Titik tertinggi kecewa itu bukan memaki, tapi menjauhi. Sebab untuk terus mengerti tanpa dimengerti itu amat menguras energi. Berhenti berinteraksi lebih baik daripada merusak diri..

seen from India

seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from China
seen from United Kingdom

seen from Australia
seen from China
seen from United States
seen from Canada

seen from Russia
seen from Saudi Arabia
seen from Moldova
seen from China

seen from Hong Kong SAR China
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from Russia
seen from T1
Titik tertinggi kecewa itu bukan memaki, tapi menjauhi. Sebab untuk terus mengerti tanpa dimengerti itu amat menguras energi. Berhenti berinteraksi lebih baik daripada merusak diri..
"Kehilangan itu bukan lenyap, ia hanya berpindah tempat: dari genggaman jadi ingatan."
aku menyusun sabar dari hari ke hari, menjadikan diam sebagai bahasa, dan menelan kecewa agar dia tidak pernah merasa bersalah.
aku sering bertanya-tanya, kenapa dia tidak merasa bersalah. padahal aku sudah sejauh itu berusaha, sejauh itu bertahan, dan sejauh itu menyayangi.
aku lelah menunggu penyesalan yang tidak pernah datang, aku ingin penyesalan itu menghantamnya disaat paling sepi, di saat dia sadar bahwa tidak semua orang akan mencintainya setulus itu.
karena aku sudah habis-habisan, dan dia bahkan tidak pernah mencoba.
~h
Mudah untuk menyadari bahwa kebahagiaan manusia itu berbeda-beda, tapi entah mengapa begitu sulit untuk memahami bahwa hal itu juga berlaku pada penderitaannya.
393
Pergilah, tak masalah. Biarkan aku yang akan meredam remah-remah gundah.
Kita semua tahu bahwa tidak ada yang kekal jika masih di dunia. Ada yang datang dan ada yang kan meninggalkan. Kadang dibersamai tapi di lain waktu akan kembali sendiri.
Andai suatu saat nanti kamu diminta untuk pergi dari hidup seseorang, jangan tiba-tiba menghilang begitu aja, jelasin dulu alasannya. Belajarlah untuk jadi manusia yg bertanggung jawab atas segala rasa yg sengaja dibuat ataupun tidak..
Kepergiannya
Tandanya telah pergi… Dari kejauhan matahari tampak terbenam Langit menggelap tanda senja tiba Sayup-sayup mulai terdengar Alunan takbir bergema di jagad raya Menembus hati menundukkan jiwa Bahwa ramadhan telah pergi Dan esok adalah hari yang fitri
Beberapa saat waktu sangat cepat Beberapa saat ramadhan begitu singkat Beberapa jiwa berlomba karenanya Beberapa jiwa tak menghiraukannya Beberapa lainnya biasa saja
Ada yang terseok-seok, merangkak Ada yang berjalan juga berlari Menuju sebuah garis finish Memulai, berhenti dan sampai ialah pilihan mereka
Pada akhirnya, kemenangan padanya mereka yang berjuang lelah dan lillah Pada akhirnya, kemenangan gelarnya mereka yang terdidik dan memiliki bekal untuk mudik Pada akhirnya, kemenangan puncaknya mereka yang berhasil mengalahkan hawa nafsunya
Pada akhirnya, ada yang gagal ia yang tak meninggalkan kesan Pada akhirnya, ada yang gagal ia yang tak sungguh-sungguh
Pada akhirnya, ia benar-benar pergi dan kita berada disini, apakah menang atau gagal?
Selamat Idul Fitri 1446 H
~Faa
Aku melepasmu bukan karena tanganku lelah menggenggam, tapi karena aku tahu sayapmu terlalu megah untuk sekadar berteduh di bawah atapku. Pergilah, temukan langit yang lebih luas, yang bisa bikin kamu terbang lebih tinggi.