Lubang Resapan Biopori adalah lubang yang dibuat secara tegak lurus (vertikal) ke dalam tanah. Istilah Biopori mengacu pada lubang atau lorong-lorong kecil yang terbentuk di dalam tanah sebagai hasil dari aktivitas organisme seperti cacing, rayap tanah, akar tanaman, dan lain-lain. Berbeda dengan sumur resapan, lubang biopori memiliki ukuran yang relatif lebih kecil. Dengan diameter 10 - 25 cm dan memiliki kedalaman sekitar 100 cm atau tidak melebihi kedalaman muka air tanah. Biopori menjadi teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan selain melalui sumur resapan. Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di lahan pemukiman perkotaan yg sempit. Lahan yang diperlukan untuk pemasangan biopori pun tidak harus luas. Biopori dapat dibuat di rumah yang memiliki halaman terbatas, karena diameternya yang hanya sekitar 10 cm. Bipori mampu membantu mendaur ulang sampah organik yang nantinya bisa digunakan sebagai pupuk, membuat keseimbangan alam terjaga dengan membantu peresapan air dalam tanah, serta kasus sampah organik yang sering menimbulkan bau tidak sedap dapat ditangani. Dengan demikian lubang resapan biopori dapat menjadi salah satu cara efektif dalam mengurangi pembuangan sampah di TPA. Karena dengan hanya membuang sampah saja tidak akan menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di dunia ini.












