Dari Lampung ke Panggung Siber Dunia Bandar Lampung, NU Media Jati Agung— Black Hat USA 2026 menjadi momentum penting bagi siswa MAN 1 Banda
seen from China

seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Switzerland
seen from China
seen from Moldova
seen from China
seen from United States

seen from Russia
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Switzerland
seen from China
seen from Türkiye

seen from Singapore
Dari Lampung ke Panggung Siber Dunia Bandar Lampung, NU Media Jati Agung— Black Hat USA 2026 menjadi momentum penting bagi siswa MAN 1 Banda
Pemprov Lampung bersama BSSN menggelar asistensi pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) dan bimtek keamanan siber bagi kabupaten/kota se-Lampung. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat pertahanan digital daerah menghadapi ancaman ransomware hingga kebocoran data. #Lampung #BSSN #KeamananSiber #TTIS #DiskominfotikLampung #SPBE #SatuDataIndonesia #Ransomware #CyberSecurity #PemprovLampung
Prosedur pelaporan penipu online saat ini sebenarnya sudah jauh lebih terintegrasi dan efisien asalkan Anda memahami langkah-langkahnya.
Tantangan Keamanan Siber pada Infrastruktur Kritis
Bagaimana keamanan siber infrastruktur menjadi tantangan besar di tengah integrasi teknologi yang semakin maju? Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, ancaman siber terhadap infrastruktur kritis terus meningkat, menempatkan fasilitas vital seperti pembangkit listrik, sistem transportasi, dan jaringan komunikasi dalam risiko besar. Serangan yang ditargetkan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari hingga menimbulkan konsekuensi ekonomi dan sosial yang signifikan.
Seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi modern seperti Internet of Things (IoT) dan artificial intelligence (AI), kompleksitas dalam pengelolaan keamanan siber juga bertambah. Perlindungan terhadap sistem-sistem ini bukan lagi opsional tetapi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas operasional dan mencegah potensi kerugian besar akibat serangan siber.
Keamanan siber pada infrastruktur kritis memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan keterampilan teknis dan non-teknis dari para profesional. Artikel ilmiah oleh penulis di jurnal Emerald Insight ini menyoroti pentingnya penguasaan empat kategori utama keterampilan: teknis, manajerial, implementasi, dan keterampilan lunak (soft skills). Penelitian ini mengungkap bahwa meskipun keterampilan teknis mendominasi, masih ada perdebatan tentang bagaimana soft skills berkontribusi terhadap jaminan keamanan siber secara keseluruhan.
Penelitian ini juga mencatat perlunya keselarasan antara kurikulum akademik keamanan siber dan persyaratan industri untuk memastikan kesiapan tenaga kerja menghadapi ancaman nyata. Dengan analisis mendalam ini, artikel tersebut memberikan wawasan yang sangat berharga bagi pengembangan pelatihan keamanan siber yang lebih efektif untuk melindungi infrastruktur kritis secara menyeluruh.
1. Pentingnya Melindungi Infrastruktur Kritis
Dampak Serangan Siber terhadap Infrastruktur Kritis
Infrastruktur kritis mencakup sistem penting yang mendukung kebutuhan dasar masyarakat, seperti listrik, air, transportasi, dan komunikasi. Ketika terjadi serangan siber, seperti serangan ransomware atau denial-of-service (DoS), dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor, mengganggu operasional dan merugikan banyak pihak.
Keterhubungan dan Kerentanannya
Banyak infrastruktur kritis sekarang menggunakan teknologi smart systems yang memungkinkan pengelolaan otomatis. Namun, dengan adanya konektivitas ini, kerentanan terhadap serangan meningkat. Sebagai contoh, kerentanan IoT dapat menjadi pintu masuk bagi penyerang untuk mengakses jaringan yang lebih luas.
Peran Keamanan Siber
Melindungi infrastruktur ini membutuhkan pendekatan keamanan yang menyeluruh, termasuk sistem pemantauan real-time, pembaruan perangkat lunak berkala, dan penerapan protokol keamanan yang kuat.
2. Faktor Risiko Utama dalam Keamanan Siber
Ancaman dari Aktor Jahat
Serangan siber terhadap infrastruktur kritis sering dilakukan oleh aktor-aktor seperti kelompok kriminal, peretas independen, atau bahkan negara tertentu. Tujuannya bisa berupa pencurian data, sabotase, atau pemerasan.
Teknologi yang Rentan
Penggunaan perangkat lunak yang usang atau tidak aman adalah salah satu faktor yang meningkatkan risiko. Banyak perusahaan yang belum memperbarui sistem mereka secara berkala, membuka celah bagi serangan siber.
Kurangnya Kesadaran dan Pelatihan
Karyawan sering menjadi titik lemah dalam keamanan siber. Pelatihan yang tidak memadai membuat mereka rentan terhadap serangan seperti phishing atau manipulasi sosial lainnya.
Kompleksitas Infrastruktur Modern
Seiring meningkatnya integrasi teknologi seperti IoT, AI, dan cloud computing, infrastruktur menjadi semakin kompleks. Hal ini menambah tantangan dalam melindungi jaringan dari ancaman eksternal maupun internal.
3. Teknologi Pendukung Keamanan Siber
Sistem Pemantauan Real-Time
Sistem ini menggunakan algoritma canggih untuk mendeteksi anomali dalam jaringan, memungkinkan tindakan pencegahan sebelum serangan berhasil dilakukan.
Artificial Intelligence (AI)
Artificial intelligence (AI) memainkan peran penting dalam menganalisis data besar dan mendeteksi ancaman yang sulit diidentifikasi oleh manusia.
Enkripsi Data
Encryption adalah langkah dasar untuk melindungi informasi sensitif dari akses tidak sah. Teknologi ini memastikan bahwa data hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki otorisasi.
4. Tantangan dalam Implementasi Keamanan Siber
Keterbatasan Anggaran
Banyak organisasi, termasuk penyedia jasa konstruksi sipil Bekasi dan jasa konstruksi Cikarang, menghadapi kendala anggaran yang membatasi kemampuan mereka untuk berinvestasi dalam keamanan canggih.
Kesulitan dalam Integrasi Sistem Lama
Banyak infrastruktur menggunakan teknologi lama yang sulit diintegrasikan dengan solusi keamanan modern. Hal ini menciptakan celah dalam sistem yang dapat dimanfaatkan oleh peretas.
Kurangnya Tenaga Ahli
Tenaga ahli di bidang keamanan siber masih terbatas, sementara permintaan terus meningkat. Keterbatasan ini memperlambat adopsi langkah-langkah keamanan yang lebih efektif.
Kepatuhan Regulasi
Organisasi sering menghadapi tantangan untuk mematuhi berbagai peraturan keamanan yang berlaku di wilayah masing-masing.
5. Peran Kebijakan dan Regulasi dalam Keamanan Siber
Pentingnya Regulasi yang Tegas
Pemerintah memiliki peran besar dalam menciptakan regulasi yang mendukung keamanan siber. Aturan yang jelas dan tegas dapat mendorong organisasi untuk lebih serius dalam mengamankan infrastruktur mereka.
Program Kesadaran Publik
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko siber adalah langkah penting untuk mencegah serangan. Program ini dapat mencakup pelatihan, simulasi serangan, dan kampanye edukasi.
Insentif untuk Investasi Keamanan
Pemerintah dapat memberikan insentif, seperti keringanan pajak atau subsidi, kepada perusahaan yang mengadopsi teknologi keamanan canggih.
6. Studi Kasus: Serangan Siber pada Infrastruktur Kritis
Contoh Kasus Serangan
Serangan Colonial Pipeline (2021): Serangan ransomware yang menghentikan operasi distribusi bahan bakar di AS. Ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur energi terhadap ancaman siber.
Serangan pada Jaringan Transportasi Eropa: Penyerang berhasil melumpuhkan sistem tiket dan pengelolaan kereta api, mengganggu perjalanan ribuan penumpang.
Pelajaran yang Dipetik
Dari kasus-kasus ini, jelas bahwa investasi dalam teknologi keamanan dan pelatihan staf adalah kunci untuk mencegah dampak serangan di masa depan.
7. FAQ tentang Keamanan Siber Infrastruktur
Apa itu keamanan siber infrastruktur?
Keamanan siber infrastruktur adalah perlindungan terhadap sistem penting seperti listrik, air, dan transportasi dari ancaman siber.
Mengapa infrastruktur kritis rentan terhadap serangan?
Infrastruktur ini sering menggunakan teknologi lama atau memiliki celah keamanan karena kompleksitasnya.
Apa peran AI dalam keamanan siber?
AI membantu mendeteksi ancaman yang kompleks dan memberikan analisis data untuk mencegah serangan.
Bagaimana cara melindungi data sensitif?
Penggunaan encryption dan pembaruan perangkat lunak secara berkala adalah langkah penting untuk melindungi data.
Apa tantangan utama dalam menerapkan keamanan siber?
Kendala anggaran, kurangnya tenaga ahli, dan kompleksitas integrasi sistem adalah beberapa tantangan utama.
8. Perbandingan Langkah-Langkah Keamanan Siber
Langkah KeamananKeunggulanKelemahan Enkripsi Data Melindungi data sensitif Membutuhkan sumber daya tambahan Pemantauan Real-Time Deteksi cepat terhadap ancaman Memerlukan biaya tinggi Pelatihan Karyawan Meningkatkan kesadaran staf Tidak semua pelatihan efektif
9. Komitmen Kami terhadap Keamanan Siber
Kami memahami bahwa melindungi keamanan siber infrastruktur adalah tantangan yang kompleks dan terus berkembang. Meskipun mungkin belum sempurna, kami terus meningkatkan kemampuan kami untuk menghadirkan solusi yang relevan dan inovatif. Jika Anda memerlukan layanan seperti kontraktor konstruksi Bekasi atau jasa pembangunan Bekasi, kami siap membantu.
Hubungi kami melalui PT MSJ Group Indonesia untuk mendiskusikan kebutuhan Anda. Keamanan Anda adalah prioritas kami.
Mengenal Jurusan IT: Peluang dan Prospek di Era Digital
Di zaman sekarang, teknologi informasi (IT) menjadi bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari. Dari smartphone hingga komputer canggih, IT mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan. Banyak orang memilih jurusan IT karena berbagai alasan menarik. Apa yang sebenarnya diajarkan di jurusan ini, dan mengapa ini bisa menjadi pilihan yang tepat? Mari kita bahas lebih lanjut.
Apa Itu Teknologi Informasi?
Teknologi Informasi, atau IT, mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan komputer dan perangkat lunak untuk mengelola informasi. Ini termasuk pengembangan perangkat lunak, pemrograman, jaringan komputer, dan keamanan informasi. Singkatnya, IT adalah cara kita memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan efisiensi.
Mengapa Memilih Jurusan IT?
1. Peluang Karir yang Luas
Salah satu daya tarik utama dari jurusan IT adalah banyaknya peluang karir yang tersedia. Hampir setiap perusahaan, dari yang kecil hingga yang besar, membutuhkan tenaga ahli di bidang ini. Dengan meningkatnya kebutuhan teknologi, para profesional IT sangat dicari di pasar kerja.
2. Gaji yang Menarik
Karir di bidang IT umumnya menawarkan gaji yang kompetitif. Profesi seperti pengembang perangkat lunak dan analis sistem sering kali memiliki imbalan finansial yang tinggi. Seiring bertambahnya pengalaman, gaji pun biasanya meningkat.
3. Fleksibilitas Kerja
Banyak pekerjaan di bidang IT memungkinkan fleksibilitas dalam hal tempat dan waktu kerja. Misalnya, pengembang perangkat lunak dapat bekerja dari mana saja, yang memungkinkan keseimbangan yang lebih baik antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.
4. Kreativitas dan Inovasi
Bekerja di bidang IT bukan hanya soal angka dan kode. Banyak pekerjaan di sini menuntut kreativitas. Pengembang perangkat lunak, misalnya, dituntut untuk merancang solusi unik untuk berbagai tantangan, menjadikan pekerjaan ini menarik dan penuh inovasi.
Apa yang Dipelajari di Jurusan IT?
1. Pemrograman
Mahasiswa jurusan IT belajar berbagai bahasa pemrograman, seperti Python dan Java. Pemrograman adalah keterampilan dasar yang diperlukan untuk memberi instruksi kepada komputer.
2. Jaringan Komputer
Mahasiswa juga mempelajari cara menghubungkan komputer dan perangkat lainnya. Pemahaman tentang jaringan komputer penting agar perangkat dapat berkomunikasi dengan baik.
3. Basis Data
Basis data digunakan untuk menyimpan dan mengelola informasi. Di jurusan IT, mahasiswa belajar cara merancang dan mengelola basis data menggunakan bahasa seperti SQL.
4. Keamanan Informasi
Dengan meningkatnya ancaman siber, keamanan informasi menjadi fokus penting. Mahasiswa belajar cara melindungi sistem dan data agar tetap aman.
5. Pengembangan Web
Mahasiswa juga mempelajari cara membuat dan mengelola situs web. Keterampilan ini sangat diperlukan di era digital, di mana bisnis online terus berkembang.
Tantangan dalam Jurusan IT
Meskipun jurusan IT menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan.
1. Perkembangan Teknologi yang Cepat
Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga profesional di bidang ini harus terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan.
2. Kompetisi yang Ketat
Permintaan akan profesional IT tinggi, tetapi persaingan untuk mendapatkan pekerjaan bisa sangat ketat. Mahasiswa perlu membangun keterampilan dan pengalaman yang relevan.
3. Tingkat Stres dan Beban Kerja
Beberapa pekerjaan di bidang IT bisa sangat menuntut, terutama saat menghadapi tenggat waktu proyek. Penting untuk belajar cara mengelola stres dan waktu dengan baik.
Prospek Karir di Bidang IT
Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang IT, ada berbagai jalur karir yang bisa diambil:
1. Pengembang Perangkat Lunak
Mereka merancang dan mengembangkan aplikasi serta perangkat lunak, bekerja dalam tim untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
2. Analis Sistem
Analis sistem menganalisis dan merancang sistem informasi, bekerja sama dengan klien untuk memahami kebutuhan bisnis.
3. Spesialis Keamanan Siber
Spesialis ini melindungi sistem dan data dari ancaman, mengembangkan strategi keamanan dan mengelola insiden terkait.
4. Administrator Jaringan
Administrator jaringan mengelola dan memelihara jaringan komputer, memastikan semua perangkat berfungsi dengan baik.
5. Desainer Web
Desainer web merancang antarmuka situs yang menarik dan fungsional, memahami prinsip pengalaman pengguna.
Kesimpulan
Jurusan IT adalah pilihan menarik bagi siapa saja yang berminat dengan teknologi dan ingin membangun karir yang sukses. Dengan banyaknya peluang karir, gaji yang kompetitif, dan kesempatan untuk berinovasi, tak heran banyak orang memilih jalur ini. Namun, seperti bidang lainnya, penting untuk siap menghadapi tantangan yang ada. Jika Anda tertarik pada teknologi dan siap belajar terus-menerus, jurusan IT bisa menjadi langkah yang sangat bermanfaat untuk masa depan Anda.
Pilkada 2024 di Bawah Ancaman Siber: BSSN Siapkan Empat Satgas Khusus
Jakarta, 9 Juli 2024 - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjamin keamanan data pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024 dari ancaman serangan siber. BSSN telah menggelar operasi khusus untuk memastikan data nasional aman selama pemilihan kepala daerah tahun ini. Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Selasa, 9 Juli 2024, Kepala BSSN Hinsa Siburian menyatakan bahwa BSSN sudah menggelar operasi pengamatan data sejak pemilihan presiden dan legislatif, dan operasi ini akan berlanjut hingga pilkada serentak di seluruh Indonesia. "BSSN sejak pilpres dan legislatif sudah menggelar operasi pengamatan data dari pilpres hingga pilkada, tentunya konsep operasinya berlanjut sampai pilkada serentak di wilayah Indonesia," kata Hinsa. Empat Satgas untuk Amankan Data Dalam acara "Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2024 di Wilayah Sumatera" yang diadakan di Medan hari ini, Hinsa menjelaskan bahwa operasi pengamanan data dilakukan untuk mencegah serangan malware atau ransomware yang bisa mengancam data pemilih dan perhitungan suara. Operasi ini akan dijalankan oleh empat satuan tugas (satgas) di bawah BSSN, yaitu Satgas Keamanan Siber, Satgas Pengendalian Informasi, Satgas Sandi, dan Satgas Konflik. - Satgas Keamanan Siber: Bertanggung jawab untuk pengamanan, monitoring, proteksi, serta penanggulangan dan pemulihan data nasional jika terjadi serangan. - Satgas Pengendalian Informasi: Melakukan monitoring dan analisis media sosial serta media massa untuk menanggulangi berita hoaks atau menyesatkan. Satgas ini juga akan berkoordinasi dengan lembaga terkait yang membidangi pengamanan data. - Satgas Sandi: Melaksanakan penerapan fungsi kriptografi, kontra penginderaan, pengamanan sinyal, dan gelar jaringan komunikasi yang aman. - Satgas Konflik: Mengedukasi masyarakat dengan memberikan kajian hukum dan menyampaikan informasi tentang kegiatan satgas pemilu. Satgas ini akan beroperasi sejak H-63 pelaksanaan pilkada serentak hingga H+32 di 37 provinsi di seluruh Indonesia. Melalui kerja satgas ini, Hinsa memastikan bahwa seluruh data nasional terkait pemilu akan diperkuat dari serangan siber. Penulis: Tim SorbanSantri @beritasorban Pada Pilkada serentak 2024, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berkomitmen untuk melindungi data pemilih dari ancaman serangan siber. Kepala BSSN, Hinsa Siburian, mengumumkan pembentukan empat satgas khusus yang akan menjalankan operasi pengamanan data nasional. Satgas ini terdiri dari Satgas Keamanan Siber, Satgas Pengendalian Informasi, Satgas Sandi, dan Satgas Konflik. Mereka akan bertugas melakukan monitoring, proteksi, serta penanggulangan serangan malware dan ransomware. Selain itu, mereka juga akan melawan berita hoaks dan memastikan jaringan komunikasi tetap aman. Operasi ini berlangsung dari H-63 hingga H+32 Pilkada di 37 provinsi. Dengan langkah ini, BSSN memastikan data pemilu tetap aman dan pemilihan berjalan lancar. Apakah data pemilih juga sudah terkena serangan Ransomware juga? Sorbansantri.com Melaporkan! Suara Santri, Suara Hati #Pilkada2024 #KeamananSiber #BSSN #PemiluAman #SeranganSiber #SatgasPilkada #fyp #foryoupage ♬ suara asli - Sorban Santri Read the full article
TIM Sorban Santri: Peretasan Menkominfo Bisa Dicegah dengan Manajemen Data yang Tepat
Berita Video
Sorbansantri.com - TIM Sorban Santri menyatakan bahwa serangan ransomware yang menimpa Pusat Data Nasional (PDN) dan mengakibatkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkunci sudah diduga sebelumnya oleh tim sorban santri terkait data yang kena ransomware susah dikembalikan dan dapat dicegah jika tidak ada kelalaian dalam mengelola sistem manajemen data. Mereka menyoroti pentingnya tindakan preventif yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah untuk menghindari serangan siber semacam ini. Menurut TIM Sorban Santri, pemerintah seharusnya dapat mengantisipasi serangan dengan mengaktifkan cronjob server, memperbarui sistem secara rutin, dan menggunakan backup penyimpanan. Langkah-langkah ini sangat penting untuk menghindari situasi di mana data berharga negara terancam oleh peretas. "Ransomware itu seperti program enkripsi seperti rar, zip, dan lainnya. Bisa jadi serangan ini terjadi bukan karena peretasan yang disengaja oleh programmer, hacker, cracker, atau defacer, tetapi lebih karena kurangnya keseriusan dalam menjaga keamanan data," ujar salah satu anggota TIM Sorban Santri. Mereka juga menyoroti bahwa kelalaian dalam manajemen data dapat membuka peluang bagi peretas untuk menyerang. TIM Sorban Santri menekankan pentingnya keseriusan Kemenkominfo dalam menjaga data negara dengan meningkatkan keamanan sistem dan menerapkan praktik manajemen data yang baik. "Seharusnya, dengan langkah-langkah preventif yang tepat, insiden seperti ini dapat dihindari. Keamanan data negara harus menjadi prioritas utama, dan pemerintah harus lebih serius dalam melindungi data dari ancaman peretas," tambah anggota tersebut. Pernyataan TIM Sorban Santri ini menggambarkan kekhawatiran yang mendalam mengenai manajemen keamanan siber di Indonesia. Mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang lebih tegas dan efektif dalam menjaga keamanan data negara agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. (AI Sorban) @beritasorban TIM Sorban Santri sudah menduga bahwa serangan ransomware yang menimpa Pusat Data Nasional (PDN) dan mengakibatkan data Kemenkominfo terkunci, sulit dipulihkan. Mereka menyoroti bahwa kelalaian dalam manajemen data menjadi penyebab utama. Menurut mereka, pemerintah seharusnya dapat mengantisipasi serangan dengan mengaktifkan cronjob server, memperbarui sistem secara rutin, dan menggunakan backup penyimpanan. Serangan ini bukan hanya menunjukkan kurangnya keseriusan dalam menjaga data, tetapi juga pentingnya langkah preventif untuk melindungi data negara dari ancaman siber. #PeretasanPDN #KeamananSiber #TIMSorbanSantri #Ransomware #DataNegara #ManajemenData #KelalaianSistem #Kemenkominfo #fyp #fypシ゚viral ♬ suara asli - Sorban Santri Read the full article
Gagal Lawan Peretas PDN, Pemerintah Pasrah Kehilangan Data Berharga
Berita Video
Jakarta, Sorbansantri.com - Sepekan sudah Pusat Data Nasional (PDN) belum pulih dari serangan siber yang terjadi pada Kamis (20/6/2024). Serangan ransomware ini tidak hanya mengakibatkan gangguan layanan, tetapi juga membuat data milik 282 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terkunci dan tersandera peretas. Tim dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polri, dan Telkom sebagai pengelola PDN telah berupaya mengembalikan data tersebut. Namun, berbagai upaya tidak berhasil melawan ransomware. Pemerintah akhirnya mengaku gagal memulihkan data di PDN. “Kita berupaya keras melakukan recovery resource yang kita miliki. Yang jelas data yang sudah kena ransomware sudah tidak bisa kita recovery. Jadi sekarang menggunakan sumber daya yang masih kita miliki,” ujar Direktur Network dan IT Solution Telkom Herlan Wijanarko, Rabu (26/6/2024). Meski begitu, Herlan mengeklaim bahwa data-data yang terenkripsi tetap berada di server PDN dan tidak berpindah ke lokasi lain. "Audit sementara yang dilakukan BSSN, data itu hanya dienkripsi di tempat. Dan sekarang sistem PDN sudah kita isolasi, tidak ada yang bisa mengakses, kita putus akses dari luar,” jelas Herlan.
Pasrah Kehilangan Data Pemerintahan
Di tengah upaya investigasi, tim gabungan menemukan pesan tebusan dari peretas sebesar 8 juta dolar AS atau sekitar Rp 131 miliar. Pemerintah menolak negosiasi tersebut. “Ya pemerintah kan enggak mau menebus, sudah dinyatakan tidak akan memenuhi tuntutan Rp 131 miliar,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong. Usman memastikan bahwa data yang terenkripsi tetap di server PDN dan tidak bisa diakses oleh peretas atau pihak lain. “Sudah diamankan data itu, sudah enggak bisa diutak-atik oleh dia, termasuk juga oleh kita. Karena sudah kita tutup kan,” tambah Usman.
Ratusan Layanan Publik Belum Pulih
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan serangan ini berdampak pada layanan di 282 instansi pemerintahan. Upaya pemulihan masih berlangsung secara bertahap. “Saat ini upaya terus dilakukan untuk memulihkan 282 tenant,” jelas Semuel. Beberapa layanan publik seperti keimigrasian Kemenkumham, Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) LKPP, dan layanan perizinan event Kemenko Marves sudah pulih. “Kita berharap setiap hari ada tenant-tenant ataupun kementerian/lembaga yang pulih. Sehingga kami berharap akhir bulan ini paling tidak ada 18-an bisa recovery,” ujar Usman.
Pemerintah Kurang Peduli Keamanan Siber
Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha menilai pemerintah belum terlalu peduli dengan keamanan siber. “Serangan siber yang beruntun dan bertubi-tubi sepertinya menunjukkan kurang pedulinya pemerintah terkait isu keamanan siber,” ujar Pratama. Pratama mengungkapkan bahwa pemerintah baru sibuk menyoroti keamanan siber ketika terjadi peretasan, sehingga penanganan sering terlambat dan memakan waktu lama. "Akhirnya pemerintah baru kelimpungan saat terjadi serangan siber dan melakukan penanganan yang acapkali terlambat serta membutuhkan waktu yang lama,” kata Pratama. Menurut Pratama, meskipun serangan ini tidak terlalu berdampak secara finansial, reputasi Indonesia di mata dunia tercoreng karena tidak mampu mengantisipasi serangan siber. "Reputasi serta nama baik negara Indonesia akan tercoreng di mata dunia," pungkas Pratama. (AI Sorban) @beritasorban Pusat Data Nasional (PDN) belum pulih dari serangan ransomware yang terjadi seminggu lalu. Data milik 282 kementerian dan lembaga terkunci dan tersandera peretas. Tim dari Kemenkominfo, BSSN, Polri, dan Telkom telah berusaha mengembalikan data, namun upaya tersebut gagal. Pemerintah menolak membayar tebusan senilai 8 juta dolar AS dan memutuskan untuk mengisolasi server PDN agar data tidak bisa diakses. Meskipun data tetap aman di server, ratusan layanan publik masih terganggu. Ketua CISSReC menilai pemerintah kurang peduli dengan keamanan siber. Kasus ini mencoreng reputasi Indonesia di mata dunia. #SeranganSiber #PDNHack #KeamananData #Ransomware #PemerintahPasrah #KeamananSiber #DataPemerintah #CrisisManagement #fyp #foryoupage #funny ♬ suara asli - Sorban Santri Read the full article