Layar monitor monokrom di sebuah ruang bawah tanah kawasan Orchard berkedip gelisah, memuntahkan baris-baris kode enkripsi yang belum sempurna. Di atas meja jati yang berat, sebuah laporan fisik tergeletak dengan stempel merah bertinta basah: TOP SECRET – ASIA PACIFIC SECTOR.
Seorang pria dengan setelan kemeja sutra abu-abu—tipikal petinggi sindikat gelap yang bertransformasi menjadi oligarki farmasi—menyesap wiskinya. Di depannya, sebuah televisi tabung 20 inci menyiarkan berita dari kanal internasional dengan sinyal yang berbayang.
"...Pencarian para pendaki di sektor utara Himalaya resmi dihentikan sore ini. Otoritas setempat mengonfirmasi penemuan lima jenazah tanpa identitas di ketinggian 6.000 meter. Namun, satu pendaki wanita bernama Kumala dinyatakan hilang tanpa jejak. Seorang pria yang mengaku sebagai suaminya terus menuntut investigasi lanjutan, sementara spekulasi mengenai konspirasi keterlibatan sebuah sindikat di Asia Tenggara mulai mencuat..."
Pria itu mematikan televisi dengan remote control. Keheningan yang dingin menyergap.
"Lima eksekutor tewas. Satu kunci hilang. Negosiasi gagal total, semua terjadi begitu saja," suara serak dari sudut ruangan yang gelap memecah kesunyian. Itu adalah suara perwakilan agensi.
"Kegagalan ini tidak boleh meninggalkan jejak," balas si pria berkemeja sutra. "Himalaya akan menyimpan rahasianya. Berkas ini tidak akan pernah ada dalam sejarah resmi."
Ia memasukkan tumpukan foto sisa kejadian—mayat yang membeku, beberapa peristiwa demonstrasi, serpihan kontainer medis yang pecah, foto beberapa aktivis mahasiswa dan foto wajah Kumala yang tenang—ke dalam sebuah map kulit abu-abu. Dengan tinta merah, ia menuliskan label di atasnya: ARCTIC FILE - TR-93/K. Singapore 1990. Dibubuhi stempel X-File.
SEACharta -South East Asia Chain of Archive & Taskforce _ Singapura - Jakarta - Kuala Lumpur - Bangkok - Manila - Hanoi - Laos - Phnom Penh - Yangon - Bandar Seri Begawan.
Pintu brankas baja tertutup dengan dentuman berat yang menggema, mengunci kebenaran di balik labirin digital dan darah selama tiga dekade ke depan.