Harusnya?
Harusnya aku tahu, Harusnya aku sadar, Harusnya aku paham Semua yang kamu ucapkan dulu hanyalah janji Janji? Janji yang layak untuk diingkari Janji yang memang manis hanya di awal Janji yang diucapkan berkali-kali Namun janji hanyalah sebuah janji Harusnya aku tahu memang, Harusnya aku sadar sebelumnya, Harusnya aku paham juga Semua yang datang akan pergi Begitu juga dengan kamu Begitu juga dengan kehadiranmu Begitu juga dengan perasaanmu Yang kamu bilang hilang begitu saja Hilang? Kamu, Yang datang dengan beribu senyum Yang datang dengan beribu kata manis Yang datang dengan beribu suaramu yang merdu itu Yang menawarkan akan mengobati semua luka Yang menawarkan akan menempati semua kosong Yang menawarkan akan mengganti semua sakit Yang datang dengan pelukan hangat Yang datang membawa semua cinta Yang datang dengan berjuta kenyamanan Yang datang dengan berkata bahwa kamu tak sama Tak sama? Berbeda? Ya! Memang bodohnya aku, Mengira itu nyata Memang bodohnya aku, Mengira itu tulus Memang bodohnya aku, Mengira itu cinta Sekarang yang aku tahu Sekarang yang aku sadari Sekarang yang aku pahami Bahwa, Janji hanyalah sebuah janji Kata hanyalah sebuah kata Bahwa, Cinta itu tak ada Cinta itu bohong Cinta itu kosong Cinta itu semu
















