
seen from Singapore

seen from United States

seen from Australia

seen from Russia

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States

seen from Italy
seen from Türkiye
seen from France

seen from Germany

seen from Italy

seen from Malaysia

seen from India
seen from Germany
seen from China
seen from Australia

seen from Malaysia
seen from Mexico

seen from United States
Hidup lebih lama, Cintaku.
Terkuncup, meringkuknya bunga dalam hatimu itu, beralasan kamu ini sudah layu, tidak layak diperebutkan bocah-bocah cewek 'tuk mereka jemput. Mengernyit kamu buat aku, Kak—bisa jadi kamu adalah sebuah putri malu, dan bukan si tua lusuh yang ingin gundul dari kelopak merahnya.
Satu-persatu kelopak pasti bakal lepas, rontok ke tanah! Dan mungkin bakal tumbuh lagi menjadi pohon manggis.
"Logis banget, Dek," sarkasmu.
Pemahamanku atas sindiran jangan pernah diragukan, tapi kubalas gurau saja, toh kamu sedang suntuk. "Oh, memang logis. Pernah kamu lihat orang menanam padi lalu panen beras? Itu bukti lain, Kakak."
"Padi 'kan memang akan menjadi beras, Sayang." Lantunan tawa gemas dilepehmu, seraya mencubit pipiku yang di matamu pernah menang gembul daripada cimol. "Ampun."
"Ya sudah, Adek salah kalau begitu." Bibirku merengut seolah menghembuskan asap rokok lintingan, dengan tembakau murahan dan kertas seadanya; walau aslinya bergelora jiwa ragaku mengetahui si Kasih masih dapat terhibur oleh lawakan garing milik yang lebih muda — bahkan suara krauk! ketika sampah tadi dilontarkan masih terbayang jelas di otak.
Review Buku - Slam Dunk
Serial Komik Slam Dunk ini sebetulnya bukan serial baru (anime nya sudah bisa disaksikan juga di platform streaming kenamaan) kalau tidak salah bahkan terbitnya sudah sejak tahun 90an, kalau memperhatikan isi komiknya pun latarnya jadul (gaya pakaian, rambut dan segala macamnya), tetapi kekonyolan si tokoh utamanya, Hanamichi Sakuragi dan teman-teman, masih terasa sangat relevan, bahkan hingga hari ini. Pertama kali saya kenal serial komik ini sekitar 20-an tahun yang lalu, waktu itu saya masih di SMP (kebayang begitu lama nya), saking suka nya dan mendalami cerita komik ini, waktu itu saya jadi ikut-ikutan main Basket ketika itu. Karakter Sakuragi yang bodoh dan tidak bisa apa-apa semenjak awal komik, sepertinya justru membuat komik ini menjadi sangat menarik, tentu kita biasanya suka dengan perjalanan tokoh utama yang seperti itu, ditambah karakter Sakuragi sangat polos (baca: bodoh), ditambah lagi waktu saya SMP baru mencoba untuk bermain basket, jadi untuk relate dengan cerita si tokoh utama ini sangat mudah.
Slam Dunk ini memiliki alur cerita yang mirip dengan serial Harlem Beat yang belum lama saya bahas juga (saya biasanya punya kecenderungan habis mengulang satu serial, tiba-tiba kepingin mengulang serial lain yang kurang lebih mirip), alur atau plot yang digunakan kurang lebih seperti ini, Orang awam yang belajar basket dari pemula, dengan berbagai perjuangan dan tempaan, ia berhasil bertumbuh menjadi jago dan menjadi sosok andalan tim dan pada akhirnya berhasil membawa tim ke kejuaraan nasional untuk bersaing dengan tim jagoan lainnya, plot seperti ini bisa dijumpai di kedua serial tersebut, tetapi Slam Dunk, menurut saya pribadi, memiliki sesuatu yang lebih dari sekedar cerita tersebut, untuk kalian yang suka basket, Slam Dunk ini menawarkan cerita yang basket banget, entah dari teknis nya atau pendalaman ceritanya, serta lebih realistis dengan kehidupan yang banyak dialami oleh orang awam yang baru mencoba memulai main basket.
Lagi-lagi dari cerita perjalanan semacam ini, yang membuat semakin menarik adalah bagaimana si tokoh utama belajar tanpa pantang menyerah hingga akhirnya bisa menjadi jagoan sebenarnya. Selain itu melalui tokoh Sakuragi di cerita Slam Dunk ini, kita disadarkan betapa pentingnya sebuah afirmasi, bayangkan, sepanjang serial komik ini, kita melihat Sakuragi selalu memberikan label terhadap dirinya sebagai seorang "Jenius" yang diawal cerita benar-benar terlihat konyol dan bodoh, tetapi lama kelamaan (Istilah zaman sekarang - Afirmasi Positif) kita dibuat sadar bahwa si tokoh utama, Hanamichi Sakuragi, betul-betul menjadi Jago. Dan di komik ini pun, kita bisa melihat kisah underdog, dimana orang "buangan". kalau punya tekad yang kuat dan ada kemauan serta saling bekerja sama, hasilnya bisa sangat luar biasa dan melebihi mereka yang sudah memiliki label "orang Hebat" atau "Sukses".
Jokes receh juga bertabur sepanjang serial komik ini, dulu saya merasa komik ini lucu, tetapi sekarang setelah bertahun-tahun berlalu dan menjadi semakin dewasa, saya menemukan komik ini menjadi semakin lucu dan menghubur, mungkin banyak jokes yang digunakan merupakan jokes bapak-bapak, atau mungkin menjadi semakin "Tua" membuat saya memiliki toleransi yang semakin rendah terhadap jokes atau lawakan yang ada. Apapun alasannya, komik ini bisa menjadi sebuah hiburan instan dikala penat.
Komik ini tersedia secara legal di toko buku Gramedia, aplikasi Gramedia Digital, PlayStore dan tersedia banyak pula bajakannya (ini balik ke nurani masing-masing ya), untuk kalian yang pernah baca serial ini sebelumnya, saran saya mengulang komik ini menjadi hiburan yang sangat menyenangkan, kelucuan tokohnya masih sangat relevan, dan untuk kalian yang sebelumnya belum pernah membaca serial ini, saya sangat menyarankan untuk baca, karena selain ceritanya bagus, lucu dan menghibur, kalian juga tidak perlu mengetahui seluk beluk basket, karena banyak istilah yang dijelaskan secara detail mengenai basket dan basket lagi-lagi memang tema besarnya, tapi tidak perlu suka basket untuk menyukai kisah Hanamichi Sakuragi dan kawan-kawan dalam serial Slam Dunk ini. Selamat Membaca!
Tentang Konser BLACKPINK di GBK: #BLACKPINKJKT
BLACKPINK baru saja membuka konser dunia mereka [BORN PINK] JAKARTA di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta dengan lagu How You Like That. Penampilan ini telah lama dinantikan oleh para penggemar BLINK yang membanjiri kompleks GBK sejak siang.
Sumiko Iwamuro alias DJ Sumirock, lihai memainkan jarinya di atas turntable. Seperti menolak tua, ia mampu menggerakkan ratusan massa yang notabene berada jauh di bawah umurnya, atau bahkan pantas disebut cucu.
Penikmat kopi, pengagum senja
Aku dekati, Dia ada yang punya
Dekat jendela, minum kopi hitam
Tikung Dia, di sepertiga malam
Eaaaa 😂
Maapin Lagi ngawur -it's enough
Cerita Cinta Terlarang Berakhir Bahagia
Gan, jangan terlalu serius napa.
Rileks sebentar untuk menurunkan tensi hidup.
Nih kita temani dengan kisah fiksi judulnya Cerita Cinta Terlarang Berakhir Bahagia. Kalau digoogling yang muncul kebanyakan berjudul Cerita Cinta Penuh Dosa
Yuk ah diklik artikelnya.