Itulah kenapa wanita sholihah adalah ratunya para bidadari surga. Sesempurnanya mereka, kita bisa mengalahkan mereka.
katayangterukir
seen from India
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from T1
seen from Germany

seen from T1
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from T1

seen from United Kingdom
seen from Croatia

seen from Indonesia
seen from Poland

seen from T1
Itulah kenapa wanita sholihah adalah ratunya para bidadari surga. Sesempurnanya mereka, kita bisa mengalahkan mereka.
katayangterukir
Sungguh, aku tak tahu apa yang terjadi. Sahabat, entah apa makna dibalik kata itu untukmu.
FA
Jika semu, Ku mohon, hapuskanlah. Jika semu, Ku mohon, berhentilah. Jika semu, Ku mohon, menghilanglah. Kerap itulah, Yang membuat diriku meresah. Janganlah, Kau biarkan tanpa menyata.
FA
Jika karang yang kokoh bisa terkikis karena sering terkena deburan ombak, apakah kamu juga bisa seperti itu? Jika itu bisa kulakukan, sudilah kau mengikis dari hatiku.
FA
Kamu.. Yang terbias oleh sinar mentari menyilaukan dari jarak jauh. Yang membuatku menghangat walau hanya memperhatikanmu. Tak mampu kuungkap dengan berbagai untaian kata. Karena, Itu kamu.
jihaanar
Dari sekian banyaknya luka, mengapa itu harus 'perasaan'? Kumohon, tidak lagi. Karena aku tidak bisa menyuarakannya.
jihaanar
sepi berkepanjangan,
menelan semua kenangan dalam keramaian,
meninggalkan semacam perasaan yang dihiraukan,
tak perlu belas kasihan, karna semuanya hanya akan menjadi sejenis impian tanpa kenyataan.
Kami Tidak Bergeming
Kamu, tidak harus merubah hatimu. Pilihanmu. Hal yang sangat salah bahkan. Bila kamu merubah, hanya berdasarkan rasa nyaman. Rasa yang kita bangun, meskipun salah. Sudah tertakdir untuk terukir. Sudah tertakdir untuk tergelar di sela-sela ketetapan hatimu. Meski di setiap pagi. Entah pada hati mana kamu mengabdi. Jiwamu menanti. Meski di setiap siang. Entah pada hati mana kamu mencoba tenang. Jiwamu mencoba meregang. Meski di setiap malam. Entah pada hati mana kamu menitipkan salam. Menjatuhkan karam. Aku, kami, akan tetap di sisi. Setiap kali kamu terusik lelah. Setiap kali kamu terganggu resah. Aku, kami, akan tetap di sisi. Setiap kali indahmu tertutup kalut. Kala sepi mulai mengerucut. Hati kami kuat. Hatiku kuat. Pun dengan segala nyata yang telah kamu pilih. Segala gusar yang telah kamu peluk. Kami tak akan bergeming. Hingga Semesta benar-benar meminta kami, aku, untuk lekas mengasing. --- Medan, saat-saat di luar batas logika