Dampak Pandemi Covid 19 bagi usaha kuliner di Jember
Pandemic Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan. Melainkan juga memberi dampak langsung ke berbagai ekonomi masyarakat. Terutama pada Usaha Mikro Kecil Menengah. Diantaranya yang paling terkena adalah usaha kuliner. Bukan hanya usaha kuliner, usaha jasa dan fashion pun terkena dampaknya.
Meski kini akan memasuki New Normal pebisnis kuliner di Jember pun masih di hantui oleh rasa ketakutan. Pasalnya pelaku usaha kuliner ini memprediksi usaha mereka tidak akan bisa berjalan maksimal. Bahkan banyak pebisnis kuliner terpaksa menutup usahanya untuk sementara waktu, dan tak sedikit yang mengalami kebangkrutan.
Beruntung banyaknya aplikasi online tidak membuat para usaha kuliner di Jember ini kehilangan semangatnya untuk terus berjualan. Mengandalkan aplikasi ojek online mereka masih bisa menjual produk mereka pada para konsumen.
Kondisi terpuruk perekonomian di masa pandemi Covid 19 yang berdampak buruk pada merosotnya omset penjualan makanan saji di Jember. Rupanya hampir merata dirasakan oleh pengusaha kuliner yang memiiki restoran maupun warung makan. Pemberlakukan social distancing dan physical distancing dari pemerintah membuat banyak restoran dan warung makan mengalami pengurangan jumlah pengunjung yang cukup banyak.
Yeyen Abdul Majid salah satunya, pengusaha kuliner yang lebih dari lima tahun menggeluti bisnis kuliner yang berbahan dasar mie ini. Mengaku omset penjualan produknya menurun jika dibandingkan sebelum masa pandemic Covid 19. Depot Mie Mertua milik Yeyen yang terletak di daerah Talangsari biasanya ramai oleh pengunjung dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun, sejak semua sekolah di Jember diliburkan selama masa pandemic jumlah pengunjung depot mie mertua menjadi berkurang. Hal ini tentu saja berdampak pada berkurangnya omset penjualan. Meskipun jumlah pengunjung di depotnya berkurang Yeyen masih bersyukur karna usahanya dapat bertahan melalui aplikasi ojek online dan layanan pesan antar. (sumber: Lintas 7 eps 4 Rien TV Channel Stasiun Televisi Lokal Jember)
“Alhamdulillah dengan adanya pandemic covid 19 masih berjalan, terbantu dari pesanan-pesanan online seperti Go food, Grab food dan ojek online lainnya. Harapan saya bisa bikin kedai Mie Mertua lebih besar lagi dan bisa buka cabang di mana-mana, buat Jemberan targetnya di kampus dan kota-kota terdekat meskipun masa pandemic Covid 19 ini.” Yang di ucapkan oleh Yeyen Abdul Majid saat wawancara Rien TV Channel Program Acara Jember.
Bertahan di tengah pandemic Covid 19 bagi para pengusaha adalah beban berat, karena harus menanggung beban karyawan yang menggantungkan hidup mereka dari keberlangsungan usaha. Karena itu Yeyen sebagai salah satu dari sekian banyak pengusaha kuliner di Jember, berharap agar masa pandemic Covid 19 segera berlalu, dan kondisi perekonomian kembali Normal.














