Stranger Things
Monterey Bay Aquarium
Mike Driver
No title available

Janaina Medeiros
cherry valley forever
sheepfilms

roma★

Origami Around

titsay
h
will byers stan first human second
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

JBB: An Artblog!
art blog(derogatory)
Xuebing Du
Peter Solarz
d e v o n
Misplaced Lens Cap
KIROKAZE
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Argentina

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States

seen from France
seen from Kazakhstan

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
@ucikkurniawati
You will fall in love with train rides, and sooner or later you will realize that nowhere seems like home anymore.
Shinji Moon
adakah langkahmu terisi ambisi ?
by:Bruce Kasanoff
"For a limited time only, you get the deal of a lifetime."
Love your work. Love your life.
Artikel ini jika di sambungkan dengan artikelnya edward suhadi http://edwardsuhadi.com/2016/05/walaupun-bos-kamu-brengsek-dan-gaji-kamu-kecil/ sedikit banyaknya pasti akan merubah mindset pembaca yang mungkin selama ini mengganggap kerja adalah rutinitas , rutinitas karena kewajiban ini itu, rutinitas untuk mendapatkan ini itu, rutinitas yang membosankan.
Ingat waktu awal menjadi seorang lulusan baru yang kesana kemari mencari kerja, ingat gimana perjuangan untuk beradaptasi di awal masa trainee, ingat waktu bisa bertemu dan menjadi bagian dari teamwork dengan orang-orang yang cerdas dan keren di divisinya, ingat waktu mendapat gaji pertama. Tapi seiring tahun, mungkin ada dari kita yang mulai jenuh dengan posisi kerja saat ini,mengeluh dengan porsi kerja yang diberikan, tidak sanggup memenuhi target kerja dari perusahaan, tidak cocok dengan bos, dll. Lalu dengan alasan-alasan tersebut akhirnya menumbuhkan pikiran negative yang berpengaruh dengan produktifitas kerja kita. Padahal NIlai pekerja itu dilihat dari produktif tidaknya mereka dalam bekerjaan.
Satu yang pasti, ada kalimat sakti yang saya kutip dari blog ko edward yaitu:
Jikalau kamu betul-betul bagus, maka kamu tidak akan pernah kelaparan, karena dunia berebutan mau hire kamu.
Jadi, bekerja sebaik-baiknya, sekeren-kerennya, tanpa melihat bos dan gaji kamu, itu pasti selalu akan berakhir baik. Sekali lagi: Pasti.
“Knock, And He’ll open the door Vanish, And He’ll make you shine like the sun Fall, And He’ll raise you to the heavens Become nothing, And He’ll turn you into everything.” ― Rumi
Ibu saya pernah berkata bahwa tiap-tiap dari kita memiliki keindahan.
Teman saya pernah bercerita tentang salah satu teman laki-laki kami di tempat kerja ( yang memiliki sifat feminis dan tidak menyukai perempuan ).
Teman saya hanya memberikan sedikit informasi, yang pada akhirnya membuat saya sedikit juga untuk percaya. Info tersebut terkesan ambigu dan otomatis bisa memunculkan persepsi buruk terhadap dia ( teman laki-laki yg dimaksud )
Suatu hari di tempat kerja, teman saya sakit, saya ikut memintakan ijin ke kepala HRD untuk membantu mengantarkan ke kos, dan u know…… ternyata teman laki-laki tersebut membantu mencari klinik terdekat dan mengantarkannya kembali ke kos.
Pulangnya kami menyempatkan untuk makan siang, dan……
He just act like normal, godly attitude, gentle.
Mulailah perbincangan hangat, sambil menunggu pesanan datang, dan ah secuil obrolan yang seketika memantapkan hati saya bahwa memang perkataan ibu selalu benar.
Setiap pertemuan dengan masalalu membawa orang pada keheranan akan cepatnya hidup ini berlalu, kemudian dengan ragu-ragu orang mulai menimbang-nimbang apa saja yang telah dicapainya selama ini. Dan jelas ia telah mencapai banyak sesuai dengan cita-citanya sendiri. Aku pun telah mencapai banyak, hanya yang bukan dan tak pernah aku cita-citakan.
Rumah Kaca - Pram.
Kita yang sekarang, tergantung apa yang kita makan/ minum, apa yang kita dengar, apa yang kita lihat, apa yang kita baca. Tubuh hanya alat proses sementara, yang nantinya mempengaruhi pandangan/ persepsi kita, ucapan kita, tindakan yang akan kita lakukan.
Bersyukur yang makan masih berpola pada 4 sehat 5 sempurna, yang minumnya di caffe, pesan kopi creamernya minta di design, yang playlist hp nya penuh lagu Calvin harris atau Jonas blue, yang bacaan favoritnya adalah buku- buku dari Robert Kiyosaki.
Lalu kita? minuman favorit milo anget, kopi? takut ga nyaman di lambung. Bicara lagu? kami sering dilanda pasang surut genre. Koran adalah bacaan rutin tiap pagi, setidaknya kami membantu menaikan minat baca anak muda terhadap koran yang kian hari tergerus oleh berita online.
Bersyukur? Pasti.
Karena yang paling penting dengan bercengkrama walau semenit pun dengan kalian, ada hal positif yang selalu bisa menular ke semuanya, ada kecerianan yang memuncak sampai ubun-ubun lewat cerita-cerita konyal, ada suasana hangat dan perlindungan jika salah satu dari kami berkeluh kesah.
Bersyukur.
tomorrow is whatever tomorrow bring
Ada saat dimana kita akan menoleh kebelakang, dan bersyukur bahwa hidup tak selamanya menjadi putih.
Why do we close our eyes when we pray, cry, kiss or dream? Because the most beautiful things in life are not seen but felt by heart.
Teh ku dingin
Sore yang berjalan dengan wajar.
Dan seperti hari-hari sebelumnya , hujan tidak cukup mencari perhatian, turun dan menyuarakan suara petir gaduh.
Masih berjalan dengan wajar.
Dan seperti kegiatan sebelumnya, teh tawar menjadi pilihanku.
Aku melihat di teras, cangkir di tangan menjadi penghangat
Cangkir sudah tidak penuh, habis isi didalamnya.
Sadar bahwa aku menghabiskan secangkir kopi tawar ,bukan teh.
Dan ampas di cangkir yang masih tersisa membuat kotor cangkirku
Ada yang tidak wajar di sore ini.
Cangkirku sudah kosong.
Namun.
Aku masih larut dalam euforia petir gaduh.
Aku jatuh pada suara hujan.