Saya suka senyum-senyum sendiri ketika mendengar @sekitar_putri dan @khansatazkiyahayyin 'mengobrol'. Tentu percakapan itu masih lebih sering satu arah, atau sekadar pertanyaan retorasi. Sebab anak perempuan kami memang baru satu tahun satu bulan usianya. Belum banyak kosakata yang keluar dari mulut mungilnya. Seperti sore itu : "Duuh... anak perempuan ibu yang wangi. Yang bikin harum siapa?" Tanya @sekitar_putri sembari gemas karena peri kecilnya lagi nggak mau diam. "Ibu." Pertanyaan itu ia jawab sendiri setelah beberapa jeda. "Gemes... anak perempuan ibu semakin banyak rambutnya nih. Yang suka 'nyampoin' siapa? Yang suka sisirin siapa?" Lanjut pertanyaan lain. Si kecil tertawa menahan geli. "Ibu." "Yang suka bikinin makanan enak-enak buat dd mam siapa? ........ ibu." "Hmmm... hmmm... tapi yang suka ditunggu-tunggu pulangnya siapa?.... ayah." "Orang-orang bilangnya mirip siapa? .... ayah." "Suka sedih ibu teh. Padahal sembilan bulan dd di rahim ibu tau." Sungguh, saya tak bisa menahan tawa mendengar percakapan satu arah itu. "Kau tahu nak, walaupun begitu, surgamu tetap beradanya di telapak kaki ibu. Bukan ayah." Kata saya dalam hati. "Dan surga ibu ada dalam ridho ayah." Tiba-tiba saja hati saya mencelos setelah mengatakan itu dalam hati sendiri. Ketika anak dan istri telah jelas letak syurganya masing-masing. Sedangkan saya sebagai ayah sekaligus suami. Masih harus mempertanyakan surga itu akan ada di mana? Sembari pundak ini masih memikul beban tanggung jawab itu : menjaga diri dan keluarga dari api neraka. @30haribercerita #30hbc2125 #30haribercerita #calathealovers #calathea #plantsofinstagram #plantsmakepeoplehappy #plandemic2020 #azurazie_ https://www.instagram.com/p/CKdtTMclpMx/?igshid=17qb9rjz5antl











