siapa yang telah mengambil anak kunci dan membuka pintuku?
meninggalkan permen manis di setiap bias senjaku
menempelkan resep-resep di dekat tungku
resep-resep yang membuatku mencandu senyummu
lalu setiap hari datang untuk mengaduk adonan rasa itu..
tapi, belum sempurna adonan mengembang, kautinggal berlalu
rasa itu bantat sudah
tidak,
kamu bukan peri, tapi kurcaci yang bermain-main dengan hati
lebih baik patahkan sayapmu dan jangan terbang mengunjungiku lagi










