS2 doi baik tuh ngijinin kita buat kelompok sendiri terus gaboleh satu kelompok isinya lebih dari 4 kurang baik apalagi kan tuh. Nah karena yang ngasih tugas itu pa Lilik yaa akhirnya kami deh yang ngerjain #jayus. kita ngerjain bareng-bareng kok pak serius deh, kami tau ini tulisan bakalan dibaca sama pa Lilik dan kamu iya kamu (pedebgt) haha.
Berhubung ini judulnya pra tugas jadi yaa belum ada tugasnya baru perkenalan sama pemanasan doang, tapi nanti dibawah kami bakalan share hasil tugas kita kok tenang aja yak.