BingPut
Ditulis: 6 Oktober 2017
Istilah ini pasti sering didengar oleh para ibu yang menggunakan media dot untuk memberikan asi ke anaknya. Ya kan?
Sebenernya ini juga menjadi risiko saya ketika memilih media dot untuk kakak DRG. Mau bagaimana lagi, menggunakan media lain seperti cup feeder, gelas, sendok atapun pipet akan menyusahkan nininya. Alhasil saya mengambil keputusan untuk menggunakan media dot.
Awalnya kakak DRG sama sekali tidak bingput hingga saat itu saya sakit dan mengharuskan istirahat malam harinya sehingga kakak DRG merasakan fullday minum menggunakan dot. Keesokannya setelah saya sudah mendingan, pulang kerja saya ingin menyusui langsung.. kakak DRG menolak, kepalanya dipalingkan dari hadapan saya dan mulai menangis. Awalnya saya tepis pikiran kakak DRG kena bingput... hingga saya baca pengalaman ibu yang anaknya kena bingput, saya pun mengakui kakak DRG kena bingput.
Keesokan harinya juga sama seperti itu.. hingga puncaknya hari ke-3 kakak tidak menyusui langsung dengan saya, saya mendengar cerita dari senior se-perpumpingan di kantor kalo anaknya selalu lepas dot kalau dia dateng dan minta menyusu langsung. Disitu saya langsung down. Inilah makanya ibu-ibu, ibu menyusui itu makhluk yang sensitif. Harap tolong jaga omongannya :), jangan diatur maupun digurui. Jujur saya bukan termasuk orang yang terpancing dengan segala omongan yang bersifat menggurui namun kondisi saya saat itu sedang bingung.. anak tidak mau minum langsung padahal saya ingin bonding dengan anak saya. Posisinya saat itu saya sedang bertanya ke sesama ibu-ibu perpumpingan di kantor, tapi saya dapat jawaban seperti itu... rapuhlah saya :(.
Saya pun akhirnya memaksakan kakak DRG untuk menyusu langsung dengan saya sepulang kantor. Sungguh, ini adalah hal yang tidak patut di contoh. Kakak DRG pun menangis jejeritan. Tidak adanya dukungan dari Ayah saya, ketika saya sedang mencoba bertahan untuk menyusui anak saya langsung membuat tangis saya meledak. Ya, saya menangis di kamar mandi demi kakak DRG tidak melihat langsung bunda nya menangis.. kakak DRG langsung dipegang ibu saya. Apa yang dikatakan ayah saya? Intinya buat apa dipaksakan toh saya sebagai anaknya juga minum dari dot dulu. Tapi kasusnya berbeda.. ibu saya 6 bulan asix karena cuti selama 6 bulan baru setelah itu dot, lah saya? anak belum 6 bulan sudah enggan minum langsung.
(updated 10 Oktober 2017)
Setelah kejadian itu saya mulai menerima bahwa anak saya bingput. Trus bagaimana solusinya? Saya pun tetap menginginkan anak saya menyusui langsung dengan saya namun kali ini tidak saya paksakan. Meski awalnya perlu kesabaran extra dimana anak saya langsung memalingkan mukanya ketika mau menyusui langsung dengan saya. Saya pun menyiasatinya dengan memberikan dot terlebih dahulu. Disela itu langsung saya ganti dengan menyusui langsung dengan saya. Posisi menyusui pun saya ubah yang sebelumnya harus menggendong kakak terlebih dahulu, kini dengan posisi tidur agar kakak nyaman. Hal tersebut terbilang efektif dan hingga saat ini kakak DRG sudah mau menyusui langsung dengan saya ketika tidur malam hari. Untuk pagi hingga sore tergantung mood kakak DRG menyusui langsung. Tips ini pun ibu saya berikan kepada ibu-ibu yang tiba-tiba curhat cucunya gak mau menyusui langsung. hahaha sungguh random lah..
Dari sini saya belajar, kita sebagai ibu ingin sekali perfect dalam merawat anak. Anak bisa menyusui langsung tapi dengan dot pun mau tanpa bingput. Tapi tiap anak berbeda, jadi jangan paksakan anak kita harus seperti anak orang lain. Tiap anak istimewa, jadi jangan bandingkan anak kita dengan anak orang lain. Tiap anak itu anugerah, jadi jangan lupa bersyukur kita dititipkan makhluk kecil ini oleh Allah SWT. Saya mungkin bukan ibu yang sempurna di mata ibu-ibu namun saya ingin menjadi ibu yang sempurna di mata anak saya. Tetap semangat mengasihi ibu-ibu :)












