Mimiknya Manis
28 September 2012
Entah dia puas atau bangga setelah melempari mobil pengangkut semen bangunan hotel, yang membuat rumah temannya rusak. Karena kejatuhan material bangunan. Atau senang dengan caranya sendiri. Tapi bukan itu. Mimik itu, mimik yang selama ini kucari. Mimik tak peduli, bercerita gebu-gebu dengan senyum paling manis. Membuatku berdebar-debar. Mabuk kepayang. Saya senang sekali sore tadi










