Saya dan suami adalah pasangan yang tidak membuat kejutan-kejutan atau perayana tertentu di hari-hari besar kami, seperti hari ulang tahun kami atau bahkan hari ulang tahun pernikahan. Berjalan seperti hari-hari biasanya saja. Hanya penambahan ucapan selamat, kemudian sudah kembali ke rutinitas seperti sedia kala. Kami tidak terbiasa membuat perayaan atau kejutan seperti itu, bahkan sekadar memberi kue atau hadiah khusus. Mungkin memang sejak kecil dibiasakan seperti itu oleh keluarga kami. Keluarga saya bahkan kerap tak ingat hari ulang tahun masing-masing anggota keluarga lainnya, pun ingat lupa mengucapkan, atau bahkan lupa sama sekali. Blas. Ingat-ingat beberapa hari kemudian. Mungkin karena itu lah saya bodoh dalam mengingat tanggal-tanggal penting, padahal notabennya saya lebih mudah mengingat angka dibandingkan sebuah kalimat. Kembali ke saya dan suami. Di tahun pertama kami sebagai sepasang, kami bersepakat untuk membuka usaha. Anggaplah kedai kecil-kecilan ini sebagai hadiah saya kepada suami, begitupun sebaliknya. Selaiknya anak, kami membesarkannya dari masih dalam bentuk embrio ide, janin eksekusi, dan lahirlah. Meski masih berusia beberapa hari, kami harap @bodjodimsum, ya nama anak kami itu, terus bertumbuh dan berkembang semakin hari semakin membaik dan membesar, membawa berkah, juga kebermanfaatkan. Aamiin. Bisa bantu meng-aamiin-kan? 🤗 #aksarannyta #bodjodimsum (at Special Region of Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/B1bhxRAlF8R/?igshid=7lgq0i9ujm4o













