Angsa Hitam dari Shenzhen, itulah artikel yang saya buat tahun 2015 sewaktu berkunjung ke Shenzhen untuk meliput Global Analyst Summit. Bagaimana perusahaan yang berawal dengan modal 3.000 dollar bisa menjadi miliaran dollar dan mendominasi infrastruktur telekomunikasi. Semua tidak lepas dari figur Ren Zhengfei yang menjadi nakhoda dan mengiringi perjalanan Huawei dari bawah, tumbuh besar, dan bertransformasi mengikuti zaman. . Empat tahun berikutnya, kesempatan datang untuk melihat angsa hitam yang berenang bebas di danau secara langsung. Keadaan sungguh berubah, tekanan yang dialami Huawei kian nyata dengan sanksi dari pemerintah Amerika Serikat yang memicu reaksi berantai yang mematikan. . Apa yang harus dilakukan @Huawei? Itulah seri kedua dari tulisan saya yang diterbitkan pertengahan September ini: Menanti Sturmovik Pulang ke Shenzhen. Saya pribadi belajar banyak selama proses pengumpulan data: bagaimana Huawei menggerakkan karyawannya, setia pada inti bisnisnya yakni riset dan pengembangan, serta merumuskan bahasa yang sama ke eksternal. Itulah nama di balik judul artikel saya. . Terima kasih atas kebersamaan selama di Chengdu dan Shenzhen. Saya belajar banyak. Kini tinggal satu lagi tulisan sampingan yang akan dirampungkan. Kita akan bertemu segera. Semoga. . #Huawei #Shenzhen #Bantian #BlackSwan #creativemagazine #creativemultiplepost #slidingpost @panosliceapp #madewithpanoslice #swipeleft (at China) https://www.instagram.com/p/B2W_bjiHPVN/?igshid=1int8p9kig9c6