- Dalam menghadapi serangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Keputusan ini merupakan respons atas peristiwa longsor dan banjir yang terjadi akibat cuaca ekstrem, yang telah menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan lahan pertanian.
Status tanggap darurat ini berlaku dari 1 Desember 2023 hingga 31 Mei 2024, sebagaimana tercantum dalam surat keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.920-BPBD. Langkah ini memungkinkan pemerintah untuk mengalokasikan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) dari APBD guna mendukung upaya penanggulangan bencana dan evakuasi korban dengan lebih cepat dan efektif.
Sepanjang Januari 2024, BPBD KBB mencatat sebanyak 21 kejadian bencana, termasuk banjir, angin kencang, dan longsor, yang telah menyebabkan kerusakan pada 70 bangunan rumah dan 7 fasilitas umum. Selain itu, terdapat 268 jiwa warga yang terdampak, 33 jiwa lainnya yang terancam, serta 2 orang yang meninggal dunia akibat tertimbun longsor dan satu orang tersambar petir.
Salah satu dampak paling parah dari bencana ini adalah longsor yang terjadi di Kampung Parakan Kopo, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, yang menutup saluran air atau irigasi untuk lahan persawahan seluas 3.000 hektare. Akibatnya, ribuan hektare sawah di 5 desa tidak terairi, yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan lokal.
Plt Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, menekankan pentingnya respons cepat dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Kami berupaya keras untuk memastikan bahwa semua tindakan penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan segera dan efektif,” ujar Asep.
Pemerintah KBB juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari BPBD serta pihak berwenang lainnya. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam upaya penanggulangan bencana, termasuk dalam proses evakuasi dan rekonstruksi.
https://mediajiwalangit.my.id/bencana-alam-di-bandung-barat-banjir-bandang-dan-longsor-di-cipongkor-dan-rongga/
Dengan penetapan status tanggap darurat ini, diharapkan langkah-langkah penanggulangan bencana dapat dilaksanakan dengan lebih terstruktur dan terkoordinasi, sehingga dampak bencana dapat diminimalisir dan pemulihan dapat berlangsung dengan cepat.
Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini mengenai situasi bencana di Bandung Barat, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi BPBD KBB atau menghubungi hotline yang telah disediakan.
(Abdul)
Read the full article