Hari ini, 13 Juli 2015, ada 2 pemain sepakbola kita yang berulang tahun. Label kedua pemain ini adalah “pemain legend”. Mereka adalah Kurniawan Dwi Yulianto dan Ahmad Bustomi.
Kurniawan sudah pensiun, tapi beberapa kali terlibat dalam kegiatan coaching, khususnya para pemain usia muda. Beberapa waktu lalu, dia bersama Park Ji Sung terlibat dalam acara pencarian bakat2 terbaik di daerah Malang. Bulan Juni lalu, Kurniawan juga main sepakbola bersama rekan2nya dalam acara solidaritas kepada Alfin Tuasalamony, pemain Persija yang mengalami kecelakaan. Kurniawan masih lihai dan gesit menggiring bola, dia mencetak gol penalti. Tendangannya datar, power sedang, terarah. Rekannya, yaitu Gendut Doni, malah sudah kewalahan dalam bermain bola. Badannya sudah gendut beneran. Kabar terakhir, Gendut bekerja sebagai PNS. Bisa dilihat di akun Instagramnya.
Ahmad Bustomi masih aktif sebagai pemain Arema. Umurnya memasuki kepala 3, yakni 30 tahun. Beberapa tahun terakhir, perannya di Arema semakin terkikis oleh kehadiran Gustavo Lopes yang sangat dominan dan sangat lihai menjadi Playmaker. Di akhir musim, Gustavo kabarnya pindah ke liga Malaysia. Sebuah pilihan yang tepat, karna kalau dia tetap di Indonesia, maka dia akan menjadi pengangguran seperti nasib para pesepakbola yang lainnya.
Di Malaysia, Andik sepertinya menjadi idola baru. Dia muncul menjadi cover majalah Four Four Two edisi Malaysia. Jacksen F Tiago juga memutuskan pindah ke Malaysia sesaat menjelang babak Final Liga Indonesia tahun lalu. Penyebab kepindahan Jacksen ke negeri Noh Salleh (kalau anda tak tahu nama Noh Salleh, anda kurang gaul sepertinya) itu masih misteri bagi saya. Sementara itu, Hamka Hamzah yang musim lalu bermain di liga Malaysia, akhirnya berlabuh ke Pusamania Borneo FC, badannya makin gemuk, dia masih dalam tahap penyembuhan cedera kala itu. Tapi kabar bahagianya, saat ada acara solidaritas yg diprakarsai oleh SPECS dan APPI, Hamka sudah bisa bermain sebagai bek tengah. Beberapa lawan dari tim wartawan, kesulitan menghadapi Hamka Hamzah.
Kembali ke Kurniawan dan Bustomi. Pada Trofeo Persija 2015, Arema datang ke Jakarta untuk bertanding melawan Persija dan Sriwijaya FC. Sehari menjelang turnamen, Arema dan SFC tiba di sebuah hotel kecil, di daerah Kuningan, Jakarta. Saya sudah menyiapkan beberapa kartu bola (koleksi saya sendiri) untuk kemudian ditandatangani.
2 kartu Bustomi berhasil digores oleh “Pirlo Indonesia” itu. Dia kaget dengan foto-foto lawas yang saya bawa, saya menambahkan keterangan bahwa, “ini untuk koleksi saya mas, koleksi para pemain idola.” Bustomi senang dan memang santai. Banyak ngelawak jika anda lihat di Twitter.
Sementara itu, tiba-tiba ada si Kurus, yakni Kurniawan yg hadir di hotel itu bersama tim kerja RTV. Ternyata Kurus menjadi host bersama wanita cantik, saya lupa namanya. Kurus membawakan acara sepakbola, bintang tamunya adalah Syamsir Alam (pemain muda yang hebat bersama SFC) dan Wildansyah (bek kanan SFC yang pernah memperkuat PBR dan Persib Bandung). Kurus tidak begitu canggung menjadi pembawa acara. Saya meminta tanda tangan kepada Kurus, dia juga memiliki respon yang sama seperti Bustomi, kaget melihat ada orang yg masih menyimpan fotonya saat membela timnas menghadapi Australia.
Bagi saya, mereka ini adalah idola yang menghiasi masa kecil hingga sekarang, tak mungkin dilupakan begitu saja. Tiap minggu, pasti menonton mereka di tv, mereka bagaikan Coldplay dalam sepakbola, banyak penggemarnya.
Semoga para pemain sepakbola kita ini tetap senang bermain sepakbola, meskipun sepakbola sedang mati suri di negara kita.













