Aku hanya meminta maaf, selebihnya adalah terserah bagaimana kamu menanggapi. Aku tak lebih payah dari apa yang selama ini kamu sangka. Aku berulang kali menjadi aku yang lain. Yang sebelumnya tak belajar untuk mengalah kini jadi serba mengalah. Turun mengendap bagai ampas kopi berharap kamu pungut dan kamu gunakan sebagai scrub sebelum kamu buang. Itu saja.










