Setelah akumulasi Delapan Ribu Delapan Ratus langkah, sepertinya tidak apa kalau diselingi dengan sarapan pagi bubur legendaris di Jalan Pelana. Ada beberapa pilihan seperti lontong kari, nasi kuning dan buah nangka. Tapi bubur jadi pilihan utama di jalan yang sepertinya tidak lebih dari seratus meter.
Bubur ini enak.. rasanya itu.. Ah sudah lah. Coba saja sendiri kalau mau menvalidasi seberapa enak bubur nya.













