Pontianak Kalimantan Barat Indonesia
Sudah saya sampiakan sebelumnya dalam beberapa percakapan melalui media sosial bahwa tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mencintai Indonesia sepenuhnya dengan tidak mengunjungi bagaimana apa yang saya cintai itu, #tssaaahhh...
Oke, dalam kesempatan yang berbahagia ini saya akhirnya diberikan kesempatan untuk mengunjungi salah satu tempat yang sudah sangat lama ada dalam list saya untuk saya kunjungi. Yaitu Pontianak Kalimantan Barat.
Luas pulau Kalimantan adalah sekitar 530.000 meter persegi dan pulau ini merupakan pulau terbesar ketiga di dunia dan digadang gadang menjadi satu satunya pulau yang langsung memiliki perbatasan darat dengan negara Malaysia wilayah Sabah dan Serawak, dan satu daratan dengan Negara Brunei Darusalam
Dikisahkan dalam buku Ekspedisi Khatulistiwa 2012 oleh Kopassus bahwa nama Kalimantan yaitu (1) kali yang artinya sungai dan mantan yang artinya besar sehingga diartikan sebagai pulau yang memiliki sungai yang besar. (2) nama sejanis pohon buah (asam) yang banyak terdapat di pulau ini.
kata mantan sering dipakai dalam bahasa Dayak, misal pemantan bajang (rusa yang besar) atau pemantan bajang ( kerbau jantan yang besar). Ada juga yang mengatakan istilah Kalimantan berasal dari kata lamanta yang berarti 'sagu mentah', tetapi kemudian diubah oleh orang jawa menjadi Kalimantan yang berarti sungai yang berbatu mulia, yaitu sebuta bagi pulau yang sangat kaya emas dan intan.
Sementara itu nama Brunei ( Berunai) berasal dari kata Barunei, yakni nama ibu kota kesultanan di utara barat laut yang telah didatangi oelh orang Portugs dan Spayol pada abad 15 dan 16. Asal kata Brunei berasal dari bahasa Sansekerta yaitu baenri yang berarti tanah atau tempat. Nama Borneo itu sebenarya dari kata barnei yang berbah menjadi Borneo sekitar abad 17. namun ada pula yang berpendapat, borneo berarti berani. kemudian menjadi berani ayo, seterusnya menjadi beranio atau Barnio dan akhirnya menjadi Borneo.
Saat itu saya hanya mengunjungi Pulau ini di bagian Barat saja, yap tentu saja Kalimantan Barat tepatnya di Kota Pontianak. Jujur saja bahwa kota ini tidak lah sebesar yang dikira dan memang sama seperti Ibu kota provinsi lainnya di luar Jawa dimana Ibu Kota yang menjadi jantung kota masih jauh dari kata Metropolitan. Kota yang cukup tertata dengan baik dengan beberappa penanda yang spesifik menjadi warna tersendiri jika kita mengunjungi kota ini. Disetiap lampu kota terdapat hiasan ornamen tugu Khatulistiwa lengkap dengan tulisan ' Evenaar-nya' yang berarti Equator. Kota Pontianak menurut saya cukup sukses mencanangkan dirinya sebaai satu satunya Kota Equator di Indonesia bahkan dunia.
Pulau Kalimantan tidak akan lepas dari masyarakat Suku Dayak yang dipercaya menjadi suku yang pertama mendiami Pulau Kalimantan ini. Suku Dayak kini tidak berdiri sendiri, di Pontianak sendiri sekarang sudah ada tiga bentuk akulturasi budaya berbeda yang sudah cukup membaur dalam masyakarat Pontianak yaitu Suku Melayu dan Cina. Namun jangan salah jika kita bertemu dengan sebagian masyarakat Pontianak di tengah kota, akan sangat bias untuk menemukan mana masyarakat asli Pontianak pada umumnya. Sekarang sudah banyak juga masyarakat Jawa, Madura, Sunda dan suku lainnya dari Indonesia.
Pontianak sudah tidak akan terlepas dari yang namanya Khatulistiwa. garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian yaitu Utara dan Selataan ini tepat berada di atas Kota Pontianak, tak heran disini terdapat Tugu Khatulistiwa yang menjadi salah satu ikon kota dan sayang sekali jika kita melewatkan untuk berkunjung ke tempat ini. Sejak 1928 tugu khatulistiwa sudah dibangun dan dengan perhitungan sedemikian rupa, para ahli sudah menentukan dimana garis khatulistiwa tersebut berada.
Senang bisa berada di Kota Pontianak dan menjadi bagian sejarah yaitu berada di garis equator dunia.Yeahs!
Saya akan sambung di kemudian mengenai Pontianak dan Kalimaantn Barat
















