Teh ku dingin
Sore yang berjalan dengan wajar.
Dan seperti hari-hari sebelumnya , hujan tidak cukup mencari perhatian, turun dan menyuarakan suara petir gaduh.
Masih berjalan dengan wajar.
Dan seperti kegiatan sebelumnya, teh tawar menjadi pilihanku.
Aku melihat di teras, cangkir di tangan menjadi penghangat
Cangkir sudah tidak penuh, habis isi didalamnya.
Sadar bahwa aku menghabiskan secangkir kopi tawar ,bukan teh.
Dan ampas di cangkir yang masih tersisa membuat kotor cangkirku
Ada yang tidak wajar di sore ini.
Cangkirku sudah kosong.
Namun.
Aku masih larut dalam euforia petir gaduh.
Aku jatuh pada suara hujan.












