Surat Kepada Semesta : Untuk Sahabat
Hai semesta... namaku Rasyi. Bolehkah malam ini aku menitipkan sebuah surat kepadamu? Surat ini sebenarnya untuk sahabat Rasyi, kupanggil sahabatku.
Mungkin kau bertanya, mengapa repot-repot menitipkan kepadamu? Bukankah mudah saja menyampaikan langsung kepada sahabatku? Sebab aku malu, tak bisa berbicara banyak, juga mungkin terlalu terlambat untuk menyampaikan surat ini.
Semesta, izinkan surat ini terbang melampaui langit, menuju padamu. Jika sahabatku sedang melihatmu, menatap keindahanmu, sampaikanlah surat ini...
Semesta... Jika ada sahabatku yang sedang merasa terpuruk, membuat dirinya merasa tak berarti, mengkerdilkan dirinya sendiri, sampaikanlah padanya, ingatkan dia, mungkin dia sempat lupa kepada firman dari Rabb-Nya..
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan.” (QS. Ar-Rahmaan 60)
Sampaikan kepadanya, bukanlah Dia, Ar-Rahmaan, telah menjamin bahwa setiap kebaikan yang dia lakukan selalu akan dibalas dengan kebaikan, bahkan berkali-kali lipat? Lalu lantas mengapa ia mengerdilkan diri padahal di balik kekurangannya, selalu ada kebaikan-kebaikan yang dia lakukan?
Semesta, jika sahabatku merasa patah semangatnya, kehilangan kemampuan... Maukah engkau mengingatkannya kepada sebuah kisah lalu ketika di bawah pimpinan Khalid bin Walid, walaupun hanya ada 3000 pasukan muslimin, tetapi mereka bisa memukul mundur 200.000 (DUA RATUS RIBU) serdadu romawi?
Entahlah, tapi bagiku, kisah ini mengajarkan aku, sekurang apa pun kita, selama kita yakin ada Allah yang memampukan kita, niscaya kita akan mampu! Kuharap dia akan kuat. Semoga kuat itu mampu membuatnya kembali berdiri kembali dan menapak lagi.
Bukankah Allah sudah mengajarkan logika yang lebih indah dari silogisme apapun yang pernah ada di dunia?
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, maka Allah pasti menolong kamu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad : 7)
Sampaikan kepada sahabatku, ingatkan dia akan pertolongan-Nya...
“Jika Allah menolong kalian, maka tiadalah yang yang dapat mengalahkan kalian.” (QS. Ali Imran : 160)
Terakhir semesta, jika ada sahabatku yang pergi, entah apa pun alasannya, maukah engkau sampaikan kepadanya? Tanpa dia, kita kurang satu. Kehilangan satu semangat. Kehilangan satu pendorong. Bukankah mobil tak dapat berjalan jika kehilangan satu roda, meski ia punya banyak roda yang lain?
Seindah semangat, sekokoh janji. Kuharap sahabatku bisa segera pulang :)
juga : UJIAN badai osce 12 stase sehari :’) Badai banget lah!
plus: ROAD to MMLC Nasional 2016 :’)