#SEPATUBARUKU #KUSIMPAN hingga #BERDEBU sengaja aku siapkan untuk Jadi #SENIOR #OSPEK 2016 #Pupus tidak sesuai dengan #HARAPAN huuuuuffffff (at Kampus STKW surabaya)

#dc#dc comics#batman#bruce wayne#dc universe#batfam#batfamily#dc fanart#dick grayson#tim drake


seen from Yemen

seen from Germany
seen from India
seen from Portugal
seen from Macao SAR China

seen from United States

seen from Syria
seen from United States
seen from Panama
seen from Maldives
seen from United States
seen from Germany

seen from India
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from India
seen from United States
#SEPATUBARUKU #KUSIMPAN hingga #BERDEBU sengaja aku siapkan untuk Jadi #SENIOR #OSPEK 2016 #Pupus tidak sesuai dengan #HARAPAN huuuuuffffff (at Kampus STKW surabaya)
Tumblrku sangat berdebu tapi rinduku tetap menggebu (iuh.. hyekk…)
juju jijik
Goresan lawas zaman pra biru dongker
Ini cuplikan cerpen pertamakku, hadir kembali sejak nemu diantara selip selipan file yang antah berantah..
Sang bayu gusar menerobos celah celah ventilasi ruangan ini. Malam ini hujan lebat kembali lagi. Nampak di luar derasnya air turun menghujami tanah bumi. Cukup menantang. Jalan raya penuh kendaraan yang buat cipratan air tak kendali, teras rumah menjadi lusuh bercampur tanah . Akar pohon mempertahankan tubuhnya supaya tak tumbang. Warung bertenda di pinggir jalan terbawa angin goyah ke kanan lalu ke kiri. Tanganku menyentuh jendela kamar, tetes embun jatuh melewati jari jari, garis tangan, dan membentuk bulatan kecil basah menyerap di bajuku.
Lalu, aku duduk di depan notebook sembari mendengar alunan melodi lagu. Menyisakan sedikit luang dari waktu belajarku untuk berimajinasi. Mengetik huruf per huruf, merancang pasti ulasan e-mail untuk sang kakak. Sebab inilah hari sejarah buatnya, hari ini ia bisa mengulang tahun kelahirannya. Sebagaimana yang kau kira. Aku tak berkesempatan memberinya kado kecil untuknya. Tahun lalu terulang lagi, terpaksa aku membungkus harapan dalam-dalam kali ini. ‘ Boro-boro, mempersembahkan kado istimewa untuknya, menatap binar mata birunya saja tidak. Waktu sepetinya amat enggan menyatukan kami berdua ’ batinku.
“ketika kita mencapai tingkat tertinggi kejenuhan , terbersit rasa untuk bebas mencari arti sebenarnya kehidupan . mencari motivasi untuk memperbaiki diri . Namun , dikala kita tidak mendapatkan apapun yang dapat mengobati kejenuhan maka apapun bisa terjadi . Kerinduan terdalam kutitipkan untuk yang disana yang kucinta dan orang yang selalu menyayanginya . Kakak happy birthday. aku merindukanmu”
Malam makin kelam. Setelah selesai megirim email, layaknya rutinitas hari hariku, aku selalu menyempatkan diri untuk tegap berdiri di pucuk jembatan gantung yang terhubung dari kamarku hingga rumah pohon di seberang. Angin berhembus menerjangku dengan angkuhnya, tanpa membawa kabar yang mengiris telingaku seperti musim lalu. Atau seperti waktu gerimis kemarin, air dari pelupuk mata mengucur deras, amat indah mengharukan. Impianku bukan omong kosong lagi tampaknya. Akhirnya aku tak mengecewakan mereka lagi.
Rembulan menatapku dengan senyuman, membawa batinku melaju cepat memutar kaset episode usang. Aku terpekur mengenang segalanya. Semua masa lalu itu. Dimana luapan emosi membuncah dahsyat. Dan arus pertengkaran makin sengit terjadi. Setan tampaknya telah berhasil memimpinku. Ia nampak tertawa terbahak. Aku ingat betul kejadian itu, tergambar jelas dalam otakku. Padahal terlihat benar jika itu sekedar masalah kecil. Rembulan terus mengisyaratkan bahwa semua itu tidak untuk disesali.
Hari itu aku bersama kakakku Fraide merancang jembatan gantung ini, aku marah besar ketika dia tak menyetujui pendapatku, ia mengatakan bahwa lebih indah jika jembatan di buat di atas taman belakang, dekat dengan air mancur dan pohon linden besar itu. Tapi menurutku sudah pasaran, di rumah tetangga saja seperti itu, mungkin akan terlihat berbedada jika dihubungkan dengan kamar kita berdua. Perdebatan itu entah berapa lamamenggantung..Perasaa ego tanpa epilog. Padahal itu perjumpaaaan terakhir sebelum kak Fraide pergi ke luar negeri, tepatnya di Canada. Pemurung yang handal aku, hingga ayahpun memilih untuk mengikuti usulku. Entah karena ia membelaku, atau agar aku tak mengomel lagi. Kak Fraide lagi lagi harus mengalah karenaku.
Bintang-bintangpun ikut ambil andil, berusaha menghiburku untuk tidak menangis. Rembulanpun menyuruhku untuk berjanji untuk balas budi memeluk kasih sayang yang telah diberikannya untukku. ‘ Kami akan selalu menemanimu, jika awan mendung tak menyergap kami ‘, bisiknya. Ptarrr…. Petir telah menyambar. Bergegas aku berlari dia atas goyahan jembatan. Bergegas masuk kamar dan menutup rapat rapat pintu dan semua jendela. Aku tak akan tega jika mendung membuat rembulan dan kilauan bintang di kaki langit akan hilang. Hatiku semakin takut , jantungku terlalu cepat berdegup.
“Echi, hari telah larut, jangan lupa redupkan lampu dan gunakan selimutmu itu untuk melindungimu” Ayah tiba tiba datang memberi pesan mengagetkanku.
“ Baik yah..” kataku dengan mengumbarkan senyum untukknya. Sepertinya ia baru saja datang dari kerja. Dan menyempatkan menengok ke kamarku. Wajahnya tampak benar lelah, bekerja seharian.
Saatnya bergemelut di alam mimpi….
Berdebu
Wuiihhh.. banyak debu dalam diri..
dikira bersih.. eh ternyata banyak debu
debu itu sangat kecil pertikelnya, jadi tak terlihat
cuma dengan kejernihan dan fokus baru bisa terlihat
Huft.. banyak debu dalam diri..
dikira hati ini adalah hati yang bersih
debu itu membuat keadaan menjadi buram
debu itu Ghill .. bersarang pada diri..
Jika seperti itu, Mari bersih-bersih diri dari debu.
Berdebu.. Memalukan mengira diri bersih ..
#hikss
Terlalu memang
Saya ini memang keterlaluan. Ketika yang lain sibuk dengan kegiatannya, saya justru masih terjebak dalam posisi terasik kamar. Terjebak dalam khayal tak berujung. Terjebak dalam keadaan membenak setiap saat. Sadar butuh kegiatan dan kesibukan, tapi tak mencari. Sadar butuh pemasukan tambahan, tapi tak usaha.
inequality
dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat,
dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya,
dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas,
dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar
Q.S. Faathir: 19-22
saya juga bingung mau menyertakan apa, tapi menurut saya ini keren. iya lah, quran selalu keren. jadi kemaren ayat ini saya temukan (halah, kemana ajalah, sampe baru ketemu)
jadi hari ini saya UTS matematika rekayasa, jadi aja pengen nulis judulnya inequality :D
p.s. ini draft udah lama banget, padahal ditulis jaman UTS, dan sekarang semester 4 pun sudah berakhir
Medan Elektromagnetik
Semester 4 di Fisika Teknik ITB mewajibkan gue belajar Medan Elektromagnetik dengan beban 3 sks. Tahun lalu, kuliah ini menelan 60% mahasiswanya untuk mengulang. Awalnya panik, gimana bisa ada mata kuliah yg lebih dari setengah mahasiswa yg ambil kuliah itu harus ngulang? Bahkan yang menyebutkan angka 60% dosennya sendiri. Baru kali ini, gue bener-bener pengen menjadi minoritas, untuk lulus mata kuliah ini, dengan nilai A. Kurang minoritas apa coba? yah, semoga diberi kemudahan dalam perwujudannya :)
Dosen gue ini super BANGET, bukan super aja. Gue selalu semangat hadir di kuliah dia. Udah 2x kali gue ga masuk kuliah, karena sakit. Rugi banget rasanya. Supernya dosen gue yg satu ini, karena selalu berhasil membuat jantung gue berdetak lebih keras, bukan lebih cepat, dan semangat seketika.
Gue selalu nunggu saat dia bercerita di luar materi perkuliahan di kelas, saat dia story telling :) Karena gestur dia unik kalo cerita, intonasinya juga ga bikin ngantuk. Bahkan temen gue yang sepanjang kuliahnya tidur, bakal mendadak semangat kalau dia udah mulai cerita. "Never ever surrender!" kalimat itu gue temukan di web orang, tentang beliau, isinya menceritakan bagaimana perjuangan beliau sekolah di negeri orang. (Iya, gue sampe stalk si bapak bahkan)
saya janji pak, saya ga akan mengecewakan bapak. saya serius belajar pak :)
Jadi tulisan di atas itu gue tulis waktu awal-awal semster. Ketika masih merasa kehilangan dengan tidak hadir 2 pertemuan karena sakit. Ketika masih bersemangat belajar dan menargetkan nilai A. Tapi setelah proses satu semester, kayaknya sampe tuh 9 pertemuan gue ga hadir, maaf pak. Hasilnya juga begini. Bolehlah target A, tapi kalau tindakan tak sesuai dengan target ya seperti saya ini, cuman dapet BC, haha. Alhamdulillah masih lulus :)