Hi Masalah, Kami Punya Allah yang Lebih Besar
Pernah mendengar kisah Rasullulah yang bercakap dengan sahabatnya?
“ya Rasullullah berapa banyak sahabat yang engaku miliki? | Nanti akan ku hitung di saat aku tertimpa musibah”
Yah, ini benar. Saat ini aku dan keluargaku merasakannya. Kemana orang-orang sekitar? Yang setiap hari bertegur sapa, bercengkerama seolah layaknya saudara dekat, bertahun-tahun menjalin silaturahim. Namun apa? Terbukti jelas hari ini. Tulikah telinga mereka? Butakah mata mereka? Begitu sibukkah mereka? Permintaan tolong yang begitu keras sampai tak mendapatkan sedikit perhatian mereka. Rapat rapat sekali, tak ada pintu yang terbuka.
Ya Allah, sakit rasanya melihat semua perlakuan ini. Kadang aku berpikir mengapa di saat kita sedang dalam kesulitan, tak ada satupun yang mengulurkan bantuannya? Tetapi di saat mereka yang kesulitan mengapa selalu mengadu dan meminta bantuan kami? Mengapa?
Aku merasa ini tak adil. Tapi aku tak akan menyalahkan-Mu wahai Allahku. Karena aku tahu, setiap hati manusia tak dapat disamakan. Seperti cerita Rasulullah mu ya Allah.
Tenang, masalah kami ini kecil karena kami mempunyai Allah yang jauh lebih besar, Maha Mengetahui, Maha Segala-galanya.
Yang tidak mungkin bagi kami adalah sesuatu yang akan selalu mungkin bagi-Mu.
Dan aku semakin mengerti, di saat kita sedang jatuh di dalam masalah baik itu maslah kecil ataupun besar, kemanakah kita harus mengadu? Allah dan keluargamu.
Yah kedua inilah yang tak akan pernah meninggalkanmu! Takkan pernah menganggapmu sebelah mata! Yang benar-benar tulus kepadamu!
Jadi mengapa masih banyak yang lebih percaya perkataan orang lain dibandingkan keluarganya sendiri? Yah, aku telah tahu jawabannya, itu semua karna mereka belum jatuh ke dalam lubang hitam. Mereka masih dalam nikmat dunia. Coba salah satu di antara mereka masuk ke dalam lubang hitam, hmpirilah para rekan-rekannya tersebut dan hitung berapa banyak yang akan memilih tinggal dengannya untuk membantu dan berapa banyak yang akan pergi menghilang?!???
Dan kau akan menyadari, tanpa perlu memohon dan mengemis, keluargamu akan merangkulmu dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Sebesar apapun masalahmu itu, perjuangan mereka takkan pernah mati. Terutama Ibu dan Ayahmu. Kedua malaikat yang akan membelamu hingga nafas tak berdetak lagi.
Ya Allah ya Tuhanku, kuatkan Mama dan Papa ya Allah. Aku tahu di dalam hati mereka, mereka begitu rapuh tapi mereka tak ingin menunjukkannya. Aku tahu kekecewaan dan marah mereka hanya dapat mereka pendam sendiri, karena rasa sayang dan kasih tulusnya jauhhhh lebih besaaar dari semua amarahnya.
Ya Allah ya Tuhanku, berilah kesabaran dan kekuatan kepada keluarga hamba dalam menghadapi ini semua. Dan bukakanlah pintu taubatmu ya Allah. Sadarkanlah untuknya.
Hamba tahu Engkau sedang menjui keluarga hamba untuk dapat naik ke derajatMu yang lebih baik, in shaa Allah.
Hanya Engkaulah yang kami punya selaij keluarga ya Allah. AllahuAkbar.