Mataku terbuka perlahan,, cahaya silau menutupi pandangan. Cahaya lampu. Pandanganku menyusuri ruangan yang rasanya tidak lagi asing.
Rasa pegal di kaki masih sedikit terasa. Aku mengingat perlahan kejadian semalam,,
“Ternyata segitu kuatnya lari dari kantor ke tempat ini”
Aku menggerakkan tanganku dan berusaha bangkit dari sofa dan melepas beberapa handuk yang menutupi tubuhku. Tiba-tiba ku tersadar ada sesosok perempuan tertidur di atas karpet tepat di samping sofa.
Aku segera bangkit dan mengangkat tubuhnya yang masih tertidur. Menggendongnya perlahan menuju kamar dan meletakkannya di atas tempat tidur.Tubuhnya menggeliat perlahan, menandakan sejak semalam Ia tidur dengan posisi yang kurang nyaman.
“Sial pikiranku sesak” aku memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk menenangkan diri.
“Sudah dua tahun trainee kalian berjalan dan akhirnya saya menemukan waktu yang tepat untuk mengumpulkan kalian dan mendiskusikannya” PD mulai membuka pembicaraan.
“Ada yang ingin disampaikan terlebih dulu atau saya langsung to the point saja?” tanya PD.
Hunji, salah satu trainee dengan usia tertua, mengangkat tangannya perlahan.
“Sebelumnya saya meminta maaf terutama kepada para manajer, staff, dan khusunya kepada kedua dongsaeng saya. Jujur banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama menjadi trainee di agensi ini, agensi ini telah membantu saya meningkatkan rap skill saya dan kekeluargaan yang saya terima baik sebagai hyung ataupun dongsaeng dari sunbae di Big House ini. Tapi saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya, khususnya PD bahwa saya tidak lagi bisa melanjutkan masa trainee dan melangkah bersama dua dari kalian untuk ke depannya. Jeongmal-jeongmal jwesonghamnida” Hunji membungkuk lama setelah menyelesaikan kalimatnya.
Reflek ku angkat tanganku dan bertanya, “Hyung kita tak pernah membicarakan ini sebelumnya, apa maksutmu mengatakan ini setelah dua tahun?” frustasi tiba-tiba hadir di pikiranku. Aku menoleh ke arah Da il hyung, tapi dia tak menunjukkan respon apapun. Begitu pula dengan para manajer. Sepertinya semua orang sudah mengetahuinya kecuali aku.
“Ada beberapa hal dimana tidak semua orang harus mengetahui alasan seseorang memilih untuk menjalani sesuatu.
Ada saatnya pula orang lain akan paham mengapa seseorang mengambil pilihan tersebut di masa lalu” PD pun menoleh ke arahku sambil tersenyum.
“Lalu bagaimana masa depan ku dan Da il hyung selanjutnya?”
“Itu lah yang akan kita bicarakan malam ini. Semua ada di tangan kalian berdua. Apakah kalian akan mendebutkan diri sebagai grup rap berdua atau kalian akan melanjutkan trainee kalian sambil menunggu peserta trainee yang baru.”
Menjadi trainee kembali.... ‘AAAARGH’ ku meninju dinding kamar mandi sekuat tenaga dan rasa kesal ku muncul kembali. Tiga tahun sudah aku berada di agensi tersebut dan harus menunggu lebih lama lagi?
Aku meninju dinding dua kali lebih keras dari sebelumnya. Ingin rasanya ku meninggalkan tempat itu untuk sementara dan entah kenapa hanya tempat ini yang muncul di pikiranku. Dan sekarang pusing di kepalaku muncul kembali.
Entah sudah berapa lama ku duduk memandangi langit melalui jendela di sampingku. Aku merebahkan punggung ke kursi, berkali-kali menutup mata dan satu dua bayangan kejadian di masa lalu muncul di ingatanku.