Cerita Tentang 2022 (Season 1)
Bagiku tahun 2022 adalah tahun dimana aku bertemu manusia-manusia yang memberikan positive vibes buat hidup aku. Bertemu orang baru yang benar-benar menjadi sahabat,saudara, keluarga mungkin teman hidup ( we never know). Setelah mengalami beberapa kegagalan di tahun 2021, ternyata 2022 memberi banyak warna buat perjalanan mengakhiri usia 20-an.
Di awal tahun selagi menunggu panggilan kerjaan setelah selesai kontrak dan gagal SKB CPNS di akhir tahun, aku memutuskan menjadi freelance vaksinasi yang masih gencar pada saat itu khususnya vaksin booster. Bulan Februari, saat melihat grup Nusantara Sehat (NS) ada info bahwa Panitia di BBPK Ciloto membutuhkan alumni untuk menjadi Camp Manager (CM) di Pelatihan NS team batch. Wah, ini kesempatan untuk kembali nostalgia dengan suasana pelatihan yang dulu aku pun melakukannya selama 40 hari di tempa oleh para Komandan TNI. Ingat dulu selagi masih jadi peserta, punya niatan bakal datang lagi ke Ciloto entah itu jadi pegawai, peserta pelatihan, mungkin saja jadi mentor. (Aku selalu amaze dengan cara Allah mengabulkan omongan yang sekiranya kita anggap ringan dan tanpa usaha tapi Allah kabulkan-omongan adalah doa- kiranya begiutu)
Pelatihan adek-adek NS sekarang dibagi dua sesi, online dan klasikal. Jadi, kita datang bertatap muka hanya dapat seminggu sampai pelepasan di Ciloto. Akhir Maret adalh awal perjumpaan aku dengan sembilan alumni lainnya yang direkrut. Panitia pelatihan memang membutuhkan 10 orang alumni untuk jadi CM. Selayakanya teman seangkatan, ternyata kita langsung klop meski berasal dari batch yang beda-beda dan langsung bernostalgia seperti kawan yang sudah lama tidak jumpa.
Mereka adalah orang-orang hebat yang Allah siapkan untuk aku kenali dan temui, kebanyakan berasal dari Sumatra dan Jawa tapi dapat penempatan di Ujung Barat dan Timur Indonesia. Pengalaman mengabdi mereka luar biasa dibandingkan aku. Ada dua Bhayangkari yang selalu menasehati kami yang masih pada jomblo ini dalam hal mencari pasangan tentunya berdasarkan pengalaman mereka. Ada yang sedang menunggu pengumuman Beasiswa Tubel NS dan akhirnya dapat. Ada yang sedang menunggu acc visa kerja buat ke OZ dan akhirnya dapat juga. Ada juga pejuang-pejuang pencari nafkah serta jodoh (sampai saat ini nafkahnya dapat, tapi jodoh belum ada beritanya)
Dari mereka aku belajar saling tolong menolong, saling mengingatkan akan kebaikan, saling mendoakan, saling suport dan tentunya saling mendoakan. Ah iya, disini juga aku bertemu kawan lama seperjuangan kuliah dulu, bertemu adik tingkat yang sekarang sedang mengabdi di Aceh dan Sulawesi, bertemu adik-adik yang setiap melihat instastory mereka sukses bikin aku balik lagi ke Papua karena masih cakep aja pemandangannya.
Mereka juga mengajarkan aku bahwa meski usia tidak lagi muda, tapi cita-cita, mimpi yang ingin dicapai masih sangat mungkin jika kita berusaha, berdoa dan dapat lingkungan serta pertemanan yang mendukung. Dari mereka juga aku punya mimpi baru, punya tujuan baru juga.
Terima kasih kawan, sudah mewarnai awal tahunku dengan positive vibes dari kalian. See you when i see you. Tahun 2023 kita bertemu ya..













