🚀 Salah satu roket penganut bani piring berhasil di luncurkan namun di ketinggian 571 meter roketnya jatuh karena menabrak kubah Selestial ini membuktikan bahwa bumi ini datar, guys tinggi gedung burj kalifah berapa ya ? Mimin lupa 😅. . Follow akun @101kfe.id ✅ Quote berbobot hanya di Instagram kami. . #flatearthsociety #flatearth101 #ask #flatearthisreal #flatearthers #flat_earth_society #flatearth #bumidatar #bumibulat #101kfe #globeearth #flatearthdisciples #belajarsaham #desain #design #matahari #teknologi #sunrise #roket #indonesia #selamatmalam #sahamindonesia https://www.instagram.com/p/B4TSatGgxaN/?igshid=m5r75eos5hw9
☄️ Gravitasi adalah gaya tarik menarik yang terjadi antara semua partikel yang memiliki massa. Yah gravitasi sangat mempengaruhi massa, kalau sekarang berat kamu 50 kilogram kalau gravitasi bumi naik 2 kali lipat maka berat kamu akan naik menjadi 100 kilogram. Oh noooo... itu akan menjadi bencana buat kamu yang lagi diet yah. Ngomong-ngomong soal gravitasi apa yang akan terjadi yah kalau gravitasi bumi naik dua kali lipat yang dirasakan manusia ? Yuk simak ulasan video durasi 1 menit @101kfe.id . . 🕴️Oh ya ada yang percaya Nabi Adam ? Yap berapa tingginya dan bandingkan dengan manusia modern saat ini 😁. . Follow akun @101kfe.id ✅ Quote berbobot hanya di Instagram kami. . Follow akun @101kfe.id ✅ Quote berbobot hanya di Instagram kami. . #flatearthsociety #flatearth101 #ask #flatearthisreal #flatearthers #flat_earth_society #flatearth #bumidatar #bumibulat #101kfe #globeearth #flatearthdisciples #earth #debunked #youtubescience #youtubeeducation #youtuberindonesia #modernscience #youtuber #youtubekids #muslim #astronomer #astronauts #gravityfalls #gravitasi #gravity #physics #science https://www.instagram.com/p/B2QPtx1gqUs/?igshid=82b29ftpqaoq
TIMES Indonesia Uniknya, memang banyak orang yang percaya bahwa Bumi itu berbentuk datar. Memang kita dari kecil sudah diajarkan dan mengetahui bahwa bentuk Bumi adalah bulat. Namun seandainya jika Bumi datar bukanlah hanya sekedar teori belaka namun memang kenyataan, kira-kira apa yang akan terjadi ya? Nah, melansir dari beberapa sumber, kali ini TIMES Indonesia akan membahas 4 hal yang akan terjadi jika bumi berbentuk datar. klik selengkapnya di bio !!! #bumidatar #bumidatarindonesia #bumidataralquran #bumidatarid_langit_selatan2 #bumidatarid_ilmu_falak2 #bumibulat #bumibulatbundar #bumibulatataudatar #bumibulatbohong #bumibulatvsbumidatar #teoribumidatar (di Times Madura) https://www.instagram.com/p/CQgFkqOnvnx/?utm_medium=tumblr
Mari kita awali pembahasan ini dengan pertanyaan dari manakah asal peta bumi bola atau bumi datar? Bisakah di pertanggungjawabkan?
Asal-Usul Peta Bumi Bola dan Peta Bumi Datar
Mari kita cek situs dari USGS (United State Geological Survey) di https://www.usgs.gov/. Ini adalah lembaga resmi USA udah beroperasi 137 thn dengan jumlah karyawan 8,670 orang dan dengan anggaran puluhan triliun pertahun. Bisa dibilang USGS adalah lembaga survey geologi paling kredibel di dunia saat ini. USGS mengatakan bahwa “Peta bumi datar merupakan dasar yang paling akurat untuk membuat peta Atlas AS, untuk menentukan arah penerbangan dan arah antena”.
Selain itu USGS juga mengatakan “Bahwa peta bumi datar dijadikan dasar pembuatan logo PBB thn 1945” dan Ini adalah bukti yang tak terbantahkan.
Anda juga bisa cek situs wikipedia di sini https://en.wikipedia.org/wiki/Azimuthal_equidistant_projection
Diterangkan bahwa peta bumi datar yang di proyeksikan dengan metode Azimuthal Equidistant membuat jarak pada bumi bola benar secara proporsional. Artinya peta yang sebenarnya adalah peta bumi datar itu, disebut pula bahwa rumus matematika yang di gunakan, pertama kali di kemukakan oleh Al-Biruni cendekiawan muslim yang hidup 11 abad yang lalu.
Bukti Bentuk Bumi Datar di Dunia Penerbangan
Pertanyaan paling umum selanjutnya adalah jika bumi datar bagaimana mungkin melakukan penerbangan dunia dari barat ke timur, kembali lagi ketempat semula?
Berdasarkan keterangan dari USGS, kita telah mengetahui bahwa garis khatulistiwa yang seperti gambar diatas adalah proyeksi Azimuthal Equidistant dari garis khatulistiwa yang aslinya seperti gambar dibawah ini (perhatikan lingkaran berwarna lebih tebal dibagian tengah!)
Kutub utara ada di tegah lingkaran, Jadi jika jarum kompas selalu meunjuk utara, berarti jarum kompas selalu menunjuk pusat lingkaran bumi.
Keanehan Jalur Penerbangan dengan Peta Bumi Bola
Jalur penerbangan diselatan katulistiwa tidak masuk akal bila menggunakan peta bumi bulat, tapi akan masuk akal kalo mengunakan peta bumi datar. Anda bisa cek sendiri di situs penyedia penerbangan.
Salah satu yang kami dapatkan adalah perjalan dari Santiago Chili (America Selatan) ke Johanessburg (Afrika Selatan). Jika kita ambil jarak lurus dipeta globe, seharusnya memakan waktu 12 jam penerbangan dengan rute sebagai berikut:
Santiago Chili-Johannesburg Peta Bumi Globe
Tapi di seluruh maskapai penerbangan, rute tersebut tidaklah ada dan tidak pernah ditawarkan.
Yang ada dari Santiago Chili harus transit dulu ke Senegal baru setelah itu ke Johanessburg, dan ini memakan waktu 19 jam.
Santiago Chili-Sidney-Johannesburg
Bila rute diatas diperhatikan, rute perjalanannya tampak tidak masuk akal. Namun jika dibandingkan dengan menggunakan peta bumi datar, semuanya jadi sangat masuk akal, karena rute tersebut merupakan garis lurus. Perhatikan gambar ini!
Santiago Chili-Johannesburg Peta Bumi Datar
Satu contoh lagi perjalanan dari Johanesburg (Afrika Selatan), ke Sidney (Australia), jika di ambil garis lurus dengan peta globe seharusnya memakan waktu 11 jam dengan ilustrasi sebagai berikut:
Johannesburg-Sidney Peta Bumi Globe
Namun sama seperti perjalanan yang saya telah jelaskan sebelumnya, rute itu tidak ditawarkan oleh maskapai penerbangan manapun dan yang ada dari Johannesburg harus ke Dubai dulu baru setelah itu ke Sidney memakan 18 jam dan ini sangat tidak masuk akal.
Johannesburg-Dubai-Sidney
Sementara dengan menggunakan peta bumi datar jalurnya tampak hampir lurus dan lebih masuk akal.
Johannesburg-Sidney Peta Bumi Datar
Penerbangan beralasan harus dilakukan transit untuk menjemput penumpang, tapi menurut logika dan dan sudut pandang bisnis, tetap saja tidak mungkin jika jalurnya tidak masuk akal. Bagaimana menurut anda?
Bukti yang lebih telak adalah pemberitaan di Dailymail pada tanggal 8 Oktober 2015. Pada penerbangan China Airlines dari Bali ke LA pesawat mendarat di Alaska secara emergency karena ada wanita yang mau melahirkan, yang kira-kira jalurnya seperti ini di peta bumi bulat :
Bali-Alaska-LA Peta Bumi Globe
Sementara di bumi datar petanya seperti ini:
Bali-Alaska-LA Peta Bumi Datar
Mana yang lebih masuk akal jika memang harus dilakukan pendaratan emergency? Mana yang lebih masuk akal menurut anda?
Update 04-01-2017
Ada kejanggalan. Sumber info yang kami dapatkan mengenai pemberitaan di Dailymail berubah. Ada dua URL menampilkan video yang sama namun pemberitaannya berbeda. Terutama Pemberitaan terkait dengan perjalanan yang seharusnya
Bali ke LA (Published on 21-10-2015)
http://www.dailymail.co.uk/travel/travel_news/article-3283220/Mother-filmed-giving-birth-bound-plane-deported-Taiwan-WITHOUT-child-faces-20-000-fine-airline.html
berubah menjadi Taiwan ke LA (Published 27-11-2015)
http://www.dailymail.co.uk/travel/travel_news/article-3270382/Caught-camera-amazing-moment-woman-gives-birth-premature-baby-girl-30-000ft-Taiwan-Los-Angeles-flight-crew-passengers-helping-out.html
Pada artikel yang kedua ini ada keanehan, pemberitaan berubah menjadi perjalanan dari Taiwan ke LA namun mendarat darurat di Alaska. Anda bisa memastikan ini adalah penyesuaian yang dilakukan Dailymail, karena komentar perdana dari pengunjung halaman ini menuliskan komentar perjalanan Bali ke LA dan mendarat darurat di Alaska.
Untuk memastikan kami tidak salah lihat kami coba mencari website lain yang juga pernah memberitakan berita tersebut dengan bersumber dari Dailymail juga, dan hasilnya kami temukan link di bawah ini :
http://lifestyle.okezone.com/read/2015/10/23/406/1236611/lepas-landas-dari-bali-turis-lahiran-di-pesawat
So, bagian dari konspirasikah perubahan berita ini ?
Bumi Bulat dan Bumi Datar, “Coba lo jelasin dong kenapa bisa dibilang bumi datar?” Kalimat itu membuka diskusi anak-anak muda di sebuah kafe di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan akhir pekan lalu. Perdebatan ringan pun muncul dalam diskusi yang dihadiri mereka yang berlatar ragam profesi. Mereka adalah anak-anak muda yang gelisah dan penasaran terhadap “hal baru”. Diskusi malam itu akhirnya membuahkan kesepakatan membentuk sebuah komunitas flat earth. Mereka sepakat memverifikasi semua alibi yang menjadi landasan para penganut bumi datar yang pengikutnya banyak di Amerika Serikat (AS).
Bumi datar sudah menjadi obrolan dunia maya sejak beberapa tahun lalu. Perdebatannya bahkan sudah ada sejak lebih dari satu abad silam. Topik ini kembali menjadi pembicaraan hangat di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Di era digital, informasi yang simpang siur bermunculan sehingga memunculkan beragam teori. Salah satunya intrik bisnis di balik perdebatan. “Kalau flat earth ini ramai, bisa jadi peluang bisnis jual kaos bumi datar nih”, celetuk seorang peserta diskusi. Benarkah kampanye flat earth ujung-ujungnya soal bisnis dan uang? Bagi penggiat flat earth, mereka mencoba menentang apa yang disebut para “Elit Global” yang menguasai semua lini dunia dari militer, politik, science. Termasuk soal keberadaan National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang dianggap penuh konspirasi “Elit Global”. Akhir dari alibi mereka adalah mempertanyakan sistem tatanan keuangan ekonomi global termasuk keberadaan Bank Dunia dan IMF yang menjadi kerajaan uang dan utang bagi negara-negara di dunia. Juga menyangkut bisnis besar para elit dunia, salah satunya bisnis peluncuran satelit bernilai ribuan triliun rupiah. “Flat earth adalah simbol perlawanan terhadap sistem yang zalim”, jelas sebuah video tentang flat earth. sponsor inad Sebuah gambar
Mempertanyakan Soal Uang
Para penganut flat earth memang menggunakan teori-teori ilmiah dan logis. Gambaran ringan soal pemikiran flat earth dapat dilihat dari situs flatearth101.wordpress.com yang menampilkan 9 video rinci menjelaskan dari A sampai Z berbagai alasan logis untuk menunjang konsepsi mereka. Setidaknya ada tiga alasan logis mereka yang mudah dicerna oleh kalangan awam.
Pertama, soal pembuktian bumi datar dari meneropong kapal laut yang berlayar di tengah lautan. Dengan teropong, kapal laut yang berlayar terlihat utuh meski jaraknya sangat jauh dari pandangan mata. Teori ini mencoba mematahkan “kebenaran” umum yang sudah dipercayai selama 500 tahun bahwa layar kapal di lautan akan muncul lebih dahulu saat dilihat dari kejauhan, karena terhalang lengkungan permukaan bumi.
Kedua, hukum perspektif. Hukum perspektif ini sebagai bukti untuk mendukung gagasan mereka bahwa benda yang makin jauh maka wujudnya makin mengecil bahkan makin tak terlihat hingga menghilang. Konsepsi bumi datar meyakini bumi memiliki titik pusat yaitu kutub utara sedangkan garis lingkar tengah (ekuator) merupakan garis lintasan bumi dan bulan yang tingginya berdekatan dengan bumi yang datar. Kedua benda langit itu memutari bumi. Kejadian terbit dan terbenamnya matahari adalah konsekuensi dari hukum perspektif tadi.
Ketiga, yang menjadi andalan mereka yaitu soal jalur penerbangan pesawat komersial di dunia yang tak pernah melintas di sisi selatan bumi, padahal menurut mereka itu merupakan jarak terdekat untuk menghubungkan kota dan negara-negara di benua bagian selatan. Kenyataannya perjalanan pesawat udara berputar jauh bila menggunakan peta bumi bulat (globe), tapi dengan peta bumi datar dianggap lebih logis karena jalur penerbangan antar kota dan negara berada dalam garis lurus.
Intinya, dengan bumi datar maka konsepsi penggunaan satelit sebuah kebohongan besar. Sistem GPS yang selama ini buah karya dari teknologi satelit tak lain hanya sebuah teknologi sederhana dengan menggunakan menara-menara relay antar benua. Mereka percaya manusia tak bisa menembus angkasa karena ada selubung atau perisai langit yang tak bisa ditembus teknologi manusia. Mereka juga mempertanyakan soal bisnis satelit dan keberadaan lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) yang dianggap jadi dalang kebohongan soal konsepsi bumi bulat. Berdasarkan data Union of Concerned Scientists (UCS), hingga Desember 2015 tercatat ada 1.381 satelit yang ada di luar angkasa dan masih beroperasi, meliputi satelit komersial, pemerintah, militer, dan sipil. Harga sebuah satelit tentunya beragam, tapi sebagai gambaran mengacu pada satelit milik PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), yang belum lama meluncur ke orbit pada 18 Juni 2016, harganya Rp3,375 triliun. Artinya bisnis satelit di dunia sedikitnya Rp4.660,87 triliun. Angka ini belum menghitung harga satelit yang lebih mahal dan yang sudah tak beroperasi lagi. Para flat earth society memandang NASA sebagai badan yang tak kredibel. NASA bagi mereka sebuah badan yang sulit diaudit, dan menjadi bagian dari konspirasi “Elit Global” untuk melanggengkan dogma science yang mereka anggap sesat. Pemikiran para penggiat flat earth tentunya banyak menuai kontra terutama dari mereka yang selama ini sudah meyakini bumi bulat seperti kebanyakan orang di dunia ini.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin termasuk yang gerah dengan adanya kampanye flat earth ini. Ia mengunggah status di Facebook soal sangkalan tentang flat earth. Thomas mengimbau masyarakat agar menganggap video dan segala kampanye flat earth hanya sebagai tontonan fiksi, dan tak perlu ditanggapi serius.
Banyak yang bertanya soal bangkitnya kembali pemahaman “Flat Earth”. Pemahaman itu tergolong pseudo science alias sains semu. Dikemas seolah-olah ilmiah, sesungguhnya tidak mempunyai dasar ilmiah sama sekali. Ketika dikaitkan dengan dalil-dalil Al-Quran, itu pun berdasarkan tafsir lama. Abaikan saja pemikiran “Flat Earth” tersebut, seru Thomas dalam akun Facebook-nya yang diunggah dua pekan lalu. Apapun sanggahan kaum yang tak senapas dengan penggiat flat earth, tapi kampanye bumi datar cukup sukses menjadi viral di publik. Dalam mesin pencarian google, kata “flat earth” membuahkan 13.500.000 hasil pencarian (0,68 detik). Sebuah angka yang sangat besar, meski masih kalah jauh dengan pencarian kata “pokemon go” yang menghasilkan 49.600.000 hasil (0,39 detik). Fakta lain keberadaan kampanye masif flat earth memunculkan anggapan bahwa konsepsi ini ditunggangi sebagai sarana mencari uang atau bisnis.
Memakai Bumi Datar
Para anggota flat earth society mulai melancarkan teorinya di dunia maya sejak 2004. Sampai pada November 2010, muncul forum diskusi soal gagasan ini di jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook. Saking populernya, Bad Religion sebuah band beraliran punk yang dibentuk pada 1979 di Southern California, AS membuat lagu yang berjudul “flat earth society”. California merupakan markas flat earth society yang jumlah anggotanya di dunia hingga 2014 hanya 554 orang. Populernya istilah flat earth, langsung ditunggangi oleh bisnis. Misalnya sebuah perusahaan jasa desain asal Bristol Inggris menggunakan merek dagang “flat earth”. Flat earth juga dipakai sebagai nama untuk perusahaan logistik hingga operator petualangan arung jeram. Tak sampai di situ, flat earth jadi sebuah judul buku yang mengungkap skandal penyadapan telepon yang mengguncang raksasa media, News Corp pimpinan Rupert Murdoch beberapa tahun lalu. Nick Davies, seorang wartawan surat kabar The Guardian, London, membuat laporan tentang hal itu pada 2009 dan membukukannya pada 2012. “Davies, penulis buku laris “Flat Earth News” bermaksud untuk memberikan komentar tentang skandal News International, termasuk fakta-fakta baru, kata penerbit seperti dikutip dari Antara. Selain itu, bangkitnya pemikiran soal bumi datar tentunya akan memberikan peluang lebih besar bagi perusahaan-perusahaan swasta yang menawarkan pelesir ke luar angkasa.
Orang-orang seperti Richard Branson (Virgin Galactic), Jeff Bezos (Blue Origin), dan Elon Musk (SpaceX) bakal dapat durian runtuh dengan rasa penasaran orang untuk melihat bumi dari angkasa. Pada 28 April 2001, Dennis Tito menjadi turis pertama yang berlibur di luar angkasa. Biaya yang dikeluarkan Tito hingga 20 juta dolar AS atau kira-kira Rp266,7 miliar. Sayangnya waktu itu, para komunitas flat earth society sedang tenggelam, belum terkenal seperti sekarang ini. Masih belum percaya flat earth ujung-ujungnya soal uang? “Sorry. Out of Stock”. Demikian pengumuman bagian penjualan kaos dan souvenir komunitas flat earth society dalam situs resminya www.theflatearthsociety.org. Mereka menerima pembayaran Paypal atau Bitcoin untuk setiap pembelian kaos dan souvenir seperti gantungan kunci, stiker, kartu pos, magnet dan lain-lain seputar flat earth. Perdebatan antara penganut bumi bulat dan datar bakal tak berakhir karena masing-masing pihak punya bukti-bukti yang mereka yakini benar. Namun, hanya satu hal yang bisa menyatukan mereka, ya apalagi kalau bukan soal uang. Sebuah uang koin bisa menggambarkan sebagai jalan tengah bagi perseteruan keduanya. Dari uang koin bisa ditengahi perbedaan itu dan tak bisa disanggah. Uang koin berbentuk bulat dan sekaligus datar. Masih ada yang berani menyangkal ?
Foto Bumi Bulat dari Teknologi Satellite VS Teori Bumi Datar
Judul itu kami buat dalam rangka membantah teori bumi datar untuk keperluan riset kami. Dalam proses riset, kami menilai teori bumi datar atau “Flat Earth” bukan HOAX atau disinformasi yang di sampaikan oleh agen-agen tertentu (semacam pengalihan isu gitu), melainkan suatu bentuk kegiatan moral dari komunitas Flat Earth yang ada di USA dan EROPA, mengenai bangkitnya kesadaran bahwa bumi itu berbentuk datar. Bisa dibilang ini adalah “People Power”.
Anda bisa melihat lebih banyak satellite seperti itu lagi dengan mengunjungi situs
http://www.nasa.gov/
, atau carilah di google images dengan mengetik “NASA Satellite” Coba anda perhatikan baik-baik! Apakah itu asli ?
Jika diperhatikan dengan seksama semua foto diatas, baik yang resmi diterbitkan oleh NASA ataupun yang di buat oleh Hollywood adalah hasil dari CGI (Computer Generated Imagery) atau dalam bahasa indonesia disebut gambar hasil rekayasa komputer.
Kemajuan teknologi memang membuat orang awam jadi sulit membedakan mana yang CGI mana yang asli. Namun bagi para ahli animasi komputer, hal ini merupakan hal yang teramat mudah.
Kami coba mengumpulkan foto bumi yang dikeluarkan Nasa dari tahun 1972 sd 2015, terlihat bahwa warna bumi dari tahun ketahun tidak konsisten warnanya. Kami juga membuat pembuktian keaslian foto resmi bumi yang dirilis oleh NASA, dan hasilnya foto NASA tersebut FAKE. Untuk lebih jelas kunjungi artikel Pembuktian Foto Resmi Nasa Hoax.
Tidak hanya itu kami menemukan bahwa ada video jadul terbitan NASA saat mengambil gambar bumi namun ada refleksi dari cahaya camera/ studio. Berarti, video tersebut dibuat di sebuah studio dengan menggunakan maket dan alat2 rekaman lainnya.
Pertanyaan selanjutnya, adakah hasil-hasil foto bumi dari NASA yang bukan CGI? Dari hasil penelusurn kami jawabannya “TIDAK ADA”. (kalo ada yang bisa bantu nyariin terus ketemu, silahkan contact kami yah!)
Lalu bagaimana dengan satellite? Katanya ada sekitar 13.000 satellite di angkasa (Browsing di Google), dan ada ribuan telescope canggih di bumi baik itu radio telescope atau optical telescope. Secara logika, jika kita bisa melihat planet lain atau bintang di bumi dengan telescope, harusnya kita juga bisa melihat ribuan satellite itu juga dengan telescope kan?
Namun fakta nya, “TIDAK ADA SATUPUN TELESCOPE YANG BISA MENDETEKSI KEBERADAAN RIBUAN SATELLITE”.
Sungguh aneh dan bikin heran kan? Padahal ada ribuan jumlahnya, jaraknya lebih dekat dari planet Mars namun tidak ada hasil jepretan satellite dari telescope dan yang ada hanya gambar satellite versi CGI dan berita peluncuran satellite di Media.
Kalo satellite ga ada terus gimana dengan GPS? Google Maps atau Waze? Atau Telpon jarak jauh?
Cara Kerja Teknologi GPS
GPS adalah Global Positioning System, gunanya untuk mengetahui posisi seseorang atau lokasi tertentu di manapun, di seluruh dunia. Selama ini kita di pahamkan bahwa cara kerja GPS haruslah mengunakan satellite. Nah, bagaimana kalau seandainya kami bilang bahwa GPS tidaklah menggunakan satelite? Apa anda bisa percaya? Ini yang kami dapatkan ketika mencari tahu via Google.
Bisa anda lihat bahwa technology My Location tidak menggunakan GPS alias tidak menggunakan satellite melainkan menggunakan menara telkom biasa. Jadi kita berpresepsi bahwa Smartphone kita menggunakan satellite padahal google sendiri mengatakan tidak.
Lantas bagaimana dengan peta yang dibuat Google dari gambar udara dimana semua bangunan di bumi bisa terlihat, bukankah itu menggunakan satellite? Dari hasil penelusuran kami, Google Maps membuat itu dengan menggunakan Drone.
Pada bumi berbentuk datar, satellite memang tidak dibutuhkan dan kita sebenarnya cukup menggunakan menara-menara telkom. Tekhnologi dasar GPS dengan menara sebenarnya sudah ada sejak tahun 1945 dan merupakan bagian dari teknologi militer saat PD II dengan nama LORAN (Long Range Navigation).
Lantas apakah Satellite itu adalah usaha Propaganda dan Mind Control? Jika memang ya, siapa yang melakukannya? Kami jawab “YA”, sebut saja mereka Elite Global, dan untuk bagian ini akan kami jelaskan di artikel lain.
Yang pasti masalah bumi datar atau Flat Earth ini bukan omong kosong, bukan perang urat syaraf / ego dan bukan adu pintar, namun ada hal yang lebih fundamental yang harus kita ketahui dalam hidup kita
Next, yuk kita teliti lanjut kepertanyaan kami yang lain yakni bagaimana dengan teori galileo yang menyatakan bahwa bumi itu bulat dan Heliosentrik ?