23/30 Candi Surowono "Lho, ini candi? tapi kok cuma balok-balok batu bekas candi kaya begini" ujarku dalam hati ketika diajak ke salah satu cagar budaya warisan kerajaan majapahit ini. Awalnya, dalam benakku, candi yang dibicarakan temanku saat awal tercetus akan mengajak aku dan teman-teman lain ke Candi Surowono ini adalah model candi yang terlihat tegap menjulang man cantik seperti candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Dieng, dll. Cukup membayar sekitar 5 ribu rupiah perorang kalau tidak salah saat itu, kami dapat bebas memasuki kawasan candi ini. "Tapi tempat ini pernah ada pemugaran gak ya? kalau pernah dipugar, stupa dan lain-lainnya dimana ya?" pikirku saat memasuki area candi. Saat itu juga tidak ada penjaga atau siapa yang dapat dimintai jawaban tentang candi ini. Hanya ada informasi di papan informasi tentang sejarah candi ini. Walaupun rasa ingin tahuku tentang candi ini tidak sepenuhnya terobati, saat membaca di papan informasi itu juga baru kuketahui bahwa ternyata pernah dilakukan beberapa kali pemugaran di candi ini. Seperti yang pernah ditulis oleh Ayu Utami di novel Manjali dan Cakrabirawa, karakteristik dan sejarah candi di Jawa Timur sendiri dibangun atas dasar pengagungan dan simbol pengingat akan raja atau penguasa memang benar adanya. Candi Surowono ini dibangung untuk menghormati dan memuliakan raja Bre Wengker yang pertama kali membangun kerajaan Wengker di area Surowono yang sebelumnya memang terkenal angker di wilayah tersebut. Selain, Borobudur, Prambanan dan Dieng, kamu sudah pernah ke candi mana saja nih? @30haribercerita #30hbc2223 #30haribercerita2223 #30haribercerita #30hbc22ceritaeny #candisurowono #pare #kediri #bhrewengker #jawatimur (at Candi Surowono, Desa Canggu Jawa Timur) https://www.instagram.com/p/CZHnvuXv_a4/?utm_medium=tumblr














