Ikan dan Katak
Hari ini hari terakhir saya di usia dua puluh dua -usia yang seakan-akan bertambah satu per satu setiap tahun, padahal ia mengurangi umur di setiap detik bersama helaan nafas.- Beberapa waktu terakhir ini saya mulai merasa menjadi dead fish. Atau lebih tepatnya bertanya-tanya apakah setahun terakhir saya hidup menjadi dead fish tanpa saya sadari.
Perjalanan yang lalu menyadarkan sang ikan dari koma. Sang ikan tergagap di dalam air, lupa kalau ia bernapas dengan insang. Ikan yang kini resah jika hanya terus terbawa aliran air, dengan akhir cerita yang sudah bisa ia terka. Ya kau juga tahu, kalau bukan kaleng sarden ya aquarium.
Sang ikan kini mulai mencoba melawan arus, belum mampu untuk maju bergerak ke hulu tapi enggan terbawa hingga hilir. Seperti atraksi, melompat dan menyelam.
Seekor katak heran melihat atraksi ikan dalam sungai. Tapi tak lama, keresahan menjalar dari sang ikan kepada sang katak. Sang katak kini khawatir bahwa ia berada di dalam panci yang airnya terus dipanaskan.
Kalau kau tahu mengenai percobaan pada dua ekor katak, yang satu dimasukkan ke dalam panci dengan air mendidih, dan seekor lagi dimasukkan ke dalam panci dengan air yang suhunya dinaikkan perlahan hingga mendidih. Apa yang terjadi? Katak pertama, akan melompat keluar dari panci, dia selamat. Katak kedua, akan tenang saja berada dalam panci seakan tak sadar airnya semakin panas, hingga akhirnya katak itu pun mati.
Sang katak khawatir ia akan terlena dengan air yang semakin lama semakin panas tanpa ia sadari. Katak ini pun akhirnya beratraksi, melompat dan berendam.
Ikan dan katak sedang beratraksi!










