Your television is about to EXPLODE
#iwtv#interview with the vampire#amc tvl#sam reid#jacob anderson



seen from China
seen from Argentina

seen from Germany
seen from United States

seen from Maldives
seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from Russia

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
Your television is about to EXPLODE
Polda Metro Jaya menindaklanjuti dugaan kebocoran 341 ribu data anggota Polri yang dilakukan oleh hacker Bjorka. Kasus ini mencuat setelah W
Ketika Data Rahasia Terbuka: Jingga Cyber Mengusik Keamanan Negeri
Sorbansantri.com- Dunia maya kembali bergetar. Sosok yang mengaku sebagai Bjorka asli muncul dan mengklaim telah membocorkan data pribadi milik ratusan ribu personel Polri. Aksi itu menjadi tanggapan atas penangkapan seorang pemuda bernama WFT, yang sebelumnya dituduh sebagai pelaku di balik akun “Bjorka”.
Dalam unggahan yang viral di media sosial, Bjorka menyindir keras publik dan aparat yang disebutnya “terlalu cepat menuduh, tanpa memahami dunia digital secara utuh”. Ia juga menyatakan bahwa data anggota Polri memang telah bocor secara terbuka di forum siber internasional.
“Publik sok-sokan tahu. Tangkap saja Fufufafa,” tulis akun yang menamakan diri Bjorka Asli, menyinggung sindiran warganet terhadap aparat yang dianggap gegabah. (Sumber: suara.com, 6/10/2025)
🔍 Kronologi Singkat - Penangkapan WFT oleh Polda Metro Jaya pada awal Oktober menuai sorotan luas. Pemuda asal Minahasa itu disebut sebagai pemilik akun @bjorkanesiaa, yang mengunggah data 341 ribu personel Polri. - Beberapa hari kemudian, “Bjorka Asli” muncul, menegaskan bahwa WFT bukan dirinya, dan mengunggah kembali sebagian data untuk membuktikan eksistensinya. - Data yang dibocorkan mencakup nama, pangkat, unit tugas, dan kontak pribadi aparat kepolisian — memicu kekhawatiran serius soal keamanan nasional. 🕌 Suara dari Kalangan Santri
Dari berbagai pondok pesantren, para kiai dan santri menyoroti kasus ini bukan hanya sebagai masalah siber, tetapi juga krisis moral dan amanah digital.
“Menjaga data sama seperti menjaga aurat; ia tak pantas dibuka sembarangan, dan bila dibocorkan, bisa menelanjangi kehormatan seseorang,” ujar KH. M. Syarifuddin, pengasuh salah satu pesantren di Mojokerto, saat dimintai tanggapan oleh SorbanSantri.com.
Para kiai juga menekankan pentingnya pendidikan etika digital bagi generasi muda — terutama santri dan pelajar — agar memahami batas antara ilmu yang berguna dan ilmu yang melukai.
📜 Pelajaran Moral di Era Siber
Kasus Bjorka menjadi cermin bahwa kemajuan teknologi tidak akan membawa manfaat jika tidak dibarengi dengan nilai-nilai:
- Kejujuran dalam menegakkan hukum digital. Salah tangkap bisa menghancurkan nama baik seseorang dan meruntuhkan kepercayaan publik. - Etika dan tanggung jawab di ruang maya. Hacking tanpa izin adalah pelanggaran moral dan hukum. - Pendidikan literasi digital di pesantren. Santri harus melek keamanan data, bukan hanya kitab kuning. 🌙 Penutup
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dunia digital membutuhkan lebih dari sekadar firewall dan algoritma. Ia membutuhkan akhlak, kehati-hatian, dan amanah.
Karena di balik setiap data yang bocor, ada manusia, keluarga, dan kehormatan yang ikut tergores.
Redaksi SorbanSantri.com “Menulis dengan Nurani, Menyuarakan Kebenaran dengan Adab.”
34 Juta Data Paspor WNI Diduga Dibocorkan Bjorka
HACKER Bjorka kembali mengusik data warga Indonesia. Ia menyebut telah membocorkan 34 juta data paspor WNI. Kabar ini sedang ramai dibahas di dunia maya. Informasi itu dikabarkan oleh pengamat keamanan siber, Teguh Aprianto dalam akun Twitter. Data WNI itu kemudian dijual senilai US$10 ribu atau Rp 150 juta yang berisi nama, nomor paspor, masa berlaku paspor, tanggal lahir, hingga…
View On WordPress
‘RGB’
Illustration
170323
A continuing infatuation with music, a love of bird houses, fumbling chords on my small keyboard, an asylum of bickering birds outside the studio, a teacup of black ink.. hours blending the natural world and the digital realm.
As Coltrane expressed once, these are a few of my favourite things.
Bjorka Kembali Berulah, Bocorkan 44 Juta Data Diduga Milik MyPertamina
Hacker Bjorka kembali menggegerkan publik. Kali ini, Bjorka diduga membocorkan 44.237.264 data dari aplikasi MyPertamina milik PT Pertamina (Persero). REMIPOKERGG
Bjorka mengaku menjualnya seharga Rp392 juta dalam bentuk BitCoin. Hal itu terungkap dalam unggahan terbarunya bertajuk 'MYPERTAMINA INDONESIA 44 MILLION' di situs BreachForums, pada Kamis (10/11/2022) pukul 02.31. 303 LAPAK PUSAT
"MyPertamina is a digital financial service platform from Pertamina that integrated with the apps LinkAja. This application is used for non-cash fuel oil payments at Pertamina's public fueling stations (MyPertamina adalah platform layanan keuangan digital dari Pertamina yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja. Aplikasi ini digunakan untuk pembayaran BBM non-tunai di SPBU Pertamina)," tulis Bjorka dalam unggahan tersebut.
Dalam unggahan itu, tercatat data yang dicuri Bjorka terdiri atas 30 GB tak terkompresi dan 6 GB terkompresi. Pembocoran data dilakukan pada November 2022 dengan format CSV. Data tersebut meliputi nama, alamat email, nomor induk kependudukan (NIK), nomor pokok wajib pajak (NPWP), nomor telepon, alamat, DOB, gender, pendapatan (per hari, bulan, dan tahun), dan data lainnya.
Dalam akun Twitter terbarunya bernama @bjorkapipa, Bjorka mengatakan aplikasi Peduli Lindungi adalah target pembobolan data selanjutnya. MAX WIN GACOR
Hacker Bjorka tenar di Indonesia setelah meretas website institusi negara, dari membuka tokoh di balik kematian aktivis Munir hingga membongkar data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate.
Aksinya ini membuat pemerintah geram dan membentuk tim khusus (timsus) yang terdiri dari Kominfo, BIN, dan Polri untuk memburu pelaku di balik Bjorka.
Memang sudah lama tak terdengar lagi hacker Bjorka kini kebali muncuk dan mengklaim menjual data sebanyak 44 juta akun dari MyPertamina. Hal itu dilakukan sang peretas di forum Breached. “MyPertamina is a digital financial service platform from Pertamina that integrated with the apps LinkAja. This application is used for non-cash fuel oil payments at Pertamina’s public fueling stations (MyPertamina adalah platform layanan keuangan digital dari Pertamina yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja. Aplikasi ini digunakan untuk pembayaran BBM non tunai di SPBU Pertamina),” begitu tulisan Bjorka dalam forum, seprti dikutip Kamis (10/11/2022) Total keseluruhan file yang dijual berjumlah 44.237.264, dengan total data yang di-compressed sebesar 6GB dan uncompressed 30GB. Adapun data yang turut dibocorkan yakni nama, email dan nomor induk kependudukan. Termasuk nomor pokok wajib pajak (NPWP), nomor telepon, alamat, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, gaji, dan beberapa hal lainnya. Selengkapnya www.halodayak.com #bjorka #hacker #mypertamina #hackerindonesia #data #halodayak #halodayakdotcom https://www.instagram.com/p/CkyWurVvmKT/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Baru-baru ini, hacker yang sempat menghebohkan jagat maya, hacker Bjorka, kembali muncul. Kali ini, hacker tersebut mengklaim bahwa dirinya tengah menargetkan pembocoran data (data leak) dari aplikasi PeduliLindungi, setelah berhasil membocorkan data yang diduga berasal dari aplikasi MyPertamina. Diketahui, sebelumnya Bjorka sempat menghilang bak ditelan Bumi. Namun, setelah beberapa saat namanya mulai mereda dari perbincangan dan sorotan publik, ia kembali melalui unggahan terbarunya yang berjudul “MYPERTAMINA INDONESIA 44 MILLION” di situs BreachForums pada hari Kamis (10/11/2022) tepatnya pada pukul 02.31 AM. Tidak hanya itu, Bjorka juga mengklaim bahwa dirinya memiliki target baru melalui kanal Telegram Bjorkanism pada hari yang sama. “Next target: pedulilindungi,” tulis Bjorka. Sebelumnya, Bjorka sendiri tidak pernah berkoar secara jelas terkait dengan rencana membocorkan PeduliLindungi. Namun, Bjorka menyebarkan data-data vaksinasi pejabat, tidak terkecuali Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang terdata dalam aplikasi PeduliLindungi. Hal tersebut berbeda dengan kasus pembocoran data yang terjadi pada aplikasi MyPertamina yang sudah diwacanakan oleh hacker tersebut sejak bulan September. Melalui unggahan terbarunya, Bjorka menjelaskan bocoran data MyPertamina tersebut terdiri dari file terkompresi (compressed) 6 GB, tidak terkompresi (uncompressed) 30 GB dengan total 44,237,264 data Selengkapnya www.halodayak.com #mypertamina #pertamina #pedulilindungi #bjorka #hacker #hackerindonesia #halodayak #halodayakdotcom https://www.instagram.com/p/CkyWc9FPs2M/?igshid=NGJjMDIxMWI=