http://www.hamdan.link/2021/05/pendidikan-yang-memanusiakan-manusia.html #haripendidikannasional #pendidikan #mencerdaskanbangsa #infojember #jawatimur #belajar #mendikbud https://www.instagram.com/p/COWmbFgFsuE/?igshid=fjzamvdbbbeu
seen from China
seen from Türkiye
seen from Netherlands

seen from South Africa

seen from Australia
seen from Egypt
seen from China
seen from United States
seen from Yemen
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from South Africa
seen from Russia

seen from Switzerland

seen from United States

seen from United States

seen from Switzerland
seen from Yemen
seen from Italy
http://www.hamdan.link/2021/05/pendidikan-yang-memanusiakan-manusia.html #haripendidikannasional #pendidikan #mencerdaskanbangsa #infojember #jawatimur #belajar #mendikbud https://www.instagram.com/p/COWmbFgFsuE/?igshid=fjzamvdbbbeu
Terima kasih bro, atas kunjungan dan bingkisan nya.. 😊🙏 #bumnhadiruntuknegeri #infojember #kopijember #kabarjember #jember https://www.instagram.com/p/COH8jrKluEI/?igshid=1gkcf7hay8jsi
https://www.hamdan.link/2021/04/drone-mapping-dengan-dji-phantom-4-pro.html Explore kemampuan drone mapping. Smoga dapat berkontribusi memacu program satu data spasial #jember #drone #dronemapping #infojember #pemkabjember #jemberterbina #pupr #ditjensda #pilotdrone #pilotdroneindonesia #geospatial #lapan #onemap #onemappolicy https://www.instagram.com/p/CNzVwwZFejQ/?igshid=vgz1kscpbg2u
Dampak Pandemi Covid 19 bagi usaha kuliner di Jember
Pandemic Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan. Melainkan juga memberi dampak langsung ke berbagai ekonomi masyarakat. Terutama pada Usaha Mikro Kecil Menengah. Diantaranya yang paling terkena adalah usaha kuliner. Bukan hanya usaha kuliner, usaha jasa dan fashion pun terkena dampaknya.
Meski kini akan memasuki New Normal pebisnis kuliner di Jember pun masih di hantui oleh rasa ketakutan. Pasalnya pelaku usaha kuliner ini memprediksi usaha mereka tidak akan bisa berjalan maksimal. Bahkan banyak pebisnis kuliner terpaksa menutup usahanya untuk sementara waktu, dan tak sedikit yang mengalami kebangkrutan.
Beruntung banyaknya aplikasi online tidak membuat para usaha kuliner di Jember ini kehilangan semangatnya untuk terus berjualan. Mengandalkan aplikasi ojek online mereka masih bisa menjual produk mereka pada para konsumen.
Kondisi terpuruk perekonomian di masa pandemi Covid 19 yang berdampak buruk pada merosotnya omset penjualan makanan saji di Jember. Rupanya hampir merata dirasakan oleh pengusaha kuliner yang memiiki restoran maupun warung makan. Pemberlakukan social distancing dan physical distancing dari pemerintah membuat banyak restoran dan warung makan mengalami pengurangan jumlah pengunjung yang cukup banyak.
Yeyen Abdul Majid salah satunya, pengusaha kuliner yang lebih dari lima tahun menggeluti bisnis kuliner yang berbahan dasar mie ini. Mengaku omset penjualan produknya menurun jika dibandingkan sebelum masa pandemic Covid 19. Depot Mie Mertua milik Yeyen yang terletak di daerah Talangsari biasanya ramai oleh pengunjung dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun, sejak semua sekolah di Jember diliburkan selama masa pandemic jumlah pengunjung depot mie mertua menjadi berkurang. Hal ini tentu saja berdampak pada berkurangnya omset penjualan. Meskipun jumlah pengunjung di depotnya berkurang Yeyen masih bersyukur karna usahanya dapat bertahan melalui aplikasi ojek online dan layanan pesan antar. (sumber: Lintas 7 eps 4 Rien TV Channel Stasiun Televisi Lokal Jember)
“Alhamdulillah dengan adanya pandemic covid 19 masih berjalan, terbantu dari pesanan-pesanan online seperti Go food, Grab food dan ojek online lainnya. Harapan saya bisa bikin kedai Mie Mertua lebih besar lagi dan bisa buka cabang di mana-mana, buat Jemberan targetnya di kampus dan kota-kota terdekat meskipun masa pandemic Covid 19 ini.” Yang di ucapkan oleh Yeyen Abdul Majid saat wawancara Rien TV Channel Program Acara Jember.
Bertahan di tengah pandemic Covid 19 bagi para pengusaha adalah beban berat, karena harus menanggung beban karyawan yang menggantungkan hidup mereka dari keberlangsungan usaha. Karena itu Yeyen sebagai salah satu dari sekian banyak pengusaha kuliner di Jember, berharap agar masa pandemic Covid 19 segera berlalu, dan kondisi perekonomian kembali Normal.
Nonton TV Dalam Genggaman
Era disrupsi berhasil mengubah banyak hal. Porak porandanya industri pertelevisian dunia juga ditengarai disebabkan oleh ke-riuh-an era ini. Dulu, teknologi televisi satelit dan terestrial menguasai industri penyiaran hampir dua pertiga masa sejak ditemukannya teknologi tersebut. Namun dengan sekejap mata dan secara berkala, ketika koneksi internet menjadi entitas jaringan multikomunikasi merajai bisnis jaringan dunia, semuanya berubah.
Coba hitung sekarang, berapa orang yang menghabiskan waktunya menonton televisi di rumah. Atau barangkali kita juga bagian dari orang yang hanya memiliki televisi tapi sudah kehilangan waktu untuk menontonnya di rumah. Barangkali televisi yang kita punya hanya menjadi properti pelengkap dan mengalami disfungsi dan hanya sebatas menjadi furniture penghias meja di ruang tengah.
Kemudahan teknologi telah membawa kita sebagai penonton TV tidak lagi mengenal istilah prime time. Acara-acara favorit yang dulu mati-matian kita kejar agar dapat kita tonton tepat waktu, kini secara parsial bahkan siap tersaji tanpa harus dipotong jeda iklan. Menyenangkan? tentu saja, karena menonton TV sudah bisa dilakukan dalam genggaman.
Dimana lagi kita bisa menonton iklan secara sukarela jika tidak di televisi digital atau daring (dalam jaringan). Berbekal gadget, kuota dan waktu senggang, kita bisa menghabiskan puluhan episode serial favorit dalam satu malam saja.
Perubahan distribusi siaran sebagai alternatif pasar tidak hanya dalam bisnis dan industri televisi skala besar. Dalam skala lokal, perubahan pola distribusi siaran juga terjadi secara masif. Apalagi kelebihan televisi digital adalah jaringan distribusi jaringan siar yang murah dan mudah diakses dengan modal gadget dan kuota saja. Soal konten, itu jadi pembahasan lain waktu.
Beberapa stasiun televisi lokal Jember misalnya, sudah memanfaatkan kanal youtube untuk mendistribusikan konten-konten tayangannya. Berbekal link dan caption, program TV Jember yang dibuat didistribusikan secara massal melalui media sosial.
Dalam konteks industri media, hadirnya TV Online Jember ini ikut mendorong ruang kompetensi para pelaku industri kreatif. Tidak hanya hadir sebagai medium tayang, program acara Jember yang dibuat tentunya harus menjadi produk inovatif yang mengangkat kearifan lokal dalam kemasan yang bersifat informatif, edukatif dan inspiratif.
Seyogyanya harus disadari bersama bahwa era disrupsi tidak hanya menjamah peradaban di kota besar. Di daerah hal ini juga terasa dampaknya. Pola komunikasi dan interaksi menjadi serba praktis, membenarkan teori praksis umat manusia kekinian. Kaum muda dari Generasi Z yang lahir di dekade awal milenium ke atas, serta merta lahir dalam hiruk pikuk perang teknologi. Makin praktis instrumen yang digunakan, makin mudah kehidupan seseorang. Sesiap apa Jember akan hal ini? Mari kita tunggu hiruk pikuk dinamika industri media yang terjadi ke depan....
√ Indonesiaku, bagiku kau tak pernah mengenal usia. Biarpun tujuh puluh lima, bagiku selamanya. #dirgahayuindonesia √📍 Kantor Desa Kemuning Kidul Kec. Jenggawah √ 📸 @tamma_09 √ @infojember @pesonajember @jemberhitsss @mampirjember @explorejember_ @visitjember √ #mampirjember #pesonajember #jemberhits #infojember #explorejember #visitjember #dirgahayuindonesia #dirgahayuindonesia75 (di Kemuningsari Kidul) https://www.instagram.com/p/CD9vi52JMBu/?igshid=14bj76e5kgrfu
Yes or no ? . . #jember #jemberhits #infojember #kontraktorjember #kontraktordijember #jasabangunrumahjember #jasarenovasirumahjember (di Terasindo Kontraktor Jember) https://www.instagram.com/p/CBhanc0pxyi/?igshid=dp85muvf66x2
Blitar - Ini bukan soal tega dan tidak, melainkan lebih pada kesadaran potensi kerugian yang lebih besar akan terjadi saat pandemi virus Corona. Karena ngeyel mudik, dua pekerja dari Kalimantan ditolak istrinya masuk ke rumah. Peristiwa ini terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Penuturan Kades Sidorejo, Sukatmo (61), awalnya seorang ibu rumah tangga curhat suaminya menelpon memberitahukan mau mudik ke kampung halamannya. Namun sang istri menolak karena takut suaminya carrier atau membawa virus Corona dari Kalimantan. "Si istri ini kan sering lihat TV. Jadi tahu perkembangan berita soal virus Corona. Apalagi di kecamatan sini sudah ada dua PDP, yang satu meninggal. Jadi istrinya takut karena di rumah dia hidup bersama dua anaknya yang masih kecil-kecil," tutur Sukatmo kepada detikcom, Kamis (16/4/2020). Rupanya sang suami tidak bisa berpikir jernih terhadap pemikiran si istri. Bahkan suaminya mengancam akan menceraikan jika dia tidak diterima masuk rumah. Mendengar curhatan warganya itu, Sukatmo pun berjanji akan menyiapkan solusi jika suami warganya ngeyel pulang. "Tiba-tiba Jumat (10/4) pagi, itu istrinya lari-lari ke rumah saya, bilang suaminya ngeyel pulang. Waktu kami berbincang, dari arah timur kelihatan sebuah truk Fuso. Terus istrinya itu teriak-teriak... lha niku lho, pak, truk e njenengan cepeng, ndang! (Itu lho, Pak, truknya, Bapak tangkap dia, cepat!) ," kata Sukatmo menirukan warganya memohon. Sukatmo pun sigap bertindak. Bersama personel Hansip dan beberapa relawan COVID-19, truk dihadang dan dipaksa berhenti di depan Pasar Patok. Kemudian si sopir dan seorang kernet yang juga warga Sidorejo diangkut memakai mobil pikap menuju ke kantor desa. Sukatmo mengaku dua warganya ini sempat ngomel-ngomel ketika dibawa ke kantor desa. Kata mereka, mereka sudah berulang kali diperiksa, kondisinya saat masuk kapal di pelabuhan Kalimantan dan saat turun di pelabuhan Semarang. "Yo bengok-bengok ngono (Ya teriak-teriak) sama istrinya. Istrinya teriak, pokoknya harus dikarantina dulu selama 14 hari. Baru bisa kumpul keluarganya," imbuhnya. #infoterkini #infojember #news #mampirjember https://www.instagram.com/p/B_CTqqQgdCV/?igshid=yf6ox6cwleal